Pekan Depan, Pedagang di Pantai Padang ‘Dibabat’


Sabtu, 09 Januari 2016 - 03:01:23 WIB

Semua lapak, mulai dari rumah makan besar hingga lapak ikan akan dirobohkan pada 15 Januari mendatang. Pemko tidak ada lagi kom­promi, sebab solusi sudah diberikan oleh Pemko.

Hal ini disampaikan oleh Kasat Pol PP Kota Padang Firdaus Ilyas se­bagai ketua tim pem­bong­karan nantinya.

Menurutnya ada tiga pelanggaran yang dilakukan oleh pedagang yakni perda tentang ketertiban umum, perda sampah dan perda tentang izin mendirikan bangunan.

“Jadi Pemko sudah mem­berikan solusi kepada pedagang di sepanjang Pu­rus untuk pindah ke Kom­plek Ajendam Bukit Barisan di Samudra. Jangan ada lagi pihak-pihak yang mau meng­­hasut pedagang,” ucap­­nya.

Ia menambahkan, Pem­ko Padang akan komit un­tuk melaksanakan pem­bong­­karan pertengahan bu­lan ini.

Semua sudah diatur dan pedagang sudah me­nya­takan  setuju. Menurut Fir­daus Ilyas, adanya peno­lakan di akhir-akhirnya ada kepentingan pihak ter­tentu yang mencari uang.

“Saya tegaskan, peda­gang sudah setuju. Tapi datang oknum yang men­cari uang mengompori peda­gang. Makanya ada penola­kan,” kata Firdaus Ilyas.

Sementara itu, setelah adanya ketegasan dari Pem­­ko Padang untuk terus mem­bongkar pedagang Pu­rus akan memperta­han­kan haknya sebagai ikon wisata kuliner Kota Padang. Joni, pe­dagang tersebut yakin bah­wa apa yang dilakukan berada di atas kebenaran.

“Kalaupun ada tempat yang diberikan. Bagaimana sistemnya? Pedagang Danau Cimpago dibuatkan tempat, sedangkan kami tidak, ke­napa,” ucap Joni.

Joni akan terus mencari keadilan, sebagai PKL dia mengadu nasib di pantai Purus.

Memang diakui oleh Joni kecemburuan sosial warga Purus memang be­sar. Tetapi tidak semua pe­da­gang Purus itu sudah kaya.

“Ada saya dengar, kami pedagang Purus sudah ka­ya. Makanya harus mem­buat tempat sendiri, se­dangkan Muaro Lasak dibuatkan LPC,” tuntut­nya.

Hal serupa juga dika­takan oleh Aminah, me­nurutnya kalau tempat pindah mereka jauh dari lokasi asal, dia akan me­nolak. Sebab, di sepanjang pantai sudah ada perun­tukannya.

“Apa Pemko tidak me­lihat di depan komplek Ajendam itu sudah ada peda­gangnya. Kami menerima saja apa yang akan dilakukan oleh Pemko. Tapi kami akan melihat seperti apa solusi yang ditawarkan oleh Pem­ko. Jangan anggap kami ini tidak mendukung program wisata yang digalakkan oleh Pemko. Kami ini sudah tergolong wisata kuliner,” tutupnya. (h/ows)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]