Musim Buah Datang, Pedagang Untung Besar


Senin, 04 Januari 2016 - 03:01:26 WIB
Musim Buah Datang, Pedagang Untung Besar

Siapa yang tidak suka buah durian yang me­ning­galkan aroma tersendiri bagi yang memakannya. Masyarakat akan rela me­rogoh kocek dalam jika ingin menikmati alunan rasa buah yang kulitnya berduri tersebut.

Tapi jangan larut dengan terus memakan buah durian yang hampir ditemui di setiap sudut jalan di Kota Padang maupun luar Kota Padang. Saat ini buah duku atau lansek juga tak ingin kalah musim. Jika ditelusuri jalanan dan pasar pasti akan ditemui buah yang bulat kecil dengan isi yang ber­susun rapi.

Baca Juga : Dear UMKM, Ayo Manfaatkan KUR untuk Pulihkan Ekonomi Indonesia

Pastinya Anda bingung, buah apa yang harus dima­kan saat ini jika ketiga buah ini seketika musim secara bersamaan. Tentu juga Anda harus memperhatikan kon­disi tubuh saat ingin me­nikmati buah musiman ter­sebut yang diketahui mem­punyai daya kolesterol yang tinggi.

Tidak hanya yang me­nikmatinya yang merasa beruntung, si pedagang buah musiman juga seperti men­dapatkan angin sorga karena bisa masuk dalam peluang bisnis menjual buah lezat seperti rambutan, durian dan lansek tersebut.

Baca Juga : Jadi Andalan Saat Pandemi, Bank Nagari Terus Tingkatkan Layanan Digital

Sabri (40), penjual ram­butan di Pasar Raya Padang saat dijumpai Haluan, Rabu (30/12) mengatakan buah rambutan yang ia jual di­pasok dari daerah Banuaran Padang. Ia membeli ram­butan tersebut langsung ke pemilik satu pohon.

“Rambutan manis ini langsung saya beli satu po­hon seharga Rp300.000. Habis tidak habis itu resiko saya. Tapi jarang yang tidak habis dan Alhamdulillah sampai beberapa hari semua laku terjual dengan untung 50 persen,” aku bapak em­pat orang anak ini.

Baca Juga : Dear Ibu-ibu, Harga Telur Ayam di Padang Turun Nih

Dikatakannya, sekitar dua pekan yang lalu harga rambutan yang ia jual de­ngan harga Rp12.000 per kg karena belum terlalu mu­sim. Saat ini buah rambutan datang dari berbagai daerah penghasil rambutan dan otomatis harganya langsung turun. Turun sekitar Rp2.­000 per harinya.

“Saat ini saya menjual rambutan sekitar Rp4.000 per kg. Itupun sudah diso­rak-sorakkan di pasar ini,” lanjutnya.

Baca Juga : 6 Cara Belanja Perabotan Rumah Tanpa Merusak Kesehatan Finansial

Sementara itu, buah du­rian yang banyak digemari masyarakat tak kalah saing dengan menjajakannya dise­panjang jalan dan sudut kota.

Setalah menemui pen­jual rambutan, Haluan ber­jalan menusuri jalanan kota yang saat ini dipenuhi oleh penjual durian. Ada si pen­jual dadakan saat musim saja, ada juga si penjual durian yang memang ber­profesi sebagai pedagang buah.

Yanti (35) si penjual du­rian dadakan yang me­miliki batang durian di kampungnya di Pesisir Se­latan mengaku mengambil kesempatan de­ngan menjual durian di pinggir jalan. Ia menjual durian ber­pindah-pindah. Kadang di pinggir jalan pantai Padang dan kadang dipinggir jalan lain­nya.

Untuk harga Yanti me­nye­diakan berbagai macam harga yang bervariasi sesuai ukurannya. Mulai dari harga Rp5.000 per buahnya sam­pai Rp50.000 per buahnya. Disamping itu, ia juga me­nyediakan buah paket yang sudah dionggoh dengan harga yang sudah didiskon.

“Yang mengantarkan saudara di kampung saya dan disini saya hanya mem­bantu menjualkan saja. Lu­mayan untuk menambah belanja harian karena me­miliki batang duren di kam­pung,” tuturnya.

Sehari Yanti bisa men­jual durian berpuluh-puluh jum­lahnya. Namun, ada kalanya juga terjual sedikit karena faktor sudah ba­nyaknya orang yang menjual durian.

Sementara itu, hal yang sama juga dikatakan oleh penjual duku, Irma (55) di Pasar Raya Padang yang sedang asik bersorak me­nyerukan harga duku lansek kepada pengunjung pasar raya. “Rp10.000 sa kilo balilah...” kata Irma menyo­rakkan dengan lantang.

Menurutnya, pe­ngun­jung pasar tersebut memang doyan yang bersorak-sorak untuk sesuatu baik itu ma­kanan maupun yang lainnya. Dalam sehari, Irma bisa menjual lansek dagangan­nya sebanyak tiga karung dengan harga Rp10.000 per kg.

“Tiga hari yang lalu har­ganya masih Rp15.000 per kg. Saat ini sudah mulai banjir dan harganya ber­ansur turun menjadi Rp10.­000 per kg. Bisa saja paling bawah harganya mencapai Rp8.000 per kg nanti jika makin banjir,” paparnya.

Dengan musimnya buah tersebut, tentu saja bisa sedikit memutar roda per­ekonomian Sumbar.

Demikian disampaikan oleh Pengamat Ekonomi UNP Yuliandri pada Ha­luan, Rabu (30/12) bahwa dengan adanya buah mu­siman tersebut bisa menjadi moment yang baik bagi rumahtangga yang memiliki batang dari buah tersebut.

“Seberapa besarnya pe­ngaruh tentu harus kita hitung dulu. Namun tentu saja berpengaruh karena sebagian besar masyarakat kita memiliki batangnya dan bisa memanfaatkannya menjadi ladang pencarian,” ujarnya.

Namun, jangan sampai terlena dengan kelezatan buah tersebut karena bisa mendatangkan penyakit yang membahayakan tubuh. Masyarakat harus jeli meng­kondisikan tubuh dengan mengkonsumsi jumlah buah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Eka Lusti pada Haluan, mengatakan harus berhati-hati dalam meng­konsumsi buah tersebut. 

“Sebenarnya bukan bu­ahnya yang berbahaya na­mun cara memakannya. Se­bagian kita banyak yang memakan dengan cara yang salah seperti membuka ku­litnya dengan mulut seperti rambutan dan lansek. Ka­rena buah tersebut banyak mengandung kuman yang mendatangkan pe­nyakit,” terangnya.

Dikatakannya, selain harus jeli, masyarakat juga harus mengurangi kom­sumsi buah yang berlebihan karena terkadang kondisi tubuh sedang tidak fit. (h/mg-win)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]