Gara-gara Jalan Terban

Truk Fuso Nyaris Masuk Jurang di Jalur Sumbar-Riau


Rabu, 06 Januari 2016 - 02:59:04 WIB

Bagian kiri Fuso yang me­laju dari arah Riau me­nuju Payakumbuh tersebut nyaris masuk jurang di be­kas jalan terban, walau se­paruh badan Fuso itu sudah masuk ke jalan terban. Ti­dak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas subuh itu.

Sopir  Fuso, Am (45), diduga tidak mengetahui ada jalan terban di ti­kung­an, sehingga ia tidak me­ngu­rangi laju kendaraannya. Walau sudah diberi tanda-tanda dengan garis polisi, dan beberapa kayu tanda bahaya, tetapi di lokasi kejadian tetap minim ram­bu-rambu lalu lintas dan lampu penerangan jalan.

Dibantu masyarakat Ko­to Alam, mobil Fuso yang dikendarai Am berhasil ditarik secara bersama-sa­ma keluar dari tepi jurang deng­an kedalaman hingga 3 me­ter itu kembali kejalan raya sekitar Pukul 7.30 WIB. 

Meski sudah berkali-kali kenderaan roda dua dan empat terperosok masuk Jalan terban itu, tetapi jalan Sumbar-Riau di Koto Alam itu tidak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah. Padahal, jalan itu sudah terban se­lama satu bulan.

“Memang benar ada satu unit mobil Fuso warnah merah masuk terperosok dalam lokasi Jalan terban di Koto Alam shubuh tadi. Paginya dibantu masya­ra­kat, mobil berhasil ditarik ke­luar. Diduga sopir tidak mengetahui ada bekas jalan terban dan memang lo­kasi­nya tepat berada di tikung­an Koto Alam,” tutur Ka­polsek Pangkalan, Ka­bu­paten Lima­puluh Kota, Iptu Kalbert.

Di samping minim ram­bu-rambu petunjuk, Jalan Nasional Sumbar-Riau juga minim lampu penerangan jalan. Akibatnya, saat ma­lam tiba, sepanjang jalan mulai dari Lubuak Bangku, Kecamatan Harau hingga Pangkalan Batas Sumbar-Riau dengan geografis jalan berliku di kiri dan kanan tebing dan jurang.

“Kami sudah memasang garis polisi, meski saat ke­ja­dian garis polisi sudah lepas karena sudah lama di­pa­sang,” kata Kalbert.

Sementara itu Camat Pa­­ng­kalan, Andri Yasmen me­n­­ye­butkan, sepanjang Ja­lan Negara Sumbar-Riau mulai dari Lubuak Bangku, Ke­ca­matan Harau, hingga betas Sumbar-Riau, rawan kecelakaan dan bencana alam. Untuk itu, ia mengim­bau pengguna jalan untuk tetap waspada saat melintasi jalan itu.

Ia juga mengakui bahwa jalan itu minim penerangan. Menurutnya, dipasang ram­bu-rambu jalan dan lampu penerangan di setiap tikung­an dan lokasi dianggap rawan kecelakaan.

Katanya lagi, jalan itu sudah lama terban. Banyak kenderaan terperosok dan masuk ke dalam jalan terban karena belum diperbaiki.

Ia mengingatkan, tinggi­nya intensitas hujan mem­buat bukit dan tebing di pinggir jalan rawan longsor dan terban. Kemudian ka­yu-kayu besar di pinggir jalan juga berpotensi tumbang.

“Kami mengimbau pe­n­gen­dara untuk tetap was­pada terhadap bencana, terutama bagi kenderaan yang me­la­kukan perjalanan pada m­alam hari, karena di se­panjang jalan, mulai dari Lubuak Bangku hingga Pa­ng­kalan, minim penerangan juga di­pe­nuhi tikungan ta­ja­m yang banyak jurang. Di­tam­­bah lagi musim hujan seperti sekarang ini,”imbaunya. (h/ddg)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com


[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM