Staf dengan Kepala Museum Adityawarman Tak ‘Mesra’


Sabtu, 09 Januari 2016 - 03:03:16 WIB

Sejumlah staf museum ini merasa keberadaannya tidak dianggap oleh No­viyanti, karena setiap kali membuat kebijakan mereka jarang dilibatkan, serta tidak mau menerima masukan dari staf untuk kabijakan yang akan dibuat. Menurut mereka, kebijakan yang di­buat juga sering tidak bijak, dan terlalu arogan menjadi pemimpin.

Beberapa orang staf yang tidak mau namanya dise­butkan ini mengatakan, kebijakan kepala museum yang memberikan izin pada pihak ke tiga atau kurator tata ruang pamer untuk menginap di ruangan ter­sebut dinilainya tidak bijak.

“Orang yang menata ruangan itu masa iya tidur di salah satu koleksi mu­seum, kan itu merusak ko­leksi karena ia tidur di kasur koleksi museum yang sarat akan sejarah,” ungkap me­reka, Kamis (7/1).

Hal lain yang membuat staf ini tidak nyaman adalah kelakuan pekerja tata ruang pamer tersebut yang tidak sopan, dan tidak menjaga kebersihan.

Dia mengatakan, pa­da­hal sudah ditegur agar mem­buang sampah (pun­tung rokok) pada tem­pat­nya, pekerja malah men­jawab tidak senang.

Dengan kejadian terse­but, salah satu staf ber­tengkar dengan pekerja tata ruang pamer karena pekerja yang diingatkan tidak me­nerima masukan dari staf.

Hal lain yang menjadi persoalan bagi sejumlah staf adalah terkait penghuni rumah yang ada di belakang kantin museum, ini ber­kaitan dengan surat kepala pada penghuni rumah yang juga satpam di museum agar mengosongkan rumah ter­sebut untuk dijadikan tem­pat penyimpanan beberapa material museum. Mereka menilai kebijakan Noviyanti untuk mengosongkan ru­mah tersebut tidak etis, dan ditambah lagi kontrak pe­ngelola kantin dengan mu­seum juga belum habis.

“Lagi pula rencananya itu tidak masuk akal, masa iya koleksi mau diletakkan di sana yang atapnya bocor, dan nanti kalau hari hujan kan bisa rusak semua ko­leksi kita belum lagi banyak rayap di sana,” ulas salah satu dari staf.

Sejumlah staf ini juga mengatakan bahwa No­vi­yanti tidak layak untuk me­mimpin museum, dan me­reka juga menginginkan kepala mu­seum yang bisa diajak ber­musyawarah dan bermufakat untuk me­lahir­kan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan perkembangan mu­seum ke depannya.

Sementara itu, Kepala Museum Adityawarman Noviyanti menilai hal yang disampaikan oleh sejumlah staf tersebut adalah bentuk ketidakpuasan terhadap keputusan dan semua k­e­bijakan yang diambil guna pembangunan dan kema­juan museum itu sendiri.

“Untuk masalah koor­dinasi, dari awal saya sudah mencoba membangun koor­dinasi dan berkomunikasi dengan semua staf namun setiap pekerjaan dan per­mintaan saya tidak pernah dilakukan. Jadi tidak salah kalau saya mengambil ke­bijakan lain dengan me­minta bantuan pada pihak lain, seperti bekerjasama dengan duta museum, dan pihak ke tiga untuk menata ruang pamer museum agar lebih bagus lagi,” jelasnya.

Ia juga menganggap pe­gawai yang komplain terse­but tidak punya kompeten. Terkait perkataan yang di­lontarkan staf bahwa ia dikatakan tidak layak me­mimpin museum, Noviyanti menyuruh para staf untuk melihat peningkatan PAD yang didapat selama ia men­jabat di sana. (h/mg-rin)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]