Seperti Harga BBM

Warga Harapkan Ongkos Angkutan Turun


Jumat, 15 Januari 2016 - 03:08:26 WIB
Warga Harapkan Ongkos Angkutan Turun

PASAMAN, HALUAN — Meskipun harga BBM jenis premium dan solar telah diturunkan oleh pemerintah pusat, namun dikeluhkan oleh masyarakat, dengan belum diturunkkannya harga ongkos angkutan desa yang ada di beberapa wilayah Kabupaten Pasaman.

Justru itu menguntungkan sopir angkot yang tidak menurunkan harga ongkos dengan alas an belum ada instruksi dari pemerintah setempat.

Baca Juga : Bupati Agam Ingin Aturan Zonasi Dibahas Khusus

Ubay salah seorang masyarakat Lubuk Sikaping sangat menyayangkan, kenapa harga BBM telah nyata diturunkan, tapi para sopir angkot belum juga menurunkan ongkos ang­kutan, padahal telah diumumkan pemerintah tanggal 5 Januari lalu, ternyata dilapangan masih ada ongkosnya belum juga diturunkan, alasan belum ada tarif baru angkutan yang belum dikeluarkan pemerintah. Berbeda sekali jika BBM naik, ongkos turut juga naik, malah harga kebutuhan pokok juga turut melambung.

Ubay berharap pemerintah segera meng­otimalkan harga ongkos angkutan, karena imbasnya semua yang kena, terutama sekali siswa sekolah yang menggunakan angkutan untuk ke sekolah. Dia berharap belum terlam­bat untuk mengantisipasi kapan secara resmi tarif baru angkutan turun sesuai dengan BBM yang turun.

Baca Juga : Penyaluran BST Kemensos Hari Terakhir, Rp402 Juta Lebih Dikucurkan untuk 671 Warga

Salah seorang sopir angkutan desa Maman kepada Haluan menyebutkan, pihaknya belum berani menurunkan harga tariff angkutan, karena belum ada perintah atau surat edaran dari pemerintah maupun organda sendiri. Padahal dia juga mengeluhkan, sebelum adanya harga BBM turun, untuk mencari sewa penum­pang saja susahnya minta main, pasalnya angkot kini banyak saingan, terutama becak motor maupun tukang ojek. Selama ini langganan dari pengguna jasa angkot telah banyak berpindah dan banyak masyarakat yang menggunakan jasa ojek ataupun becak motor.

Secara terpisah, Udin tukang ojek yang makal di seputar Lubuk Sikaping menuturkan, adanya penurunan harga BBM, ternyata tidak diimbangi dengan kebutuhan pokok, salah satunya ongkos atau tarif ojek juga belum ada diturunkan, karena sepinya peminat ojek, apalagi sebagian besar masyarakat telah memiliki kendaraan roda dua. Hanya pada hari pasar saja pengguna ojek memanfaatkan ojek motor untuk bepergian ke pasar. Sungguhpun begitu setidaknya dengan adanya beberapa langganan yang memanfaatkan jasa ojek belum ada yang mengeluh terhadap turunnya BBM. “Barangkali karena mereka langganan dan tidak protes dengan ongkos yang tidak ditu­runkan para ojek,”ujarnya mengakhiri. (h/tos)

Baca Juga : TSR VI Kunjungi Masjid Nurul Amri, Sekdako Sonny: Wahana Bangun Komunikasi Pemerintah dan Masyarakat

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]