Kadin: Tarif Angkutan Seharusnya Turun


Rabu, 06 Januari 2016 - 03:22:06 WIB
Kadin: Tarif Angkutan Seharusnya Turun

“Turunnya harga BBM kali ini diharapkan akan membawa efek positif di masyarakat seperti naiknya daya beli masyarakat. Hanya saja ini akan terjadi ketika BBM turun tarif angkutan juga turun dan harga kebutuhan pokok juga ikut turun,” terangnya kepada Haluan Selasa (5/1) sore melalui sambungan telepon di Padang.

Meningkatnya daya beli masyakat akan berdampak kepada peningkatan konsumsi barang yang membuat penye­rapan barang di pasaran akan semakin cepat.

Baca Juga : Tanaman Hias Jenis Keladi Paling Banyak Dicari Emak-emak di Padang

“Apabila penyerapan barang naik maka akan membuat pengu­saha bisa berproduksi,” ujarnya.

Hanya saja saat ini kata As­nawi ketika harga BBM turun akan tetapi tarif angkutan dan harga kebutuhan tetap. Kondisi ini akan berdampak kepada lemahnya daya beli masyarakat.

Baca Juga : GOR H Agus Salim Padang Ditutup, Masyarakat Beralih Olahraga ke Unand

”Ketika biaya produksi telah turun namun harga barang tetap tentu akan melemahkan daya beli,” paparnya.

Kondisi ini juga akan ber­dam­pak dengan munculnya spe­ku­lan yang ingin memanfaatkan kondisi tersebut. “Pemerintah harus mampu dengan kekuatan Undang-undang (UU) dapat mengatur hal ini. Ketika BBM turun harga kebutuhan dan juga tarif angkutan harus turun,” ujarnya.

Baca Juga : Jadikan Padang Kota Bersih, Danlantamal II Ajak Warga Perang dengan Sampah

Di sisi lain Asnawi Bahar melihat dengan perubahan harga BBM yang fluktuatif berdampak kepada rencana tahunan pengu­saha dalam berproduksi. Ketika pengusaha sudah memper­hitung­kan biaya produksi per tahunnya, dengan naik atau turunnya harga BBM akan ada perubahan.

“Hanya saja faktor BBM hanya 30 persen mempengaruhi produksi disamping faktor lain berupa tenaga kerja dan biaya lainnya,” tukasnya. 

Baca Juga : Warga Sungai Sapiah Padang Mulai Berdatangan Menyambut Kedatangan Jenazah Angga

Seperti diberitakan harian ini kemarin, Ketua Oganisasi Ang­kutanDarat (Organda) Sumbar S Budi Syukur mengatakan bahwa penurunan harga BBM belum seiring dengan turunnya harga spare part. Karena itu, tarif angkutan kota (Angkot), Ang­kutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) tetap.

Sementara untuk angkutan barang katanya masih dalam pembahasan untuk dilakukan penurunan tarif. Mengingat un­tuk angkutan barang hitungannya jauh berbeda dengan angkutan orang.

“Untuk angkutan barang ini masih ada kemungkinan ada penurunan tarifnya. Tapi akan kita hitung dulu, kita ada rumus untuk menghitungnya,” ujarnya. (h/mg-isr)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]