Bangunan Baru Belum Difungsikan

Pasar Lubuk Buaya Biang Kemacetan


Selasa, 05 Januari 2016 - 03:46:37 WIB
Pasar Lubuk Buaya  Biang Kemacetan Susunan kios milik pedagang terlihat dari atas bangunan Pasar Lubuk Buaya, Padang, Senin (4/1). Pasar tersebut termasuk pasar satelit yang ada di Kota Padang. (RIVO SEPTI ANDRIES)

Pantauan Haluan, Senin (4/1), di Pasar Lubuk Buaya terlihat kendaraan terpaksa beringsut-ingsut karena pe­da­gang menggunakan badan jalan.

Ada yang menjual buah-buahan, sayuran dan parkir di pinggir jalan. Se­lain itu, angkot yang ber­henti dise­barang tempat juga mem­buat kemacetan.

Baca Juga : Tahun 2020, Capaian PAD Perumda AM Kota Padang Melebihi Target

Kesemrawutan pasar ini tidak lepas dari akibat pasar tersebut terbakar beberapa waktu lalu. Salah seorang pengguna jalan Anto, kepa­da Haluan, mengatakan, Pemko harus bisa menata pasar yang dilewati oleh jalan nasional. Karena me­nurutnya jalan di depan Pasar Lubuk Buaya me­rupakan jalan nasional. Ka­lau kondisi pedagang masih centang parenang akan ber­imbas ke jalan.

“Lokasi pasar ini, kan luas, kenapa jalan yang digu­nakan untuk berdagang. Harusnya Pemko Padang bisa mengawasi pedagang yang suka berjualan di tro­toar dan badan jalan,” tan­dasnya.

Baca Juga : Perumda AM Kota Padang Umumkan Pemenang Lomba Karya Tulis Artikel HUT ke-46 Tahun

Ia menambahkan, se­bagian pedagang sudah ter­biasa berdagang di pinggir jalan, sehingga tempat yang layak sering dianggap tidak tepat. Sebab, pembeli lebih suka berbelanja di pinggir jalan.

“Pemko pemegang ke­kuasaan, masa tidak bisa merubah pemikiran rakyat yang seperti itu,” ucapnya.

Baca Juga : Ada 52 Kasus Pernikahan di Bawah Umur di Kota Padang Tahun 2020, Penyebab Utama 'Hamil Duluan'

Hal serupa juga dike­luhkan oleh Dini, warga Lubuk Alung. Baginya me­le­wati pasar Lubuk Buaya di jam sibuk memang tidak bisa menghindari macet, karena antara kendaraan yang lewat dengan pedagang berebut.

“Di Padang ini ada dua pasar yang membuat macet jalan nasional, satu pasar Lubuk Buaya dan pasar Ban­da Buek. Sudah ber­ulang kali pemerintah punya cara tidak juga manjur,” jelasnya.

Baca Juga : Cuma 2 Menit, Cetak Dokumen Kependudukan di Disdukcapil Kota Padang dengan Anjungan Dukcapil Mandiri

Ia menyarankan agar Pemko mengoptimalkan bangunan yang sudah di­dirikan. Karena, selama pedagang tidak ditata, maka berjualan di jalan menjadi kesenangan. Padahal, tem­pat sudah dibangunkan un­tuk berdagang.

“Keberanian Pemko saja untuk menata pedagang. Pemko yang memiliki lo­kasi berdagang harus te­gas. Karena Padang menjadi salah satu kota rujukan dan kota pedoman di Sumbar ini. Apalagi Padang ibu kota provinsi,” sarannya.

Kepala Dinas Perin­dustrian Perdagangan Per­tambangan dan Energi (Di­sperindagtamben) Kota Pa­dang Hendrizal Azhar, me­ngatakan, Pasar Lubuk Bu­aya sudah diserahkan ke dinas pasar bersamaan de­ngan pasar Inpres IV.

“Kita sudah serah teri­ma, kok,” ucapnya.

Terkait kapan pedagang akan menempati, menu­rutnya, dia kurang me­nge­tahui. Karena itu kewe­nangan dinas pasar yang mengatur pedagang. Se­dangkan pihaknya hanya membangun pasar tersebut pascakebakaran.

“Untuk relokasi dan pembangunan kembali pa­sar di Lubuk Buaya yang terbakar memakan biaya sebesar Rp1,7 miliar,” ka­tanya.

Sementara itu, Sek­re­taris Dinas Pasar Jasman mengaku sedang mem­per­sia­pkan pemindahan pe­dagang ke lantai II Pasar Lubuk Buaya Kota Padang. Penyerahan dari proyek ke Pemko memang sudah dila­kukan.

“Harus dipersiapkan dulu segala sesuatunya. Ka­rena kita ingin tidak ada riak, semuanya berjalan aman dan lancar,” pung­kasnya. (h/ows)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]