Gerakan Pemuda Ansor Kecam Bom Sarinah


Senin, 18 Januari 2016 - 04:36:17 WIB

PADANG PARIAMAN, HALUAN — Gerakan Pemuda Ansor Ka­bupaten Padang Pariaman menge­cam tindakan pemboman yang terjadi di Gedung Sarinah, Tham­rin, Jakarta, Kamis (14/1) ke­marin. Apapun alasannya, tinda­kan pemboman yang menewaskan jiwa manusia adalah tindakan tidak berprikemanusiaan dan menodai kemuliaan jiwa. Hal itu dikatakan oleh Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Padang Pariaman Zeki Aliwardana, Jumat (15/1), di sekretariat PC GP Ansor Padang Pariaman, Jalan Raya Lubuk Alung-Pariaman, Kelok, Punggungkasiak.

Menurut Zeki Aliwardana, aksi pemboman tersebut membuktikan adanya kelompok radikal yang ingin merongrong keutuhan Ne­gara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan aksi pemboman tersebut, membuat kenyamanan rakyat Indonesia terganggu. “Me­nyikapi peristiwa ledakan bom tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qaumas sudah me­nyampaikan instruksinya kepada pengurus Ansor hingga ke tingkat Pimpinan Cabang agar me­ning­katkan kewaspadaan terhadap adanya tindakan aksi-aksi teror yang dilakukan oleh kelompok-kelom­pok radikal. Meski ledakan bom terjadi di Jakarta, namun tidak tertutup kemungkinan terjadi pula di luar Jakarta. Selain itu, re­kruit­men kelompok radikal ini bisa ter­jadi dimana saja di seluruh In­donesia,” kata Zeki Aliwardana me­ngutip instruksi dari PP GP Ansor.

Dia menjelaskan, terkait de­ngan himbauan dari PP GP Ansor tersebut, Ansor dan Banser Padang Pariaman menginstruksikan ke­pada pengurus dan kadernya untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah-tengah masyarakat. “Jika ada hal-hal yang mencurigakan, kita akan segera berkoordinasi dengan aparat keamanan,” tutur Zeki yang didampingi sekre­tarisnya Alva Anwar.

Katanya, ledakan bom ini mem­buktikan kelompok radikal masih menjadi ancaman bagi bangsa Indonesia. Ansor yang selalu menyerukan Islam rah­matan lil’alamin, jelas mengutuk aksi ledakan bom ini. Apa pun alasannya, aksi pemboman ini harus diusut tuntas oleh aparat keamanan. Di Kabupaten Padang Pariaman sendiri memang sudah ada Gerakan Fajar Nusantara (Ga­fatar) ini sudah tersebar dari Aceh hingga Papua. Gafatar dinyatakan sesat karena anggotanya tidak wajib sholat lima waktu, tidak wajib puasa Ramadhan, syahadat mereka berbeda, yang bukan kelompok mereka dianggap kafir. (h/bus)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]