APBN 2016, Kementan Alihkan Rp4,3 Triliun untuk Cetak Sawah


Selasa, 05 Januari 2016 - 04:01:00 WIB
APBN 2016, Kementan Alihkan Rp4,3 Triliun untuk Cetak Sawah

“Tiga hari kita kerja dengan eselon satu, Rp 4,3 triliun dapat kita hemat,” kata Amran di Jakarta, Senin, 4 Januari 2016.

Pengalihan fokus anggaran ini dilakukan untuk kegiatan yang dianggap kurang efektif. Penghematan ini didapat dengan memangkas anggaran untuk pem­bangunan gedung baru, pem­belian laptop, kendaraan, dan alat tulis. Kelebihan anggaran ini akan difokuskan untuk mening­katkan produktivitas pangan.

Baca Juga : BPS Sebut Ada Dua Provinsi yang Penduduk Perempuannya banyak dari Laki-laki

Menurut Amran, anggaran ini akan digunakan untuk me­ning­katkan program dan kegiatan komoditas strategis. Komoditas strategis ini adalah padi, jagung, kedelai, gula, daging sapi, cabai, dan bawang merah. Program ini dilakukan untuk percepatan swasembada, peningkatan pro­duksi, dan produktivitas.

Anggaran juga akan dialihkan untuk pembangunan infra­struk­tur. Infrastruktur yang dimaksud berupa pembangunan embung, dam parit, penyimpanan jangka panjang (long storage), sumur tanah dangkal, dan sumber air lainnya. Pengadaan ini akan dibuat 3.500 unit dengan angga­ran sebesar Rp 350 miliar.

Baca Juga : Bareskrim Polri Turun Selidiki Banjir Kalsel, Ini Ternyata Penyebabnya

Selain itu, refungsi dana ju­ga akan dipakai untuk pemba­ngunan sawah baru sebanyak lebih dari 200 ribu hektare, pengadaan 50 ribu sapi indukan, dan pembelian 100 unit alat dan sistem mesin pertanian. 

IB 3 Juta Sapi

Baca Juga : Sensus Penduduk 2020, BPS: Meski Lambat, Ada Pergeseran Penduduk Antarpulau

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Hari Priyono mengatakan pada 2016 kementerian akan mela­kukan inseminasi buatan untuk 3 juta sapi di seluruh Indonesia. Menurut dia, dengan melakukan inseminasi buatan, jumlah dan kualitas sapi di Indonesia akan meningkat.

“Di Jawa Timur hampir 70 persen sudah inseminasi buatan, di sana kalau kurban mana ada sapi impor. Itu semua hasil inse­minasi,” kata Hari di Jakarta, Senin, 4 Januari 2016.

Baca Juga : Polri Imbau Masyarakat Hati-hati dengan Penipuan Berkedok Investasi

Hari mengatakan saat ini di Indonesia, jumlah sapi yang diinseminasi baru 30 persen dari keseluruhan jumlah sapi. Persent­ase ini jauh lebih kecil diban­dingkan denggan di Jawa Timur. Hari menargetkan di tahun 2016, inseminasi sapi dapat diting­katkan hingga 50 persen.

Menurut Hari, sapi hasil inseminasi buatan juga lebih bagus dari sisi kualitas. Ia menga­takan di Jawa Timur banyak sapi-sapi yang besar yang merupakan hasil inseminasi.  Selain inseminasi buatan, Kementerian Pertanian juga melakukan pe­ngalihan ang­garan untuk menam­bah indukan sapi sebanyak 15 ribu ekor. Untuk itu, Kemen­terian menyiapkan dana Rp 450 miliar. (tem)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]