Lapas Bukittinggi Bobol Lagi


Kamis, 31 Desember 2015 - 04:43:23 WIB
Lapas Bukittinggi Bobol Lagi

BUKITTINGGI, HALUAN - Lima narapidana (napi) Lapas Klas IIA Bukittinggi kabur sekitar pukul 03.30 WIB, Rabu (30/12). Rata-rata kelima napi yang kabur ini divonis 15 tahun penjara dalam kasus narkotika. Di­du­ga ke lima napi ini kabur dengan memanfaatkan kele­ngahan petugas yang jaga malam, apalagi cuaca di saat kejadian sedang hujan lebat disertai angin kencang.

Kapolsek IV Angkek Canduang Iptu Roni AZ mengatakan, ke lima napi itu kabur dengan cara meng­gergaji grendel pintu dengan menggunakan ger­gaji besi di Kamar V Blok C atau Blok Melati. Setelah itu, para napi lalu memanjat pagar berduri blok dan selanjutnya memanjat tem­bok pagar Lapas dengan menggunakan kain sarung yang disambung. Belum diketahui darimana para napi itu mendapatkan ger­gaji besi tersebut,

Baca Juga : Pemkab Pessel Wajibkan Aktivitas Galian C Kantongi Izin Operasi

“Kami telah mengecek tempat larinya napi itu dan telah mengidentifikasi lokasi kejadian. Saat ini, mereka telah berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang),” jelas Roni.

Lima napi yang kabur itu adalah Zainal Abidin panggilan Zainal alias Adnan, umur 33 tahun, alamat terakhir Desa SP Seumirah Kecamatan Nisam (antara Kabupaten Aceh Utara dengan Lhokseumawe NAD). Zainal Abidin melanggar UU Narkotika No.35 tahun 2009 dengan nomor putusan : 03/PID.B/2013/PN.PYK tanggal 6 Mei 2013 dengan lama pidana 15 tahun penjara dan denda Rp1 miliar, subsider satu bulan, de­ngan ekspirasi (masa tahanan) tanggal 21 September 2027.

Baca Juga : Sejumlah Pejabat di Kabupaten Pesisir Selatan Batal Divaksin

Napi selanjutnya adalah Eria Ananda Caniago panggilan Kan­dung, umur 37 tahun, alamat terakhir Kampung Jawa Keca­matan Tanjung Harapan Solok. Eria Ananda Caniago melanggar UU Narkotika No.35 tahun 2009 dengan nomor putusan : 67/PID.B/2011/PN.MDL tanggal 21 Juni 2011 dengan lama pidana 15 tahun penjara dan denda Rp1 miliar, subsider lima bulan, dengan ekspirasi tanggal 22 Desember 2025.

Ke tiga, napi yang kabur itu bernama Hari Dasmanto pang­gilan Hari alias Bule, umur 24 tahun, alamat terakhir Seberang Padang Jalan Jerong Kelurahan Seberang Padang Kecamatan Padang Selatan Kota Padang. Heri Dasmanto melanggar UU Narkotika No.35 tahun 2009 dengan nomor putusan : 1.295/PID.B/2013/PN.PDG tanggal 10 Juli 2013 dengan lama pidana 4 tahun penjara dan denda Rp800 juta, subsider dua bulan, serta nomor putusan : 311/Pid.B/2014/PN.PDG tanggal 9 Sep­tember 2014 dengan lama pidana 5 tahun 6 bulan penjara dengan denda Rp1 miliar, subsider tiga bulan, dengan ekspirasi 19 Sep­tember 2022.

Baca Juga : Kesembuhan Pasien Covid-19 di Sumbar Bertambah 158 Kasus, Didominasi dari Kota Padang

Kemudian, napi yang kabur itu adalah Ali Murtala panggilan Ali, umur 21 tahun, alamat ter­akhir Desa Binje Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara NAD. Ali Murtala melanggar UU Narkotika No.35 tahun 2009 dengan nomor putusan : 85/Pid.Sus/2014/PN.TJP dengan lama pidana 15 tahun penjara dan denda Rp1 miliar, subsider satu bulan, dengan ekspirasi tanggal 17 September 2029.

Terakhir, napi yang kabur itu bernama Febrika Jondra pang­gilan Eka, umur 25 tahun, alamat terakhir Batu Nadua Desa Abtu Sondet Kecamatan Batahan Ka­bu­paten Pasaman Barat. Febrika Jondra melanggar UU Narko­tika No.35 tahun 2009 dengan lama pidana 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar, subsider enam bulan, dengan ekspirasi tanggal 19 Oktober 2023.

Baca Juga : Kematian Karena Covid-19 di Sumbar Bertambah 7 Orang

Kepada wartawan, Kalapas Klas IIA Bukittinggi, Tomy K mengatakan, saat kejadian ada tujuh petugas yang sedang men­jaga tahanan, dua diantaranya pada bagian depan, sementara lima lainnya berada di bagian belakang.

“Saya baru mengetahui ada­nya napi kabur saat menerima laporan dari petugas pada Rabu pagi, saat petugas melakukan pengecekan. Untuk mencari dan menangkap tahanan kabur ini, kami bekerjasama dengan polisi. Meski demikian, dari Lapas Bukittinggi juga mempersiapkan petugas untuk memburu tahanan kabur. Selama dua belakangan ini, telah ada 8 tahanan kabur dan semuanya belum berhasil di­tangkap,” jelas Tomy K.

Dalam dua bulan terakhir, Lapas Klas IIA Bukittinggi telah mengalami tiga kali kejadian napi dan tahanan kabur. Se­belumnya, seorang taha­nan La­pas Klas IIA Bukittinggi sukses melarikan diri setelah men­dorong sipir sekitar pukul 18.15 WIB pada Kamis 12 November 2015.

Tahanan yang kabur itu  ada­lah Wal­disis, warga Kubang Pu­tih Kabupaten Agam. Waldisis sendiri ditangkap Polres Bukit­tinggi pada 4 Mei 2015 dalam kasus narkoba dengan barang bukti 20 gram sabu. Saat kabur, Waldisis masih berstatus taha­nan kejaksaan yang dititipkan di Lapas Klas IIA Bukittinggi, karena yang bersangkutan masih dalam proses persidangan.

Sementara pada Sabtu 7 No­vember 2015 lalu, dua Napi Lapas Klas IIA Bukittinggi juga melarikan diri dengan cara me­lompat tembok setinggi 2,5 meter sekitar pukul 05.30 WIB.

Kedua Napi yang kabur itu adalah Andika (30), warga By Pass Kecamatan Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi yang meng­huni Blok A, serta Alpen Adri (31) yang mendekam di Blok D. (h/wan)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]