Curanmor Kasus Terbesar di Padang Panjang


Senin, 04 Januari 2016 - 03:04:56 WIB
Curanmor Kasus Terbesar di Padang Panjang

 “ Kasus kriminal di wilayah hukum Polres Padang pan­jang, yang cukup menonjol adalah kasus Curanmor dan Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas). Kasus Cu­ranmor yang terjadi selama tahun 2015 sebanyak 79 ka­sus, sementara pada tahun sebelumnya hanya 38 ka­sus,” Ujar AKBP Heru Yulianto yang didampingi Waka­polres Kompol S Priono, kepada wartawan, Kamis (31/12).

Untuk kasus Laka Lantas, selama tahun 2015 terjadi 103 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 19 jiwa, luka berat 20 jiwa dan luka ringan sebanyak 176 jiwa dengan kerugian materi mencapai Rp284.550.000.

Baca Juga : Kematian Karena Covid-19 di Sumbar Bertambah 5 Orang

“Meningkatnya kasus laka lantas dan curanmor lebih banyak disebabkan oleh kelalaian dan lemahnya pengawasan dari pemilik kendaraan. Banyak kasus pencurian baru dilaporkan setelah beberapa hari kejadian, sehingga kita kesulitan untuk mengungkap kasus tersebut, karena rata-rata kendaraan curian tersebut dibawa keluar Padang Panjang,” terangnya.

Disampaikannya, selain dua kasus yang meningkat tersebut, beberapa kasus lainnya di Padang Panjang selama tahun 2015 justru terjadi penurunan, seperti pencurian dengan kekerasan (Curas) hanya 3 kasus, pencurian dengan pemberatan (Curat) hanya 51 kasus  dan pelanggaran lalu lintas 4.414 kasus.

Baca Juga : Kota Padang dan Tanah Datar Sumbang Pasien Positif Covid-19 Terbanyak di Sumbar

Selain itu, untuk mengantisipasi kemacetan menahun yang terjadi di jalur lalu lintas Padangpanjang-Bukittinggi, akibat dari aktivitas pasar Koto Baru Kecamatan X Koto, jajaran Polres Padang Panjang terus melakukan berbagai langkah antisipasi agar kemacetan setiap hari Senin itu bisa diurai.

“Untuk penanganan kemacetan di Koto Baru, kita terus mencari formula yang pas. Mulai dari penempatan personil hingga pemasangan roadbariel disepanjang pasar tersebut,” kata AKBP Heru Yulianto

Baca Juga : Pasien Sembuh Covid-19 di Sumbar Mencapai 23.803 Kasus

Dikatakannya, kemacetan yang terjadi di Pasar Koto Baru tersebut, merupakan tanggung jawab bersama antara pihak kepolisian, pedagang dan pemerintah daerah dalam mencarikan solusi terhadap permasalahan yang dialami.

“Selama ini kita telah menyiagakan personil di lokasi pasar untuk mengatur arus lalu lintas, termasuk juga dengan memasang roadbariel disepanjang jalur pasar tersebut. Tetapi, itu belum efektif dan kemacetan tetap saja terjadi akibat proses bongkar muat barang di lokasi pasar tersebut,”katanya.

Baca Juga : Satpol PP dan Damkar Solsel Komitmen Tingkatkan Pelayanan Publik

Dalam mencarikan solusi terhadap permasalahan tersebut, lanjut Kapolres, pihaknya juga telah melaku­kan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanah­datar, Camat X Koto dan Wali Nagari Koto Baru. Tetapi, langkah konkretnya belum terealisasi hingga saat ini. (h/mg-pis)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]