Penderita DBD Meningkat Tajam di Sijunjung


Senin, 04 Januari 2016 - 03:25:33 WIB
Penderita DBD Meningkat Tajam di Sijunjung

Data tersebut di­kum­pul­kan melalui RSUD dan pu­s­­­kesmas yang ada di ka­bu­paten berjuluk Lansek Ma­nih ini. Sepanjang 2015 lalu, jumlah kasus terbanyak tercatat di kecamatan Si­jun­jung berjumlah 47 kasus, dan di kecamatan Muaro Bodi berjumlah 20 kasus, se­lan­jut­nya kecamatan Lubuk Tarok sebanyak 11 kasus.

Karenanya, Dinas Ke­sehatan Kabupaten Si­jun­jung kembali mengajak se­luruh masyarakat untuk pro aktif memberantas sarang nyamuk di lingkungannya. Langkah ini diharapkan da­pat mencegah menyebarkan penyakit DBD selama mu­sim hujan, menyusul me­ning­katkan warga di Ka­bu­paten Sijunjung yang ter­jang­kiti penyakit ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung dr. Ed­win Suprayogi M.Kes be­berapa waktu lalu me­nga­takan bahwa pihaknya telah melakukan segala upaya un­tuk mengantisipasi men­cegah bertambahnya jumlah korban yang terjangkit DB­D. Upaya tersebut di an­tara­nya  dengan me­nge­luarkan surat edaran oleh dinas kese­hatan, pemda dan tiap-tiap UKS serta mela­kukan pen­yu­luhan langsung melalui radio dan pus­kes­mas keliling.

Akan tetapi hal tersebut belum berjalan secara efi­sien dan tepat guna, karena pada dasarnya masyarakat itu sendiri harus lebih me­ning­katkan kesadaran untuk menciptakan  ingkungan rumah yang sehat dan bebas dari jentik nyamuk.

“Kami dari Dinas Ke­se­hatan Kabupaten Sijunjung berharap dengan bersama-sama memberantas sarang nyamuk di saat musim hu­jan, masyarakat dapat me­ne­kan adanya ancaman pe­ning­katan kasus DBD  di daerah Kabupaten Si­jun­jung, “ ujarnya.

Pihaknya juga men­jelas­kan, jika hanya melakukan pengasapan atau fogging saja, hal tersebut hanya mem­bunuh nyamuk beru­kuran dewasa saja, se­men­tara jen­tiknya atau bakal nyamuk dewasa masih hidup.

“Jadi selain melakukan fogging atau pengasapan, kami juga menghimbau wa­r­ga melakukan 3M yakni menutup, menguras serta menimbun tempat-tempat yang menyimpan air dan bisa digunakan nyamuk untuk berkembang biak, sehingga jentik nyamuk ter­sebut juga tidak bisa hidup,” jelasnya.

Edwin menuturkan bah­wa tugas menjaga ke­ber­sihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pem­kab saja, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, se­hing­ga perlu adanya komitmen bersama dalam mengelola wilayahnya masing-masing dengan cara bergotong ro­yong untuk memberantas sarang nyamuk.

“Lebih baik me­ngan­tisi­pasi sebelum terjangkit kasus DBD dengan kegiatan kerja bakti atau gotong ro­yong di lingkungannya ma­sing-ma­sing  selama satu jam dalam satu minggu un­tuk mem­bersihkan ling­kungan sekitar disamping melakukan 3M tadi,” tukasnya. (h/ogi)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]