Pemerintah India Lambat Respon Gempa


Selasa, 05 Januari 2016 - 03:47:39 WIB
Pemerintah India Lambat Respon Gempa WARGA melihat rumah mereka yang rusak setelah terkena gempa di Imphal, India, Senin (4/1). (ANTARA)

Hal itu disebabkan ma­sih kurangnya peralatan berat yang dapat membantu proses pembersihan puing.

Selain itu, pemerintah juga belum memberikan informasi jelas terkait insi­den yang menelan nyawa sembilan orang tersebut.

Baca Juga : Sri Mulyani: Joe Biden Bawa Harapan Pemulihan Ekonomi Dunia

“Kami belum melihat adanya bantuan apapun dari pemerintah,” kata seorang sukarelawan bencana alam, Kanarjit Kangujam, pada Reuters.

Juru bicara Ke­men­te­rian Dalam Negeri India, Singh Dhatwalia, menga­takan pada Wall Street Jour­nal situasi itu tengah terus diawasi.

Baca Juga : Pelantikan Presiden AS, Jokowi Ucapkan Selamat pada Joe Biden

PM India Narendra Mo­di dikatakan terus me­nga­wasi secara aktif situasi pascagempa, setelah mem­bicarakan itu dengan pemda setempat.

Narendra melalui Twit­ter sudah mengatakan bah­wa dirinya telah menghu­bungi otoritas Imphal, yang menjadi pusat gempa berke­kuatan 6,7 Richter itu.

Baca Juga : Joe Biden Wajibkan Pemakaian Masker di Semua Gedung Federal

Sedangkan, tim SAR masih berjuang menemukan korban selamat yang ter­timbun puing bangunan yang roboh, meski belum pasti berapa banyak yang hilang. 

Seperti di Panci Penggorengan

Baca Juga : Distribusi Dihentikan, Vaksin Corona Moderna Sebabkan Alergi Parah

Gempa bumi yang meng­guncang sebelah timur laut India dikatakan telah membuat warga merasa se­per­ti dilempar. Saat gempa berkekuatan 6,7 skala Rich­ter itu mengguncang daerah Imphal, India, Senin (4/1/2016) dini hari, warga ma­sih terlelap tidur.

Gempa itu dikatakan sampai merobohkan plafon dan tangga bangunan, dari gedung, rumah, hingga per­tokoan. “Rasanya seperti dilempar-lempar di panci penggorengan,” kata se­orang saksi mata, Joy Thang­l­ian, kepada Reuters.

Disebutkan goncangan itu menelan nyawa sembilan orang, namun yang diakui otoritas setempat pada Wall Street Journal adalah enam orang.

“Ini adalah gempa terbe­sar yang pernah kami rasa­kan di Imphal,” ucap se­orang petugas tim SAR, Kanarjit Kangujam, melalui telepon.

Korban cedera yang di­ka­takan mencapai ratusan orang telah mendapat pera­watan di rumah sakit, na­mun tak ada yang kon­disi­nya hingga kritis.

Gempa yang meng­han­cur­kan bangunan ini pun memutus hubungan tele­komunikasi dan listrik di beberapa tempat terpencil di daerah itu. (h/trn)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]