La Nyalla Siap Turuti Menpora


Selasa, 05 Januari 2016 - 03:34:44 WIB

Imam sebelumnya mengatakan bahwa ia bersedia mencabut pembekuan PSSI dengan beberapa syarat. Salah satu yang ditekankannya adalah transparansi soal kontrak pemain. Ia tak mau ada pemain yang gajinya tidak terbayarkan oleh pihak klub.

“Federasi (PSSI) harus mau bertindak tegas kepada klub, jadi tidak ada masalah atau keluhan lagi dari para pemain,” ujar Imam.

Ucapan Imam itu pun mendapatkan tanggapan dari La Nyalla. Ia mengaku setuju bahwa pihak klub harus transparan terkait kontrak dengan pemain. “Saya sangat setuju dengan persyaratan tersebut. Saya ini sedang istiqomah menegakkan statuta dan aturan yang jelas,” ujar La Nyalla di situs resmi PSSI.

“Tidak ada yang lain. Bagi saya selama itu tidak melanggar statuta PSSI, kami siap dengan tegas melakukan itu. Saya selalu siap jika itu benar,” tegasnya.

Pembekuan PSSI oleh Menpora berbuntut panjang. Federasi sepakbola dunia, FIFA, menganggap bahwa itu adalah bentuk campur aduk pemerintah terhadap federasi sepakbola yang mana, menurut FIFA, adalah sebuah pelanggaran. Imbasnya, FIFA pun menjatuhkan sanksi kepada Indonesia. Akibat sanksi tersebut, Indonesia tidak bisa ikut berpartisipasi di turnamen-turnamen internasional di segala level, plus tidak bisa menjalankan kompetisi.

Ketiadaan kompetisi lokal kemudian ditanggapi dengan bermunculannya sejumlah turnamen, mulai dari Piala Presiden, Piala Kemerdekaan, hingga Piala Jenderal Sudirman. Namun, beberapa pemain mengaku lebih suka bermain di kompetisi liga ketimbang turnamen-turnamen semacam itu.

“Saya akui, tidak begitu puas dengan adanya cuma turnamen-turnamen. Kondisi seperti ini sangat mempengaruhi psikis pemain, yang kami butuhkan cuma kompetisi, bukan turnamen. Saya berharap ada jalan keluar di 2016, masa begini terus,” ujar Samsul Arief, striker Arema Cronus.

“Turnamen, pemain hanya dikontrak dua sampai tiga bulan, sama saja dengan tarkam. Kami bosan, bermain sepakbola tanpa tujuan jelas. Kalau kompetisi itu pemain bisa ke timnas, klub bisa tampil di kompetisi Asia,” kata pemain Bali United, Bobby Satria.

Ketiadaan kompetisi juga membuat beberapa pemain memilih untuk pindah atau menjalani trial dengan klub Liga Malaysia.”Kalau begini terus, saya mungkin tahun depan akan pindah kompetisi di Malaysia,” ucap Samsul pada pekan lalu. (h/dtc)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com


[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM