Segera Dioperasikan

Pasar Semi Modern Tapus dan Benteng


Jumat, 15 Januari 2016 - 03:06:53 WIB
Pasar Semi Modern Tapus dan Benteng

PASAMAN, HALUAN — Dinas Perindagkop dan UKM Ka­bu­paten Pasaman segera meng­operasikan pasar semi modern di dua pasar, yaitu pasar semi modern Tapus dan Benteng.

Pihak terkait, mematok tarif ber­variasi untuk sewa sepetak ru­ko di pasar semi modern ter­sebut dengan nilai kontrak ju­taan rupiah. Kepala Bidang (Ka­bid) Per­dagangan Dispe­rin­dag­kop dan UKM Pasaman, Bitner Ari­to­nang mengatakan, pihak­nya menyediakan sejum­lah pe­tak kios bagi pedagang yang ingin menyewa untuk ber­jualan di dua pasar semi modern terse­but.

Baca Juga : Bupati Agam Ingin Aturan Zonasi Dibahas Khusus

“Khusus sewa satu petak kios di pasar semi modern Tapus dan Benteng di Lubuksikaping di­kenai uang sewa. Untuk ba­gian bawah tarifnya senilai Rp3,6 juta dan untuk bagian atas dikenakan Rp2,4 juta,” ujar Bitner didampingi Kasi Infor­masi Yufrizal.

Ia menyebutkan, jumlah kios di dua pasar semi modern itu keseluruhannya berjumlah 64 petak, yaitu 24 petak di pasar Benteng dan 40 petak di pasar Tapus. “Kami menunggu penye­ra­han dari pihak Dinas PU ke Bupati baru ke kita (Perin­dagkop),” katanya.

Baca Juga : Penyaluran BST Kemensos Hari Terakhir, Rp402 Juta Lebih Dikucurkan untuk 671 Warga

Pihaknya akan melakukan pembagian SK sewa ruko bagi para pedagang di pasar itu. Untuk pasar Tapus akan dila­kukan pada pekan ini. Se­men­tara di pasar Benteng sudah diserahkan sebulan lalu.

Meski belum pasti, tiga pa­sar tradisional di wilayah itu, kata Bitner, bakal direnovasi total. Setidaknya, Rp1,6 miliar dana alokasi khusus (DAK) diperuntukkan bagi ketiga pasar itu. “Baru kabarnya, angkanya belum pasti. Bahwa 2016 akan dilakukan pembangunan pasar Tapus, Panti dan Benteng di Lubuksikaping melalui dana DAK, masih lanjutan, nilainya sebesar Rp1,6 miliar,” sebutnya.

Baca Juga : TSR VI Kunjungi Masjid Nurul Amri, Sekdako Sonny: Wahana Bangun Komunikasi Pemerintah dan Masyarakat

Dana tersebut, kata Bitner, akan dipergunakan untuk pem­bangunan kembali sejumlah los dan kios pasar yang sudah rusak, seperti atap bocor, tiang lapuk dan perbaikan lantai. “Los pasar yang sudah rusak menjadi prio­ritas perbaikan. Di pasar Tapus, hasil pendataan banyak los dan kios pedagang sudah banyak yang rusak,” sebutnya.

Terkait masih semrawutnya pasar Tapus, pihaknya be­ren­cana merelokasi para pedagang. Dikatakan, pedagang tidak akan diizinkan berjualan di lokasi yang sebenarnya area terminal bagi angkutan umum. “Meski ada penolakan dari para peda­gang kita masih terus berupaya menertibkan. Area terminal, itu harus steril,” tukas Bitner.

Baca Juga : Kunjungi Masjid Jihadu Walidaina, TSR V Serahkan Bantuan Rp20 Juta

Area terminal di Pasar Tapus itu diduduki para pedagang sejak lama, sehingga petugas kesulitan menggelar upaya pe­nertiban. Padahal, kata Bitner, kewenangan penertiban pe­dagang pasar dari area terminal itu sesungguhnya ada pada Dinas Perhubungan setempat. Namun, sejauh ini belum ada tindakan. “Mereka (pedagang) mendirikan lapak untuk ber­jualan diarea terminal, se­men­tara bukan itu peruntukannya. Akibatnya, kenderaan angkutan umum tidak memiliki ruang sehingga buncah ke badan ja­lan,” tuturnya.

Pihaknya berharap, pihak terkait segera turun tangan guna memudahkan pihaknya dalam penataan pedagang, sehingga kesan kumuh dan serampangan di pasar itu tidak ada lagi dike­mudian hari nanti. “Itu harus segera ditertibkan, Dinas Per­hubungan harus segera turun tangan. Begitu serah terima dari Dinas PU penertiban langsung dilakukan. Pemanfaatan pasar dikelola oleh Perindagkop dan UKM secara langsung,” ujar Bitner Aritonang. (h/col)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]