Alokasikan Dana Tak Terduga dan Bansos

Sawahlunto Berstatus Tanggap Bencana Darurat Sepekan


Senin, 11 Januari 2016 - 03:10:23 WIB
Sawahlunto Berstatus Tanggap Bencana Darurat Sepekan WAWAKO Sawahlunto Ismed meninjau korban bencana tanah longsor beberapa waktu lalu.

Kepu­tusan itu terkait dengan kondisi cuaca ekstrim, berupa curah hujan yang sangat tinggi, yang berakibat terjadinya bencana di beberapa daerah di Sawah­lunto. Mulai tanah longsor hingga luapan air bah di bebe­rapa aliran sungai, yang me­ngakibatkan kesulitan di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Sawahlunto, Bu­yung Lapau, mengungkapkan Rp750 juta untuk dana tak terduga dan Rp100 juta untuk bantuan sosial tak terencana. Dana tak terduga akan digu­nakan untuk meno­pang per­baikan atas kerusakan yang terjadi akibat bencana. Se­dang­kan bantuan sosial tak terduga ditujukan untuk ma­syarakat yang terkena dampak dari ben­cana.

Buyung mengungkapkan, keputusan tersebut diambil setelah dilakukannya rapat tanggap bencana yang dipimpin langsung Wakil Walikota Sa­wah­lunto, Ismed bersama Sek­dako Sawahlunto, Rovanly Abdams, di Kantor Badan Kesbangpol dan PBD Sawah­lunto, Jumat (8/1).

Menurut Ismed, bencana terjadi tidak terlepas dari alam dan ulah manusia sendiri. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan tidak menebangi pohon dan menjaga saluran air.

Sementara itu, tidak kurang dari 13 hektare sawah di ka­wasan Ambacang Dusun Pulai Desa Kolok Nan Tuo, ter­timbun pasir, batu dan kerikil, setelah air bah dari Batang Malakutan melanda air pe­rt­a­nian tersebut, Kamis (7/1).

Kepala Desa Kolok Nan Tuo, Kecamatan Barangin, Supriadi Mukri menuturkan, 13 hektare sawah tersebut baru saja ditanami warga sejak se­bulan terakhir. Selain sawah, delapan rumah warga juga di­rendam air bah, 6 ekor sapi hilang, 15 ekor kambing, serta itik dan ayam yang tak terhitung jumlahnya.

Saat ini, pihaknya terus mendata kerugian yang diderita masyarakat, dan bekerja sama de­ngan pihak Badan Kes­bang­pol dan PBD Sawahlunto, un­tuk membersihkan rumah yang terendam air.

Untuk sementara, pihak Desa Kolok Nan Tuo mendata k­e­rug­ian materi warga men­capai Rp250 juta. Kerugian lainnya, berupa proyek nor­malisasi Batang Malakutan sepanjang 450 meter dengan lebar 14 meter, yang rusak.

“Untuk program nor­ma­lisasi ini, proyek yang telah rampung tersebut belum dise­rahkan Dinas Pekerjaan Umum. Na­mun, dipastikan nor­malisasi tersebut tidak bisa lagi d­i­manfaatkan,” pungkasnya

Secara keseluruhan, dari laporan yang dterima Wawako Ismed, tidak kurang dari 80 hektar sawah menerima dampak dari bencana air bah, yang melanda tiga desa di Kecamatan Barangin Sawahlunto, yakni Desa Talago Gunung, Desa Kolok Mudik, dan Desa Kolok nan Tuo.

Sementara Kepala Badan Kesbangpol dan BPD Sa­wah­lunto Azwen mengatakan, Sa­wah­lunto langsung mendirikan Posko Tanggap Darurat Ben­cana Longsor dan Banjir, terkait penetapan status tanggap da­rurat sepekan ke depan.

Pihaknya tengah mem­perbaiki beberapa fasilitas umum yang menjadi prioritas, dalam memenuhi kebutuhan akses utama masyarakat, se­perti jembatan, jalan, dan fa­silitas umum lainnya, men­jadi target awal perbaikan yang dilakukan Posko Tanggap Da­rurat tersebut.

Ia menambahkan, beragam unsur yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat, telah mem­buka beberapa akses jalan yang terputus di di Balai Batu San­daran, Talago Gunung, Sika­lang, dan Kumanih Ateh. Saat ini, akses jalan itu kembali lancar,” tambahnya.(h/dil)


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM