Jelang Rakornas PDIP

Mega Beri Pidato Politik, Jokowi Pengarahan Tertutup


Selasa, 05 Januari 2016 - 03:49:07 WIB

Megawati Soe­kar­no­put­ri akan memberikan pidato politik secara terbuka. Se­men­tara Joko Widodo hadir dalam kapasitasnya sebagai kader partai dan akan mem­berikan arahan bagi peserta rakornas secara tertutup.

Rakornas akan mem­bahas banyak hal. Mulai dari pembangunan nasional, evaluasi pilkada serentak 2015 dan strategi meng­hadapi pilkada serentak 2017, serta evaluasi kinerja kepala daerah yang diusung PDIP.

Sekjen DPP PDI-P, Has­to Kristiyanto menuturkan, rakornas PDIP kali ini juga menitikberatkan pada Tri­sakti pembangunan. “Kita berbicara tentang 45 tahun ke depan. Oleh karena itu, rakernas berbicara tentang pembangunan semesta. Ska­la prioritasnya Trisakti dan mewujudkan ekonomi ber­di­kari,” kata Hasto Kri­sta­nto di Gedung DPP PDI-P, Me­n­teng, Jakarta, Senin (4/1).

Hasto menambahkan, penanaman soal konsep Trisakti dan pembangunan penting dilakukan untuk membenahi kondisi Indo­nesia yang dihadapkan pada kenyataan semakin lebarnya jurang kesenjangan eko­nomi dan sosial. Pem­bangu­nan di Indonesia belum mewujudkan harapan rakyat terutama ideal yang di­ta­nam­kan pendiri bangsa untuk model ekonomi yang berdikari.

“Kita menghadapi rea­litas sebagai negara terkaya kandungan bumi. Bila kita berbicara tentang ke­sejah­teraan dan pondasinya Pan­casila, kita ternyata ada kesenjangan,” imbuh dia.

Ditambahkan politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari menyatakan, dalam Ra­ker­nas 2016 diharapkan jadi momen bagi partai ber­lam­bang banteng moncong pu­tih untuk bisa menjalankan fungsi parpol dengan lebih baik. “Mudah-mudahan ra­ker­nas nanti bisa hasilkan program yang jalankan fung­si parpol sebagai agen peru­bahan sosial untuk kembali ke konstitusi,” kata Eva.

Diakui untuk mengajak banyak kelompok agar mau kembali taat konstitusi bu­kanlah pekerjaan ringan. Bisa jadi hal yang cukup berat dalam praktik ber­de­mo­krasi di alam desen­tra­li­sasi saat ini yaitu dalam aspek kedaulatan, berdikari dan membangun karakter berkepribadian.

Sementara Revrisond Baswir, dosen Fakultas Ek­o­nomika dan Bisnis UGM menjelaskan, dengan di­gelar­nya rakernas PDIP, diharapkan jadi momentum koreksi sistem ekonomi neokolonial.

Revrisond menjelaskan, amanat konstitusi di dalam Pembukaan UUD 1945 dan pasal demi pasal yang ada, terutama untuk pen­jabaran pasal 33 sudah jelas ada tanggung jawab na­sio­nal. Bukan melekat pada diri sendiri, satu golongan saja. Tapi harus menjadi tanggung jawab bersama untuk mengoreksi struktur perekonomian nasional ya­ng bercorak kolonial hingga kini.

“Kita bisa rasakan ba­gai­mana sistem ekonomi bor­juasi bekerja. Sekarang ini kita alami itu. Sebagai partai pelopor, tentu masalah ini jadi tanggung jawab PDI Perjuangan untuk bersama-sama lakukan koreksi,” kata Revrisond Baswir, kemarin.

Revrisond me­nam­bah­kan sebagai partai yang tu­rut membentuk pe­me­rinta­han, PDIP memang harus memulai dulu. Jadi pelopor dan memberikan tekanan bersama. Salah satunya de­ngan melihat lagi semua dokumen negara, RPJMN maupun RPJMD. Apakah di dalam dokumen pem­bangunan yang ada sudah jadi bagian integral amanat konstitusi. (h/mdk)







Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com


[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 12 Februari 2020 - 14:38:34 WIB

    Diduga Langgar Aturan Partai, Megawati Digugat ke Pengadilan

    Diduga Langgar Aturan Partai, Megawati Digugat ke Pengadilan ACEH, HARIANHALUAN.COM -- Kader Partai PDIP, Imran Mahfudi menggugat Ketua Umum Megawati Soekarnoputri ke Pengadilan Negeri Banda Aceh. Ia menggugat hasil Konferensi Daerah V PDIP yang digelar Agustus 2019 lalu yang dini.
  • Kamis, 06 Februari 2020 - 15:00:09 WIB

    Megawati Meninggal Dunia, Tulis Wasiat: Jangan Bikin Anakku Menangis

    Megawati Meninggal Dunia, Tulis Wasiat: Jangan Bikin Anakku Menangis SULAWESI SELATAN, HARIANHALUAN.COM - Megawati (20), warga Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, mengakhiri hidupnya di depan buah hatinya, Senin, 3 Januari 2020..
  • Ahad, 12 Januari 2020 - 09:52:19 WIB

    Merokok di Luar saat Rakernas, 26 Kader PDIP Dihukum Megawati

    Merokok di Luar saat Rakernas, 26 Kader PDIP Dihukum Megawati JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri memberikan sanksi kepada 26 kader partainya, lantaran tidak disiplin selama hari kedua Rapat Kerja Nasional I di JIexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, .
  • Kamis, 09 Januari 2020 - 08:08:18 WIB

    Begini Tanggapan Megawati Soal 9 Gelar Doktor HC yang Diraihnya

    Begini Tanggapan Megawati Soal 9 Gelar Doktor HC yang Diraihnya JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Presiden kelima RU Megawati Soekarnoputri mengaku tak tahu sebab dirinya mendapat sembilan gelar doktor honoris causa dari berbagai universitas. Namun, ia tetap mengklaim berbagai prestasi dalam bi.
  • Senin, 23 Desember 2019 - 08:23:40 WIB

    Curhat Megawati: Saya Merasa Kesepian

    Curhat Megawati: Saya Merasa Kesepian JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyoroti keterlibatan perempuan di dunia politik yang menurutnya masih sedikit. Karena itu, Megawati merasa kesepian..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM