Polisi Tolak Laporan Korban

Oknum Pol PP Diduga Memeras


Sabtu, 02 Januari 2016 - 05:52:50 WIB
Oknum Pol PP Diduga Memeras

Kejadian berawal pada Kamis (31/12) pukul 23.00 WIB saat ia memar­kirkan kendaraannya di Parkiran Kantor DPRD Padang Pariaman (ex Kantor Bupati Padang Pariaman). Rivo bersama keluarganya bermaksud ingin melihat pesta lampion pergan­tian tahun baru di Pantai Pariaman. Karena merasa telah aman, lalu tiba-tiba seorang pemuda yang mengaku dari Pol PP memaksa meminta uang parkir senilai Rp10 ribu.

Rivo menanyakan tujuan per­mintaan uang tersebut, tetapi bukannya menjawab pemuda itu malah memaki-maki dengan kata kasar. Sehingga terjadi perdebatan dan an­caman, Rivo terpaksa memberikan uang Rp 10 ribu, karena merasa diancam.

“Ini jelas pemerasan dan ancaman, apalagi yang mengancam anggota Sat Pol PP. Ia mengancam akan menge­luarkan mobil dan mencatat plat nomor kalau tidak memberi uang,” paparnya. Rivo menambahkan, ok­num Pol PP tersebut juga menan­tang untuk dilapor­kan ke pihak berwajib.

“Kamu mau melapor, laporkan saja ke polisi. Atau ke atasan saya, “ terang Rivo menirukan ancaman oknum itu.

Karena merasa perbuatan terebut sudah meresahkan, Rivo pun memo­tret oknum Sat Pol PP tersebut sebagai bentuk bukti dalam mempermudah dalam laporan di kepolisian. Karena ingin memastikan apakah pemuda tersebut Sat Pol PP ia pun berinisiatif menanyakan kepada anggota Sat Pol PP Andi (30) yang sedang bertugas. Setelah memperlihatkan foto kepada anggota Pol PP itu, Andi menjelaskan bahwa yang di dalam foto itu bukan anggota Pol PP Kota Pariaman tetapi anggota Pol PP Kabupaten Padang Pariaman.

Sementara itu, Kasat Pol PP Pa­dang Pariaman saat dikonfirmasi melalui nomor handphone 0813634 87651 tidak menjawab.

Polisi Anggap Laporan Masalah Kecil

Rivo kemudian membuat laporan polisi dengan harapan mendapat keadilan. Namun ternyata laporan yang diterima oleh Kanit Sentra Pelayanan Kepo­lisian (SPK) Polres Pariaman Aiptu Darmawan lansung ditolak. Aparat seragam coklat tersebut beralasan, laporan tersebut dinilai sebagai ma­salah kecil dan nominal kerugian hanya Rp 10 ribu.

“Saya kecewa,  aparat hukum yang bertugas mengayomi masyarakat malah menolak laporan ini dengan alasan yang tidak logis. Seharusnya petugas SPK Polres mengerti Pasal 102 ayat 1 KUHAP tentang kewajiban penegak hukum melayani masyarakat, “ paparnya

Rivo menilai penolakan itu aneh. “ Saya melapor tentang pe­me­rasan dianggap masalah biasa dan Kanit SPK itu juga meremehkan kerugian saya yang hanya Rp10 ribu. Bahkan penolakan laporan atas perin­tah atasannya. Saya akan buat laporan ke Propam karena saya sebagai masa­ya­rakat merasa dizalimi, “ ungkapnya.

Kapolres Ingin Kamtibmas

Membangun masyarakat yang ramah dan membuat angka kunjungan wisatawan meningkat menjadi per­hatian pemerintah, termasuk dari Polres Pariaman. Hal ini terlihat saat Kapolres Pariaman AKBP Riko Junaldi saat membuka pesta lampion tahun baru. Ia menyamaikan, bahwa masyarakat Pariaman harus saling membantu mewujudkan Kota Paria­man yang aman, tertib, dan nyaman. Sehingga semakin banyak pengujung yang nya­man berada di Kota Paria­man. Dan pihak kepolisian pun sesuai tugasnya akan menjaga ketenteraman masya­rakat.  (h/rvo)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]