PT SRL Diduga Hancurkan Hutan Pulau Rupat Bengkalis


Rabu, 13 Januari 2016 - 02:42:20 WIB
PT SRL Diduga Hancurkan Hutan Pulau Rupat Bengkalis

PEKANBARU, HALUAN — Puluhan massa yang mengatasnamakan diri Himpunan Mahasiswa Rupat (HMR) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Riau, Jalan Gajah Mada Pekanbaru, Selasa (12/1). Mereka mendesak Polda Riau mengusut dugaan penghancuran hutan di Pulau Rupat, Bengkalis, yang dilakukan perusahaan bubur kertas.

Dikatakan Koordinator Lapangan (Korlap) dari HMR, Hengki Sepriadi, salah satu perusahaan pe­rusak hutan di daerahnya adalah PT Sumatera Riang Lestari. “Perusahaan milik taipan Sukanto Tanoto ini mempunyai peran siste­matis menghancurkan hu­tan alam di Pulau Rupat. Polda Riau harus mengusut hal ini,” teriak Hengki da­lam orasinya.

Hengki menyebukan, perusahaan hutan tanaman industri itu menggunakan hutan kayu sebagai bahan baku kertas. Perusahaan ini disebut tak menanam hutan seperti kayu akasia untuk bahan bubur kertasnya. “Da­lam rencana kerjanya, perusahaan ini memang menyebut menjadikan hu­tan tanaman kayu sebagai bahan. Faktanya, ini hanya omong kosong belaka ka­rena selalu menggunakan bahan dari hutan alam,” tegas Hengki.

Menurutnya, PT SRL selalu membangun kapa­sitas industri melebihi paso­kan hutan tanaman industri. Akibatnya, hutan alam yang berada di areal operasi men­jadi sasaran untuk di­tebang dan di­manfaatkan.

Dalam orasinya Heng­ki me­negaskan, peman­faatan hu­tan alam oleh PT SRL tak ha­nya melakukan peng­han­cu­ran sistematis terhadap hu­tan. “Operasi PT SRL ju­ga telah me­nimbulkan dam­pak sosial karena peru­sakan ling­kungan. Hal ini ber­dam­pak pula pada ma­sya­rakat adat,” lanjut Heng­ki.

Perusahaan tersebut, lanjut Hengki, telah me­ram­­pas sumber kehidupan. be­ru­pa tanah hutan atau wila­yah kelola masyarakat. “Per­lawanan masyarakat mem­pertahankan hak tak jarang harus berhadapan dengan aparat keamanan yang ber­pihak pada peru­sahaan,” kata Hengki. “PT SRL sen­diri telah mela­kukan pem­babatan di Pu­lau Rangsang seluar 18.890 hektar, Tem­puling 48.635 hektar dan Pulau Rupat 38.59 hektar. Semua kawa­san ini tersebar di Kabu­paten Indragiri Hi­lir, Pela­lawan, Siak, Beng­kalis dan Kepulauan Me­ran­ti,” sam­bungnya.

Melihat hal itu, HMR meminta Presiden Joko Wi­dodo dan Menteri Ling­ku­n­gan Hidup dan Ke­hu­tanan Siti Nurbaya ber­tindak tegas. “Segera hen­tikan operasi penghancuran hutan alam dengan men­cabut dan atau mem­ba­talkan semua perizinan yang telah diberikan kepada PT SRL,” tegas Hengki.

Selain desakan itu, ada beberapa tuntutan yang di­sampaikan pendemo kepa­da penyidik Direktorat Re­ser­se Kriminal Khusus Pol­da Riau. Salah satunya me­nangkap anggota Pansus di DPRD Bengkalis karena dinilai menerima uang dari PT SRL, meminta DPRD Riau menyelesaikan konflik antara masyarakat dengan perusahaan, dan menarik aparat kepolisian serta pre­man bayaran Pemerintah Kabupaten Bengkalis dari lokasi PT SRL. “Kemudian selamatkan suku Akit asli dari penggusuran PT SRL. Selamatkan keragaman ha­yati hutan Pulau Rupat dari PT SRL dan mencabut izin operasi perusahaan,” pung­kas Hengki. (h/dod)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]