Laka Lantas Meningkat

Kriminalitas Selama 2015 di Bukittinggi Menurun


Sabtu, 02 Januari 2016 - 03:31:06 WIB
Kriminalitas Selama 2015 di Bukittinggi Menurun

Jika pada tahun 2014 angka tindak pidana ber­jumlah 1.164 kasus, maka pada tahun 2015, angka pidana berjumlah 1.142 ka­sus, atau turun sebesar 1,89 persen.

“Untuk jumlah pe­nye­lesaian tindak pidana se­lama tahun 2014, dari 1.164 kasus yang terjadi, Polres Bukittinggi hanya me­nye­lesaikan 595 kasus. Se­men­tara pada tahun 2015 ini, dari 1.142 kasus, kami telah menyelesaikan 658 kasus. Jumlah penyelesaian tindak pidana ini mengalami pe­ningkatan sebesar 10,5 per­sen,” ujar Kapolres Bu­kittinggi AKBP Tri Wahyudi saat ekspos kasus akhir ta­hun di Mapolres Bu­kit­ting­gi, Kamis (31/12)

Untuk kasus menonjol, lanjut Kapolres, kasus pen­curian kendaraan motor (curanmor) mendominasi selama tahun 2015 dengan jumlah laporan 251 kasus. Sementara yang disele­sai­kan hanya 19 kasus. Diban­ding pada tahun 2014 lalu, kasus curanmor yang dila­porkan berjumlah 189 kasus dan hanya menyelesaikan 13 kasus. Ini berarti kasus cu­ranmor yang dilaporkan meningkat sebesar 32,8 per­sen dan penyelesaiannya juga meningkat sebesar 46,1 persen.

Kasus menonjol lainnya adalah kasus pencurian de­ngan pemberatan (curat), yang mana pada tahun 2015 ini, Polres Bukittinggi dan jajarannya menerima lapo­ran 178 kasus dengan penye­lesaian 35 kasus. Sementara pada tahun 2014, kasus curat yang dilaporkan berjumlah 214 kasus dengan penye­lesaian 33 kasus. Ini berarti kasus curat menurun se­besar 16,8 persen, se­men­tara tingkat penyelesaian meningkat sebesar 6 persen.

Dari sisi anatomi kri­minalitas menonjol menurut Kapolres, tempat kejadian terbanyak menimpa pe­mu­kiman sebanyak 187 kali, disusul pasar dan pertokoan sebanyak 98 kali, terminal sebanyak 57 kali, jalan umum sebanyak 68 kali, tempat ibadah sebanyak 45 kali, kantor sebanyak 28 kali dan di sekolah dan kampus sebanyak 21 kali.

Kasus menonjol itu ter­banyak dialami dalam ren­tang waktu pukul 06.00 WI­B-12.00 WIB yang ber­jum­lah 139 kali, disusul pada pukul 18.00 WIB-24.00 WI­B sebanyak 129 kali, pukul 12.00 WIB-18.00 WIB 125 kali dan pukul 00.00 WIB-06.00 WIB 111 kali.

Tak hanya itu, sepanjang tahun 2015, Polres Bu­kit­tinggi beserta jajaran juga menangani 36 kasus pe­nyalahgunaan narkoba. Dari 36 kasus itu, Polres Bukit­tinggi telah menyelesaikan 32 kasus diantaranya, serta menyisakan penyelesaian 4 kasus lagi.

Dari 36 kasus itu berda­sarkan Tempat Kejadian Perkara (TKP), sebanyak 17 kasus terjadi di kawasan Kota Bukittinggi dan 19 kasus di kawasan Kabupaten Agam bagian timur.

Menurut Tri Wahyudi, 50 orang tersangka dari 36 kasus tersebut ditangkap, yang mana 4 orang dian­taranya berjenis kelamin perempuan dan 46 lainnya berjenis kelamin laki-laki.

“Jumlah BB (Barang Bukti) yang kami amankan adalah sabu seberat 726,29 gram, serta 10.032,65 gram ganja.  Selain itu, kami juga menyita 109 butir inex dan ekstasi. Selama tahun 2015 ini, kasus sabu yang terjadi berjumlah 21 kasus dengan 29 tersangka, sedangkan kasus ganja berjumlah 15 kasus dengan 18 tersangka. Untuk kasus inex dan ekstasi hanya ada 3 kasus dengan 3 tersangka,” jelas Kapolres.

Dari segi jenis pekerjaan pelaku narkoba yang di­tangkap itu, lanjut Kapol­res,  pekerja swasta men­dominasi dengan jumlah 30 orang, disusul sopir se­ba­nyak 6 orang, warga binaan Lapas Klas IIA Bukittinggi di kawasan Biaro sebanyak 5 orang, pedagang 3 orang, pelajar dan mahasiswa 3 orang, ibu rumah tangga 2 orang dan pegawai honorer 1 orang.

Dibanding tahun 2014, kasus penyalahgunaan nar­koba di wilayah hukum Pol­res Bukittinggi pada tahun 2015 mengalami pening­katan sebesar 80 persen. Jika pada tahun 2015 kasus narkoba berjumlah 36 kasus, untuk tahun 2014 hanya 20 kasus.

Peningkatan juga terjadi pada penyelesaian kasus narkoba. Jika pada tahun 2014 hanya menyelesaikan 12 kasus, maka pada tahun 2015 mampu menyelesaikan 32 kasus, atau meningkat sebesar 166,6 persen.

Sedangkan untuk kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas), sebanyak 37 pe­ngen­dara meninggal dunia selama tahun 2015 akibat laka lantas. Jumlah korban meninggal dunia ini me­nurun 15,9 persen dibanding tahun 2014 yang berjumlah 44 orang.

“Jika dilihat dari jumlah laka lantas selama tahun 2015, itu meningkat 7 persen dibanding tahun 2014. Pada tahun 2015 jumlah laka lantas berjumlah 183 kasus, sementara pada tahun 2014 berjumlah 171 kasus. Meski jumlah laka lantas me­ning­kat, namun dari sisi korban meninggal dunia jumlahnya relatif menurun,” ujar Kasat Lantas Polres Bukittinggi AKP Rio Sigal Hasibuan.

Sementara untuk korban luka berat akibat laka lantas selama tahun 2015 ber­jum­lah 30 orang, menurun 3,2 persen dibanding tahun 20­14 yang hanya berjumlah 31 orang. Sedangkan untuk korban luka ringan pada tahun 2015 berjumlah 214 orang, menurun 6,5 persen dibanding tahun 2014 yang berjumlah 229 orang.

“Kerugian materi akibat laka lantas selama tahun 2015 mencapai Rp280,6 juta, meningkat sebesar 2,8 persen diban­ding tahun 20­14 yang berjumlah Rp272,7 juta,” tambah Sigal. (h/wan)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]