Pekerja Kantin Akui Membuang Bayinya


Kamis, 31 Desember 2015 - 04:33:43 WIB
Pekerja Kantin Akui Membuang Bayinya Y tersangka pembuang bayinya ketika diperiksa di Mapolres Solok Kota Rabu (30/12).

Di hadapan petugas Y mengungkapkan, Senin (28/12) dini hari dia  merasakan sakit perut. Awalnya ia me­ngira sesak buang air besar, lantas pekerja kantin ini langsung berlari ke dalam kamar mandi di rumahnya.

Ternyata di saat itu pe­lakunya justru melahirkan sosok bayi laki-laki hasil hubungan gelap dengan sang kekasih yang telah lama kabur entah kemana. Ka­rena panik mendengar ta­ngisan si buah hati, bayi yang lahir secara normal itu lantas dimasukkan ke dalam kantong plastik berwarna hitam yang  kebetulan ter­gantung di kamar mandi.

Baca Juga : Pemkab Pessel Wajibkan Aktivitas Galian C Kantongi Izin Operasi

Entah setan mana yang merasuk, Y  lalu mem­buang kantong plastik be­risikan bayi yang baru di­lahirkannya itu ke dalam kolam milik tetangga.

Malam itu tidak satupun anggota keluarga pelaku mengetahui apa yang sedang terjadi di kamar mandi. Kedua orang tua pelaku dan juga adiknya baru tahu ke­jadian itu setelah polisi mendatangi rumah mereka. Bahkan ketika warga heboh dengan penemuan sosok mayat bayi yang masih me­nempel tali pusarnya di dalam kolam milik warga dekat rumahnya, perbutan remaja tanggung ini juga tidak diketahui oleh ke­luarganya.

Baca Juga : Sejumlah Pejabat di Kabupaten Pesisir Selatan Batal Divaksin

Kapolres Solok AKBP Tomy Bambang Irawan di­dampingi Kasat Reskrim AKP R. Rahmad Natuýn mengatakan, dari hasil olah TKP ditemukannya mayat bayi di dalam kolam, petu­gas mencurigai pelakunya tidak jauh dari lokasi tempat dibuangnya bayi malang tersebut. Dan ternyata nalu­ri petugas tidak meleset.

Ditambah keterangan dari sejumlah saksi, petugas terus bergerak mendekati  Y yang dicurigai sebagai pelaku sekaligus ibu dari bayi malang yang dite­mu­kan  tewas oleh warga di dalam kolam.

Baca Juga : Kesembuhan Pasien Covid-19 di Sumbar Bertambah 158 Kasus, Didominasi dari Kota Padang

Namun tanda-tanda  di tubuh remaja yang putus sekolah dan bekerja di se­buah kantin itu me­nim­bul­kan kecurigaan bagi pe­tu­gas dari Mapolres Solok Kota. Petugas   mulai men­cium siapa se­sung­guhn­ya pelaku di balik ditemukannya ma­yat bayi di dalam kolam itu.

Untuk mengungkap dan memastikan pelaku yang sebetulnya sudah dicurigai itu, remaja tanggung itupun diajak petugas menemui seorang bidan. Remaja yang terlihat lugu itupun bersedia memenuhi permintaan pe­tugas untuk diperiksa ke bidan terdekat. Alhasil ke­curigaan petugas semakin kuat lantaran dari kete­rangan Bidan memang ada tanda-tanda orang habis melahirkan pada tubuh  Y.

Baca Juga : Kematian Karena Covid-19 di Sumbar Bertambah 7 Orang

Tidak mau membuat pela­ku panik meski sudah menemukan titik terang sia­pa ibu dari bayi itu, petu­gas kemudian membawa pelaku untuk berobat ka­rena di­khawatirkan akan terjadi pendarahan akibat ha­bis me­lahirkaný. Di da­lam per­jalanan ternyata me­mang ter­lihat darah keluar dari ke­maluan remaja tang­gung itu.

Pelaku mulai merasa ke­takutan atas perbuatannya. Namun petugas mencoba menenangkan pelaku yang terlihat shok dan takut kalau perbuatannya terbongkar.

“Karena petugas mem­berikan rasa nyaman ter­hadap pelaku, akhirnya re­maja yang sempat sekolah hingga kelas 1 di salah satu sekolah yang sederajat de­ngan SMP itu mengakui perbuatannya,”ujar  Rah­mad Natun. (h/eri)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]