Sawahlunto Panen Manggis


Jumat, 08 Januari 2016 - 03:02:47 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Salah seorang warga De­sa Lunto yang juga agen pengumpul, Syafri Chandra (36) di Sawahlunto, Kamis (7/1), mengatakan, daerah penghasil buah manggis yakni Desa Lunto, Desa Lumindai dan Desa Kubang, mampu menghasilkan se­kitar lima ton setiap harinya yang dijual ke pedagang pengumpul lokal atau yang datang dari berbagai wila­yah sekitar.

“Pedagang pengumpul lokal saja mampu menyerap hasil panen masyarakat se­kitar satu setengah ton per hari,” katanya.

Ia membeli sesuai harga pasar yakni antara Rp10 ribu - Rp15 ribu per kilog­ram, sesuai kualitas hasil panen masyarakat.

Padahal lanjutnya, jika dilihat dari jumlah tonase panen saat ini cenderung menurun dari tahun se­belumnya, namun terjadi peningkatan terhadap ku­alitas buah sehingga harga beli di tingkat masyarakat menjadi tinggi berdasarkan spesifikasi berat sebanyak delapan buah dalam satu kilogramnya.

“Kita memperkirakan sedikitnya terjadi per­puta­ran uang sebesar Rp500 juta hingga Rp1 miliar selama musim panen kali ini,” ujar dia.

Uang tersebut, lanjut dia, biasanya disimpan oleh masyarakat ke lembaga per­bankan yang ada melalui kelompok-kelompok sim­pan pinjam yang mereka bentuk secara mandiri ber­dasarkan tatanan masyara­kat adat.

Uang simpanan itu di samping untuk membiayai kebutuhan sandang, pangan dan papan juga untuk biaya pendidikan anak-anak me­reka.

Simpanan mereka jelas dia, nantinya akan dicairkan jelang memasuki bulan suci Ramadhan, karena kebi­asaan masyarakat setempat yang memilih untuk tidak beraktifitas selama bulan tersebut hingga berakhirnya masa libur lebaran.

“Jumlah simpanan yang terkumpul minimal men­capai Rp10 juta lebih untuk masing-masing kepala ke­luarga,” katanya.

Terkait potensi pe­ma­saran buah ia mengatakan hingga saat ini serapan pasar global terhadap produk tersebut sangat tinggi di beberapa negara-negara ka­wasan Asia seperti di Thai­land dan Malaysia, hingga saat ini permintaan dari negara-negara tetangga ter­sebut belum terpenuhi se­luruhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Fraksi PPP NasDem dan PAN Dewan Perwa­kilan Rakyat Daerah (DP­RD) Kota Sawahlunto, Epy Kusnadi, menilai potensi buah manggis di kota itu perlu mendapatkan per­hatian oleh pihak Peme­rintah Kota Sa­wah­lunto.

“Dari pengamatan ka­mi, ada beberapa kendala yang kerap menimpa masyarakat para pelaku usaha tersebut selama ini, di antaranya masalah kestabilan harga pasar serta permodalan yang masih dikendalikan pihak pemodal besar dari luar daerah,” kata dia.

Menurutnya kondisi ter­se­but memicu kondisi tidak mak­simalnya keuntungan yang diperoleh masyarakat dan hal itu belum menjadi perhatian serius pihak pe­merintah daerah.

Padahal dengan ter­bu­kanya peluang pasar cukup besar serta adanya usaha masyarakat berbasis ke­arifan lokal dalam me­ngem­bangkan budidaya buah mang­gis seharusnya bisa menjadi salah satu pilihan program kegiatan bagi ins­titusi terkait sebagai upaya untuk menyejahterakan ma­syarakat.

Hal itu, lanjutnya, jauh lebih baik daripada meng­e­depankan kegiatan-kegiatan yang hanya berdasarkan selera dan kemauan pim­pinan, tanpa menghitung nilai manfaat yang bisa dinikmati masyarakat jika dibandingkan dengan uang negara yang harus dike­luarkan untuk membiayai kegiatan tersebut.

“Mari program-prog­ram kegiatan miskin man­faat demi mengejar ke­bang­gaan individu dan ke­lompok dan memulai untuk me­ngem­bangkan potensi-po­ten­si berbasis kearifan lo­kal, dengan memberda­ya­kan seluruh masyarakat pe­la­ku melalui perlakuan yang sama dalam mendapatkan pelayanan prima dan ber­kualitas,” kata dia.  (h/ans)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM