Penurunan Harga BBM, Energi Baru di Awal 2016


Selasa, 05 Januari 2016 - 03:50:08 WIB
Penurunan Harga BBM, Energi Baru di Awal 2016

Selanjutnya mulai Selasa (5/1) pukul 00.00 WIB, harga premium menjadi Rp6.950 per liter, dan harga solar menjadi Rp5.650 per liter. Harga premium turun Rp350 per liter, sedangkan solar Rp1.050 per liter. Harga premium sebelumnya Rp7.300 per liter, sedangkan solar Rp6.700 per liter.

Pemerintah mesti menyiapkan payung hukum terlebih dahulu jika ingin membebankan dana keta­hanan energi kepada setiap masyarakat pembeli BBM jenis premium dan solar sebagaimana yang tercantun dalam UU No 30  Tahun 2007 Pasal 30 tentang Energi. Pemerintah sebagaimana yang dikatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said sebelumnya sempat akan memungut dana ketahanan energy dari masyarakat dengan rincian Rp200 per liter premium dan Rp300 per liter solar.

Baca Juga : Prabowo dan Habib Rizieq

Namun langkah ini dapat kritikan tajam dari sejumlah pihak dan yang paling menarik perhatian adalah kritikan dari pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra. Menurut  Yusril UU No 30 Tahun 2007 Pasal 30 tentang Energi tidak dapat dijadikan payung hukum dalam menghimpun atau menarik dana ketahanan energi yang selanjutnya digunakan untuk riset.

Sangat diharapkan penurunan harga BBM di awal tahun 2016 ini dapat memberikan energi baru bagi perekonomian masyarakat, daerah dan nasional, sehingga bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kendati besaran penurunan harga BBM tidak terlalu signifikan, tetapi setidaknya mampu mengurangi beban pengeluaran masyarakat, biaya produksi industri UMKM, industri menengah dan besar serta biaya angkutan   barang dan lainnya. Kebijakan ini juga akan cukup membantu ketika perusahaan dan industri dalam kondisi sekarang dihadapkan pada kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kota (UMK).

Baca Juga : Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

Kebijakan penurunan harga BBM menyusul terja­dinya penurunan harga minyak dunia juga akan ‘setel’ dengan lima peket kebijakan ekonomi pemerintahan Jokowi-JK yang diluncurkan pada Bulan September dan Oktober 2015. Sebagaimana diketahui maksud dari peluncuran lima paket ekonomi itu dulunya adalah untuk memberikan pesan yang kuat mengenai ke­seriusan mengatasi krisis ekonomi global dan per­lambatan perekonomian domestik.

Paket kebijakan ekonomi yang pertama dikeluarkan pada 9 September 2015. Pada paket jilid pertama itu pemerintah menitikberatkan kebijakan deregulasi untuk menggerakkan sektor riil dalam mengantisipasi dampak krisis global dan melindungi masyarakat yang ber­pendapatan rendah.

Baca Juga : Catatan Akhir Tahun (2): Kita Sungguh Perlu Bersatu

Kebijakan deregulasi mencakup 98 peraturan untuk menghilangkan duplikasi, memperkuat koherensi dan konsistensi, serta memangkas peraturan yang tidak relevan atau menghambat daya saing industri. Untuk itu akan disiapkan 17 rancangan peraturan pemerintah, 11 rancangan peraturan presiden, 2 rancangan instruksi presiden, 63 rancangan peraturan menteri, dan 5 aturan lainnya yang akan selesai hingga Oktober 2015.

Kebijakan deregulasi berlanjut ke paket jilid dua yang dikeluarkan pada 29 September 2015. Pada paket kedua ini kebijakan deregulasi difokuskan untuk memperbaiki iklim investasi dan tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Iklim investasi diperbaiki dengan meringkas waktu proses perizinan.

Baca Juga : Catatan Akhir Tahun(1) : Ekonomi Menyedihkan

Tiga paket selanjutnya dikeluarkan pemerintah pada Oktober 2015. Pada paket kebijakan ekonomi jilid tiga yang dikeluarkan pada 7 Oktober pemerintah secara rinci mengeluarkan arahan yang lebih konkret untuk menjaga iklim investasi, menekan biaya izin usaha, dan menjaga daya beli masyarakat. Kebijakan-kebijakan menyasar sektor riil, energi, pertanahan, dan keuangan. **

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 04 Januari 2021 - 09:37:20 WIB

    Prabowo dan Habib Rizieq

    Prabowo dan Habib Rizieq Partai Gerindra sungguh seperti berkayuh di antara dua karang dalam bersikap terhadap kasus yang dialami Habib Rizieq Sihab (HRS), Ormas dan pengikutnya sekarang ini. .
  • Kamis, 31 Desember 2020 - 20:46:02 WIB

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam

    Catatan Akhir Tahun (4): Selamat Tinggal Tahun Kelam TAHUN 2020 segera akan berakhir. Tahun 2021 segera akan tiba. "Selamat tinggal tahun 2020. Selamat tinggal tahun kelam. Selamat tinggal tahun yang penuh dengan kepahitan hidup. .
  • Senin, 28 Desember 2020 - 14:48:33 WIB

    Catatan Akhir Tahun (2): Kita Sungguh Perlu Bersatu

    Catatan Akhir Tahun (2): Kita Sungguh Perlu Bersatu DARI pengalaman kita selama di tahun 2020 yang nyaris tak berhenti hidup dalam pertengkaran, hidup dalam perseteruan politik dan hukum yang berkepanjangan, sudah selayaknyalah kita mengubah pola hidup begini kepada pola hidup.
  • Ahad, 27 Desember 2020 - 21:15:22 WIB

    Catatan Akhir Tahun(1) : Ekonomi Menyedihkan

    Catatan Akhir Tahun(1) : Ekonomi Menyedihkan Begitu wabah Corona atau Covid-19 dinyatakan mewabah di Indonesia pada bulan Maret lalu, ekonomi langsung anjlok, karena kegiatan pasar langsung stagnan tiba-tiba. Pasar banyak yang ditutup. Mulai dari kegiatan pedagang kaki .
  • Jumat, 25 Desember 2020 - 13:51:03 WIB

    Pendukung Sandiaga Uno: Di Sana Engkau Tersenyum, di Sini Kami Menangis

    Pendukung Sandiaga Uno: Di Sana Engkau Tersenyum, di Sini Kami Menangis Sebagaimana kita ketahui, mantan Calon Wakil Presiden(Cawapres) Sandiaga Uno baru saja dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) bersama 5 orang Menteri lainnya, hasil reshuffl.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]