Tim MK-Fauzi Temukan Bukti Baru Dugaan Ijazah Palsu NA


Kamis, 31 Desember 2015 - 04:44:16 WIB
Tim MK-Fauzi Temukan Bukti Baru Dugaan Ijazah Palsu NA

 “Saya dan tim besok (hari ini—red) akan men­dam­pingi MK-Fauzi mela­por ke KPU Sumbar dengan membawa bukti baru. Kami yakin, bukti baru yang kami peroleh ini, semakin me­nguatkan indikasi penggu­naan ijazah orang lain oleh Bapak NA,” kata Hj. Andi Nurpati, Wakil Ketua Ba­dan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai De­mokrat di Jakarta, Rabu (30/12).

Mantan komisioner KPU RI ini menyatakan laporan yang disertai bukti baru itu, hendaknya bisa ditindaklanjuti dengan benar oleh KPU Sumbar, sesuai pro­sedur dan aturan yang ada.

Baca Juga : Ada 52 Kasus Pernikahan di Bawah Umur di Kota Padang Tahun 2020, Penyebab Utama 'Hamil Duluan'

“Kami tentu berharap, KPU Provinsi bisa meneliti secara cermat sesuai peraturan perun­dang-undangan yang berlaku. Sebaiknya dikaji benar karena ini menyangkut hal yang sangat prinsip. Apa bukti baru itu? Besok (hari ini—red) akan kami jelaskan setelah menyerahkannya ke KPU,” ujar Andi Nurpati.

Menjawab pertanyaan tentang gencarnya upaya yang dilakukan tim MK-Fauzi mempersoalkan keabsahan ijazah calon Wagub Sumbar pasangan nomor urut 2 itu, Andi Nurpati mengatakan, itu sebagai wujud kesungguh-sungguhan dalam proses pen­carian kebenaran.

Baca Juga : Cuma 2 Menit, Cetak Dokumen Kependudukan di Disdukcapil Kota Padang dengan Anjungan Dukcapil Mandiri

“MK-Fauzi wajib mencari kebenaran. Karena itu, berbagai saluran yang dibenarkan oleh aturan akan ditempuh,” katanya. 

Sebelumnya, MK-Fauzi su­dah melaporkan dugaan penggu­naan ijazah palsu ini ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan KPU Sumbar. Namun, setelah diperiksa oleh Bawaslu, dipu­tuskan bahwa laporan itu tidak terbukti sebagai pelanggaran Pilkada. 

Baca Juga : Terdampak Pandemi Covid-19, Angka Pernikahan di Kota Padang Turun 10 Persen

Tidak berhasil di Bawaslu Sumbar, tim MK-Fauzi akhirnya membawa persoalan ini ke ranah pidana umum, yakni dengan melapor ke Bareskrim Polri di Jakarta. Selain itu, kuasa hukum MK-Fauzi juga mengajukan guga­tan ke PTUN serta Mahkamah Konstitusi.  “Kami berharap semua pihak bisa menghormati proses yang sedang berjalan. Ini adalah proses pencarian kebenaran melalui saluran yang benar,” kata Andi Nurpati.

Informasi terakhir, laporan dugaan penggunaan ijazah palsu oleh NA di Bareskrim Polri sudah memasuki tahap peme­riksaan saksi, termasuk Bustanul Arifin, mantan anggota Panwaslu Kabupaten Pesisir Selatan, sudah memberikan keterangan kepada penyidik.

Baca Juga : Masa Reses DPRD Padang, Irawati Meuraksa Siapkan Program Tepat Guna untuk Masyarakat

Menanggapi berbagai laporan yang diajukan tim MK-Fauzi ini, Nasrul Abit sudah berulang kali membantahnya.  “Yakinlah kalau saya tidak menggunakan ijazah palsu seperti yang selama ini berkembang,” ujar Nasrul Abit di Kantor Ba­waslu Sumbar, Jumat (18/12) lalu.

Tidak hanya sekadar mem­bantah dan mengklarifikasi, Nasrul Abit waktu memberikan keterangan di Bawaslu itu juga membawa sejumlah rekan satu sekolah sejak SD hingga STM serta sejumlah guru dan pegawai UPTD Pendidikan.

Selesai memberikan ketera­ngan di Bawaslu, Nasrul Abit juga melapor ke Mapolda Sum­bar tentang pencemaran nama baik dengan terlapor mantan anggota Panwaslu Pessel Busta­nul Arifin. (h/rk/mg-rin)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]