Golkar Sumbar Gelar Musda Minggu Depan


Senin, 04 Januari 2016 - 03:32:19 WIB
Golkar Sumbar Gelar Musda Minggu Depan

Hal tersebut di­sam­paikan oleh Ke­tua Pelaksana Musda, Yulman Hadi.  Acara akan digelar di Hotel Pangeran Beach, Padang. Musda tersebut didasari Petunjuk Pelaksana Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar No: Juklak-4/DPP/GOLKAR/XII/2015 ten­­tang Perubahan Juklak-3/DPP/GOLKAR/XI/2015 ten­tang Penyelenggaraan Musya­warah-musyawarah Partai Golo­ngan Karya di daerah, tertanggal 11 Desember 2015.

“Juklah Musda ini, telah ditindaklanjuti DPD Partai Gol­kar Sumbar dalam rapat pleno pada 26 Desember 2015 tentang dihelatnya Musyawarah Daerah IX Partai Golkar Provinsi Suma­tera Barat. Adapun tema Musda IX ini adalah ‘Solid Terkon­solidasi, Efektif Mengemban Misi, Berjaya Kala Pemilu’,” ujarnya, Minggu (3/1).

Ditegaskan Yulman, pelak­sanaan Musda IX ini bukanlah tergesa-gesa atau sengaja diper­cepat. Semuanya digelar seiring dengan terbitnya perubahan Juklak-4/DPP/GOLKAR/XII/2015 yang menyebutkan, Musda Provinsi diselenggarkan pada Desember 2015 sampai Februari 2016. Sehingga, terang Yulman, pelaksanaaan konsolidasi or­ganisasi mulai dilakukan di tingkat provinsi.

“Jika mengacu pada Juklak-3/DPP/GOLKAR/XI/2015, me­mang pelaksanakan Musda pro­vinsi diselenggarakan pada 1 Juni 2016 sampai dengan 30 Juli 2016, sehingga konsolidasi bisa dari tingkat lurah/nagari lalu berjenjang sampai provinsi. Ka­rena terjadi perubahan, tentu kita harus patuh pada keputusan DPP,” tegas Yulman.

Ia juga mengimbau kader dan pemegang hak suara, untuk komit menyukseskan pelaksanaan Mus­da IX Partai Golkar Provinsi Sumatera Barat, sehingga lon­solidasi organisasi bisa berjalan dengan baik dan akhirnya bisa berkontribusi untuk kese­jah­teraan dan pembangunan masyarakat.

Kubu AL Pertanyakan

Terpisah, Ketua DPD Golkar versi Agung Laksono (AL) Yan Hiksas, mempertanyakan dasar hukum untuk dilaksanakan Mus­da tersebut karena kedua kubu Golkar tidak punya SK. Ia juga menga­takan, meskipun SK pihak AL sudah dicabut, namun peme­rintah tidak melarang untuk berkumpul.

“Kalau mereka melaksa­na­kan Musda itu haknya, namun status hukumnya apa,” ujarnya mem­per­ta­nyakan, Minggu (3/1) malam.

Namun demikian, pihaknya tetap mendorong pelaksanaan Musda yang akan dilaksanakan. Ia berharap Musda tersebut berjalan dengan trasparan, demo­kratis, dan benar-benar mende­ngarkan aspirasi masyarakat.

“Kita juga mengakui bahwa Golkar kalah telak pada pilkada kemarin, dan dengan kalahnya Golkar perlu dilakukan perbai­kan serta evaluasi,” ulasnya.

Ia menjelaskan, kekalahan Partai Golkar kali ini luar biasa. untuk itu perlu dilakukan peng­kajian ulang, dan evaluasi agar Golkar kembali berjaya di Sum­bar. “Pada pilgub calon kita kalah, di Pasaman juga kalah, di Agam juga kalah bahkan yang menang itu independen, dan beberapa kabupaten lainnya,” pungkasnya.

Ketika ditanyakan terkait kekalahan Golkar pada pilkada kali ini ada hubungannya dengan terbelahnya partai berlambang beringin ini, ia menyangkal dan mengatakan suatu partai dikata­kan menang karena berhasil mengan­tarkan calonnya duduk menjadi kepala daerah dengan kerja sama yang baik. (h/rel/mg-rin)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]