Pesta Pergantian Tahun Merusak


Sabtu, 02 Januari 2016 - 06:28:36 WIB
Pesta Pergantian Tahun Merusak Tanaman di Taman Jam Gadang, Bukittinggi rusak akibat diinjak-injak pengunjung yang memadati kawasan itu saat pesta pergantian tahun. (FB/ERI INYIAK)

PADANG, HALUAN — Ke­giatan tahunan bertajuk pesta malam pergantian tahun di Sumbar pada Ka­mis (31/12) malam hingga Jumat (1/1) dinihari justru berdampak buruk sebagian besar melibatkan anak mu­da. Seolah menjadi lazim saja, para orang tua justru “membiarkan” anak gadis mereka bepergian dengan pasangan prianya yang be­lum terikat hubungan suami istri.

Sejumlah laporan yang dikumpulkan Haluan dari berbagai daerah kegiatan yang menjurus kepada ke­giatan maksiat terungkap di Agam, tepatnya di beberapa penginapan di Kecamatan Tanjung Raya, dekat Danau Maninjau, serta di Pantai Tiku. Anak enam pasangan illegal yang diamankan tim gabungan Kabupaten Agam.

Baca Juga : Tanaman Hias Jenis Keladi Paling Banyak Dicari Emak-emak di Padang

Di Padang sendiri, lima pengunjung tempat hiburan malam saat perayaan malam Tahun baru terjaring razia Cipta Kondisi (Cipkon) yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Pro­vinsi (BNNP) Sumatera Barat pada saat malam per­gantian tahun, Jumat (1/1) sekira pukul 01.00 WIB.

Petugas gabungan yang terdiri dari BNNP, Satpol PP dan Satuan Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Kota (SK4) menggelar razia pukul 03.00 WIB dinihari kemarin, (1/1). Semntara kelima pengunjung yang terjaring tampak pasrah ketika digiring tim razia menuju kantor BNNP Sum­bar di kawasan Lolong, Padang.

Baca Juga : GOR H Agus Salim Padang Ditutup, Masyarakat Beralih Olahraga ke Unand

Kelima pengunjung itu ter­indikasi pengguna narkoba oleh BNNP dalam razia yang digelar pada malam pergantian tahun di sejumlah tempat hiburan malam yang ada di Kota Padang.

“Kelima orang tersebut di­aman­kan setelah urinenya dipe­riksa dan menunjukkan positif sebagai pengguna narkoba,” kata Kepala BNNP Sumbar, Mo­hammad Ali Azhar.

Baca Juga : Jadikan Padang Kota Bersih, Danlantamal II Ajak Warga Perang dengan Sampah

“Setelah dilakukan tes dan diketahui hasilnya positif, kelima orang itu langsung kita aman­kan,” lanjutnya.

Tambah Ali, target razia yang dilakukan oleh BNN sendiri pada malam pergantian tahun adalah tempat hiburan malam, terutama diskotik, dan tempat karaoke yang selama ini disi­nyalir banyak pengguna Narkoba.

Baca Juga : Warga Sungai Sapiah Padang Mulai Berdatangan Menyambut Kedatangan Jenazah Angga

“Ini sebagai upaya untuk mencegah peredaran narkoba pada malam pergantian tahun,” tutupnya.

Kecelakaan Lalu Lintas

Dari Bukittinggi Kasat Lantas Polres Bukittinggi AKP Rio Sigal Hasibuan mengatakan, terjadi satu kasus laka lantas yang terjadi di kawasan hukum Polres Bukittinggi saat malam tahun baru. Menurutnya, laka lantas itu terjadi pada Kamis sekitar pukul 20.30 WIB di Jalan Bukittinggi-Payakumbuh kawasan Tanjung Alam, persisnya di Tanjung Bu­ngo dekat Toko Perabot Tanjung Alam.

Laka lantas ini terjadi antara mobil Suzuki Ertiga dengan no­mor polisi (nopol) BM 1320 TR yang dikemudikan Irwan dengan mobil angkot Pelita Indah dengan nopol BA 1963 ZU yang dike­mudikan Syafrudin. Saat itu, mobil Ertiga dari arah Paya­kumbuh-Bukittinggi adu kambing dengan mobil angkot yang datang dari arah berlawanan.

Akibat kejadian ini, penum­pang mobil Ertiga bernama Aras mengalami patah tulang pada bahu bagian belakang pada bahu bagian belakang, Fadli me­nga­lami patah kaki sebelah kanan, Hanifah Laila mengalami pen­darahan pada bagian hidung dan Torik mengalami sakit pada bagian dada. Sedangkan penum­pang angkot tidak mengalami luka serius.

Kecelakaan di Agam justru menelan korban jiwa. Seorang siswa SD 26 Sangkia, Fadilah Ramadhan tewas pada malam pergantian tahun itu dalam peris­tiwa kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor, di Simpang Banda Baru, Keca­matan Lubuk Basung, Jumat (1/1) sekitar pukul 00.30 WIB.

Paska kejadian pihak kepo­lisian serta masyarakat sudah berusaha menyelematkan korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung. Namun nyawa korban tidak tertolong akibat mengalami benturan yang cukup kuat pada bagian kepala.

Kapolres Agam AKBP Eko Budhi Purwono melalui Kasat Lantas AKP Arnanda di Lubuk Basung, Jumat, mengatakan, peristiwa naas pada malam tahun baru, berawal ketika Faizal Ha­mid (16) warga Titisan Tunggang mengendarai kendaran dengan kecepatan sedang dari arah Ma­ninjau menuju Lubuk Basung, dengan membonceng korban Fadilah Ramadhan.

Namu tanpa mereka sadari tiba-tiba dari arah yang ber­lawanan muncul kendaraan lain dengan kecepatan tinggi jenis Honda Supra Fit BA 6215 TA menyenggol kendaraan korban. Akibat benturan itu Faizal Ha­mid siswa MTsN 1 Lubuk Ba­sung terjatuh kehilangan keseim­bangan. Sementara pengendara sepeda motor yang menyenggol langsung melarikan diri. 

“ Karena kehilangan keseim­bangan, Faizal dan Fadilah terja­tuh. Kepala Fadilah Ramadhan terbentur cukup keras ke aspal sementara Faizal Hamid me­ngalami luka serta patah tulang. Kedua Korban kemudian men­dapatkan Perawatan di rumah sakit karena mengalami luka serius,” katanya.

Dikatakannya, setelah men­dapatkan perawatan tim medis akhirnya nyawa Fadilah tidak terselamatkan. Sedangkan Faizal Hamid dirujuk ke Rumah Sakit Umum M Djamil Padang. Pihak keluarga sudah membawa jena­zah korban ke rumah duka di Kampuang Pariak Jorong III, Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, untuk disema­yamkan dan dikuburkan.  

Rusak Taman

Selain itu, pesta malam per­gantian tahun juga berimbas kepada kerusakan fasilitas umum seperti yang terjadi di kawasan taman Jam Gadang, Bukittinggi. Seorang warga, Eri Inyiak mem­posting tujuh foto kerusakan taman di kawasan itu di akun facebook-nya karena diinjak-injak oleh pengunjung.  Belum jelas berapa kerugian yang diala­mi oleh Pemko Bukittinggi aki­bat peristiwa ini. Hasilnya, ber­bagai umpatan atas ulah penik­mat pesta tahun baru ini mewar­nai status facebook Eri Inyiak ini.

Petasan Meledak

Peristiwa lain yang terjadi adalah  kejadian naas yang me­nimpa seorang karyawan Kisel Telkomsel. Adalah Gofi Fandri (25) warga Bandar Olo, Keca­matan Padang Barat alami pen­darahan hebat di sekujur tubuh setelah ia berniat hendak mele­dakkan petasan yang ada di tangannya dalam rangka me­nyambut tahun baru 2016. Keja­dian ini terjadi pada Kamis (31/12) sekitar pukul 23.45 WIB.

Gofi dievakuasi menggu­nakan tandu menuju ke arah purus karena ambulance yang berada tak jauh dari lokasi keja­dian tidak bisa keluar sama sekali karena terjebak oleh kendaraan yang memadati Pantai Padang pada malam pergantian tahun baru lalu (31/12).

“Diduga Gofi tidak menge­tahui cara penggunaan mercon yang dipegangnya, karena mercon yang ia gunakan merupakan mer­con jenis lontar, bukan mercon batangan yang menggunakan tangkai,” ungkap Kepala Kepo­lisian Sektor Kota (Kapolsekta) Kompol Sumintak saat ditemui Haluan di Pos Pengamanan Natal dan Tahun Baru di kawasan Danau Cimpago.

Sumintak melanjutkan, awal­nya ia tidak mengetahui Gofi menggunakan mercon jenis lon­tar tersebut. Ia juga menya­yang­kan bahwa yang bersangkutan meledakkan mercon di tempat orang ramai.

“Yang bersangkutan mele­dak­kan mercon di tempat orang ramai, dan ia tidak mengetahui cara penggunaan mercon tersebut sehingga mercon yang digu­na­kan­nya meledak di tangannya. Korban sendiri langsung dilari­kan ke Rumah Sakit (RS) ter­dekat oleh petugas medis dari Puskesmas Alai yang tidak jauh dari kejadian,” ungkapnya.

Tenggelam

Masih di Padang. Lima maha­siswa dari Sekolah Tinggi Kegu­ruan dan Ilmu Pendidikan Ya­yasan Darma Bakti (STKIP YDB) Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman tenggelam di perairan Pantai Air Manis pada Kamis (31/12) sekira pukul 15.00 WIB.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Haluan di lapangan, belakangan keenam korban dike­tahui bernama Nanda (22), Yozi (24), Surya (25), Arpizi (23), Rezki (20), dan Jalil (46). Jalil sendiri merupakan warga Air Manis yang menyewakan perahu untuk menyeberang ke Pulau Pisang Gadang.

“Kelima mahasiswa tersebut sebelumnya berlibur di Pulau Pasumpahan, lalu transit di Pan­tai Air Manis, sebelum meny­e­berang menggunakan perahu menuju ke Pulau Pisang Ga­dang,” kata Ketua Padang Bay­watch yang berada dibawah nau­ngan Kantor SAR Padang, Syah­ril Hakim (48) kepada Haluan.

Lanjut pria yang akrab disapa Pak In ini, saat itu pihaknya tengah melakukan patroli rutin di perairan Pantai Air Manis, lalu tiba-tiba dia mendapati keenam orang tersebut tengah me­nga­pung-apung di tengah laut, se­ketika tim-nya melakukan evakuasi korban.

“Keenam orang tersebut ber­hasil diselamatkan, namun salah seorang mahasiswa yang bernama Nanda (22), tidak bisa melan­jutkan perjalanan ke Pulau Pisang Gadang karena mengalami shock, ia sendiri telah dijemput oleh keluarganya yang menunggu di Pantai Air Manis,” terang Pria yang suka memakai celana pen­dek ini. (h/yat/mg-adl/wan)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]