Curah Hujan Tinggi

Dua Sungai Meluap di Solok Selatan


Kamis, 31 Desember 2015 - 04:48:20 WIB
Dua Sungai Meluap di Solok Selatan WARGA Jorong Gadung, Kenagarian Lubuk Gadang Timur menyaksikan amukan Sungai Batang Sangir yang menghanyutkan dua jembatan gantung di daerah itu,(30/12). (JEFLI)

Hingga berita ini ditu­runkan, pihak terkait mem­prediksi kerugian mencapai Rp7,6 M akibat banjir yang melanda Kecamatan Sangir, Sangir Jujuan dan Sangir Batang Hari itu. Selain itu, tak ada korban jiwa yang timbul akibat peristiwa ini.

Dari pantauan Haluan di Kecamatan Sangir, banjir meluluh lantakkan, dua  jembatan gantung sebagai akses pertanian warga di Jorong Gadung, Kenagarian Lubuk Gadang Timur dan merendam empat rumah warga di Jorong Manggis, Lubuk Gadang Utara.

Sementara, di Keca­matan Sangir Jujuan arus sungai yang deras dan me­luap itu juga merusak empat irigasi pertanian di antara­nya, irigasi Jorong Padang Air Dingin, Irigasi Jorong Batikan, Irigasi Jorong Sa­wah Padang dan Irigasi Padang Limau Sundai. Se­lain itu, di Jorong Koto Gadang sebanyak 7 ekor kambing hanyut dan meng­hancurkan 3,5 hektare sa­wah warga.

Sedangkan di Kecama­tan Sangir Batang Hari, tepatnya di Nagari Ranah Pantai Cermin banjir me­ren­dam 200 hektare sawah warga. Dari laporan yang diterima, setidaknya ada 12 ekor kerbau milik warga setempat yang hanyut ter­seret arus serta merusak tanaman palawija 3 hektare dan merendam kolam ikan warga seluas 150 meter persegi.

Di kenagarian Abai, ban­jir merendam 50 hektare sawah dan 1 hektare tanaman palawija. Di kenagarian Sitapus me­rendam sawah seluas 7 hektare.

Wali Nagari Lubuk Gadang Timur, Kasri kepada Haluan mengharapkan pemerintah se­tempat maupun pemerintah pro­vinsi bisa memperhatikan dan mengambil langkah terkait mu­sibah ini. Ia meminta sarana vital seperti jembatan gantung untuk segera diperbaiki karena dua jembatan gantung yang hanyut akibat banjir bandang itu.

“Jembatan gantung tersebut merupakan akses pertanian dan perekonimian warga, apabila tidak segera diperbaiki tentu akan mempengaruhi pereko­nomian warga,”harapnya.

Dilanjutkan, akibat jembatan yang putus tersebut 10 kepala keluarga dengan 30 jiwa saat ini terisolasi dan harus memutar jauh untuk keluar dikarenakan ke­duanya merupakan akses satu-satunya menuju area persawahan serta perkebunan warga.

Kepala Badan Penang­gula­ngan Bencana Daerah (BPBD) Solsel, Editorial melalui Kabid Rehab dan Rekonstruksi , Sap­tono menyebutkan perkiraan sementara kerugian berkisar Rp.7,6 Miliar. Diantaranya, empat irigasi kerugian sekitar Rp.1,2 Miliar, kerugian sawah terendam 259 hektare sekitar Rp.4,6 Miliar, kerugian tanaman palawija 4 hektare berkisar Rp.120 juta, kerugian ternak 7ekor kambing dan 12 ekor kerbau berkisar Rp.148 juta dan dua jembatan gantung berkisar Rp.1,5 Miliar. (h/jef)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]