Kasus Pelanggaran Perda Sampah Mendominasi


Selasa, 05 Januari 2016 - 03:42:36 WIB
Kasus Pelanggaran Perda Sampah Mendominasi

Penegak Peraturan Da­erah (Perda) ini saling bahu membahu dalam me­nun­taskan segala bentuk pe­langgaran. Hasilnya 2.996 kasus dapat teratasi.

Selama tahun 2015 itu, kasus yang berhasil ditun­taskan Satpol PP Kota Pa­dang diantaranya kasus Pe­da­gang Kaki Lima (PKL), Gelandangan Pengamen Pengemis Anak Jalanan dan Orang Gila (GPAO), ke­nakalan remaja, Surat Izin Tempat Usaha (SITU), ba­ngunan liar, penyakit ma­syarakat (Pekat) dan lain­nya. Kasus yang disebut terakhir merupakan  kasus yang cukup meresahkan masyarakat.

“Selama 2015 terhitung sejak bulan Mei hingga De­sember, kita berhasil me­nuntaskan 365 kasus pe­kat,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Ka­satpol PP) Firdaus Ilyas didampingi Kabid Pe­nega­kan Perda, Edi Asri saat dikonfirmasi di Mako Satpol PP, Senin (4/1).

Kasus penyakit ma­sya­ra­kat yang berhasil ditun­taskan Satpol PP yakni pemberantasan kafe ilegal, salon dan fasilitas umum yang dijadikan tempat me­sum.

“Termasuk membe­ra­ngus pondok baremoh Pasir Jambak pada 29 Mei lalu. Sebanyak 105 pondok kita bongkar dan bakar,” papar Firdaus Ilyas.

Firdaus merinci, pada bulan Mei itu sebanyak 12 kasus Pekat berhasil di­berantas. Begitu juga pada Juni (12 kasus), Juli (35 kasus), Agustus (46 kasus), September (57 kasus), Ok­tober (68 kasus), November (70 kasus), dan Desember (65 kasus).

Kemudian, dari 2.996 kasus yang diatasi selama 2015 itu, kasus paling ba­nyak ditangani Satpol PP yakni pelanggaran Perda sampah.

Sebanyak 527 ka­sus pelanggaran Perda sam­pah dapat teratasi.

“Kita memberikan tegu­ran simpatik K3 terhadap 527 masyarakat yang me­lakukan pelanggaran Perda Nomor 21 tahun 2012,” ucapnya.

Sedangkan kasus ter­banyak kedua adalah mem­berantas pedagang kaki lima (PKL) yang membandel. “Sebanyak 492 kasus PKL kami atasi tahun kemarin,” timpal Edi Asri.

Kasus kenakalan remaja menghiasi lembaran kerja Satpol PP sepanjang 2015. Personil Satpol PP men­dapati kasus kenakalan re­maja seperti tawuran dan cabut sekolah. “Untuk ke­nakalan remaja ini sebanyak 433 kasus kita tangani,” ujarnya lagi.

Kasus lain yang ter­ta­ngani selama 2015 yakni bangunan liar tanpa izin sebanyak 426 kasus, ke­mudian GPAO sebanyak 371 kasus, serta SITU se­jum­lah tempat usaha seperti warnet, kafe dan karaoke, penginapan, hotel melati dan bilyard. “SITU yang berhasil kita ungkap yakni 309 kasus,” terang Edi As­ri.(h/ows)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]