Anggota Dewan Nyabu


Rabu, 06 Januari 2016 - 03:12:48 WIB
Anggota Dewan Nyabu

Sy pesta sabu bersama dua orang rekannya inisial EO dan J warga Lubuksikaping, Pasaman. Hasil tes urine terhadap ketiga pelaku, hasilnya positif. Ketiga pelaku dipastikan mengonsumsi narkotika. Para pelaku penyalahgunaan narkotika itu kini telah mendekam di tahanan Mapolres Pasaman untuk menjalani proses hukum selanjutnya.

Kapolres Pasaman AKBP Agoeng Suryonegoro Widayat menjelaskan, keempat pelaku penyalahguna narkotika itu ditangkap di dua lokasi yang berbeda. Pelaku dijerat dengan pasal 112 jo 127 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Penyalahgunaan Narkotika dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. Sy adalah politisi Partai Demokrat. Dia terancam diberhentikan sebagai anggota DPRD Pasaman. Ketua DPRD Pasaman Yasri, mengakui sudah mendapatkan informasi dari anggota dewan yang lainnya. Akan tetapi, Yasri enggan untuk berkomentar banyak.

Baca Juga : Kenaikan Tarif PPN: Kontradiksi Opsi di Tengah Pandemi

Tertangkapnya anggota DPRD Pasaman karena mengkonsumsi sabu, semakin menciptakan tantangan bagi polisi, pemuka agama dan masyarakat untuk terus berjuang keras melawan atau meminimalisir peredaran narkoba di masyarakat. Sy selaku anggota dewan, bukan malah memberikan contoh yang baik bagi masyarakat, tapi justru sebaliknya memberikan contoh yang buruk.

Karena itu sudah sepantasnya Sy dalam proses hukum yang akan dihadapinya di pengadilan dikenakan tuntutan yang maksimal. Ibarat kata pepatah’ “tungkek bana nan mambawo rabah”. Tuntutan yang maksimal itu nantinya juga akan memberi shocktherapy bagi terdakwa dan juga bagi para anggota dewan serta pejabat publik lainnya. Sebaiknya para politisi jangan ingin mencoba-coba mengkonsumsi narkoba, karena pengaruh sesama politisi dan aggota dewan serta lainnya.

Baca Juga : Profesi Pelayanan Publik, Harus Jadi 'Role Model' Pelaksanaan Protokol Kesehatan

Penyalahgunaan narkoba belakangan ini memang semakin menjadi momok di Sumatera Barat. Pada 2015 penyalahgunaan narkoba di daerah ini meningkat sebanyak 626 kasus. Jika dibandingkan dengan tahun 2014, angka ini tentu sangatlah tinggi karena pada tahun lalu kasus penyalahgunaan Narkoba ‘hanya’ mencapai 389 kasus.

Selama tahun 2015, dari 626 kasus, 548 kasus sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) atau P-21. Sementara sisanya sebanyak 78 kasus masih dalam proses penyelidikan. Pengguna Narkoba pada tahun 2015 didominasi masyarakat usia 30 tahun ke atas dengan jumlah pengguna 462 kasus, dibandingkan Tahun 2014 hanya 242 kasus, disusul oleh usia remaja 16 hingga 19 tahun meningkat dari 34 pengguna menjadi 67 pelaku, namun usia 20-29 tahun jumlah pengguna barang haram tersebut sedikit bisa kita tekan menjadi 33 pengguna dari 225 pengguna pada tahun lalu.

Sedangkan jumlah kasus peredaran narkoba di Kota Padang selama 2015 juga mengalami peningkatan yang cukup pesat. Jika pada tahun 2014, jumlah kasus narkoba yang masuk dalam laporan di Polresta Padang hanya 58 kasus, tahun 2015 mencapai 204 kasus. Dari jumlah tersebut, oknum polri menempati posisi tertinggi dengan jumlah pelaku mencapai delapan orang, disusul anak-anak sebanyak tujuh orang, oknum TNI satu orang, PNS, tiga orang, masyarakat umum mencapai 267 orang, serta karyawan BUMN sebanyak dua orang. Adapun jumlah Barang Bukti (BB) sendiri adalah, ganja sebanyak 22 kilogram, sabu-sabu seberat delapa ons, dan ekstasi mencapai 706 butir.

Mengenai meningkatnya jumlah pengguna pada kalangan remaja, sangatlah mengkhawatirkan. Pergau­lan dan lingkungan mempengaruhi maraknya penggu­naan obat-obatan terlarang oleh kalangan anak muda dan remaja. Untuk itu butuh pengawasan dari semua pihak, baik itu masyarakat, Polri, BNN, dan instansi terkait untuk menekan jumlah pengguna zat adiktif tersebut. Caranya adalah, penyuluhan demi penyuluhan kepada remaja dan anak muda harus gencar dilakukan oleh instansi terkait. **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]