Aturan Baru Refund Tiket Pesawat Diperbarui


Sabtu, 02 Januari 2016 - 03:27:57 WIB
Aturan Baru Refund Tiket Pesawat Diperbarui

Presentase dan waktu pengembalian diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 185 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri, yang ditetapkan oleh Menteri Perhubungan pada 30 November 2015.

“Badan usaha angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri wajib mengembalikan biaya jasa angkutan udara yang telah dibayarkan oleh calon penumpang (refund ticket), apabila penumpang membatalkan penerbangannya,” jelas Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhu­bungan, J. A. Barata di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (31/12).

Baca Juga : Tips Aman Pinjam Uang Online di Aplikasi Terdaftar OJK

Presentase pengembalian biaya tiket yang telah dibayarkan oleh calon penumpang, lanjut Barata, ditetap­kan sebagai berikut:

1. Pengembalian diatas 72 jam oleh penumpang sebelum jadwal keberangkatan mendapatkan pengem­balian paling sedikit sebesar 75% dari tarif dasar;

Baca Juga : Wah, 90% Orang Indonesia Tak Punya Dana Darurat dalam Jumlah Ideal

2. Pengembalian dibawah 72 jam sampai dengan 48 jam oleh penumpang sebelum jadwal keberangkatan mendapatkan pengembalian paling sedikit sebesar 50% dari tarif dasar;

3. Pengembalian dibawah 48 jam sampai dengan 24 jam oleh penumpang sebelum sebelum jadwal kebe­rangkatan mendapatkan pengembalian paling sedikit sebesar 40% dari tarif dasar;

Baca Juga : Dongkrak Ekonomi, Athari Promosikan UMKM dan Industri Kreatif

4. Pengembalian dibawah 24 jam sampai dengan 12 jam oleh penumpang sebelum jadwal keberangkatan mendapatkan pengembalian paling sedikit 30% dari tarif dasar;

5. Pengembalian dibawah 12 jam sampai dengan 4 jam oleh penumpang sebelum jadwal keberangkatan men­dapatkan pengembalian paling sedikit 20% dari tarif dasar;

Baca Juga : Cabai Rawit Langka di Pasar Raya Padang, Harga Mencapai Rp80 Ribu Per Kilogram

6. Pengembalian dibawah 4 jam oleh penumpang sebelum jadwal keberangkatan mendapatkan pengem­balian paling sedikit sebesar 10% dari tarif dasar dan/atau sesuai dengan kebijakan badan usaha angkutan udara niaga berjadwal.

Sedangkan untuk kondisi force majeur, penumpang dapat meminta pengembalian jasa angkutan udara sebesar harga tiket yang dibeli oleh penumpang, dengan ketentuan pemotongan biaya administrasi sebesar masing-masing 20% untuk penerbangan dengan kelompok pelayanan full service, 15% untuk penerbangan dengan kelompok pelayanan medium service, dan 10%, untuk penerbangan dengan kelompok pelayanan no-frills.

Dalam peraturan tersebut, Kemenhub juga mengatur jangka waktu pengembalian biaya tiket oleh maskapai kepada penumpang.

“Jangka waktu pengembalian adalah wajib selambat-lambatnya 15 hari kerja sejak pengajuan, untuk pembelian tiket secara tunai, dan 30 hari kerja sejak pengajuan, untuk pembelian tiket dengan kartu kredit atau debet,” ujar Barata. (h/trn)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]