Kisah Oerang Rantai Diangkat ke Layar Lebar


Rabu, 20 Januari 2016 - 03:33:14 WIB
Kisah Oerang Rantai Diangkat ke Layar Lebar MONUMEN Oerang Rantai yang berada di Kota Sawahlunto, masih menjadi destinasi wisata sejarah bagi masyarakat. Afrizal Anoda¸ actor asal Kota Arang berencana akan mengangkat kisah Oerang Rantai ke layar lebar.

Nama Afrizal Anoda, mungkin masih terdengar asing di telinga masyarakat. Namun jika disebut nama Sutan Salim, salah seorang nama tokoh pada sinetron terkenal di salah satu televisi nasional, tentu akan langsung terbayang sosok karakter saudagar asal Minang yang berkiprah di Jakarta.

Merantau semenjak tahun 1970 silam, kini ia lebih sukses dikenal sebagai salah seorang public figure tanah air. Pria asal Pasar Remaja Kota Sawahlunto itu, telah cukup lama malang me­lin­tang di dunia entertainment.

Ia pernah bermain film layar lebar bersama Dedi Mizwar yang berperan seb­a­gai si Bujang dalam film ber­judul Naga Bonar, juga per­nah bermain dalam berbagai judul film bersama seniman-se­niman kondang, di­an­ta­ranya Rano Karno dalam film Celah Celah Remaja, dan juga be­rsama Iwan Fals serta sede­ret nama besar artis lainnya.

Saat ini, dalam sinetron Tukang Bubur Naik Haji yang di putar di RCTI setiap ma­lam, ia berperan sebagai Sutan Salim.

Ketenarannya sebagai se­orang selebritis tidak membuat ia lupa akan kampung hala­man­nya, seperti kepulangannya kali ini ke Sawahlunto, ia ingin hunting mencari tempat tem­pat yang dinilai cocok sebagai lokasi shooting dalam rencana pem­buatan film layar lebar yang berjudul “Oerang Rantai “.

“Kita berencana mem­buat film layar lebar dengan judul Oerang Rantai, yang berlatar belakang kisah per­juangan pekerja tambang batu bara pertama di Indonesia, yang tentu untuk lokasi syu­tingnya dipusatkan di Sa­wah­lunto,” kata Sutan Salim ke­pada Haluan di Sawah­lunto, Selasa (19/1).

Adapun beberapa spot pengambilan gambarnya di seki­taran beberapa spot gam­bar yang akan shoot ada­lah kota tua Sawahlunto, Pun­cak Cemara, Kubang dan Si­lung­kang.. Selain itu lan­jutnya, ia juga berkeinginan untuk mengadakan workshop pro­duksi film pendek, seka­ligus ingin menjadikan Sa­wah­lunto sebagai pusat pro­duksi film pendek di Su­matera Barat.

Menurutnya, potensi alam Sa­wahlunto bisa lebih di­optimalkan potensinya, ke­indahan alam serta koleksi bangunan tua peninggalan kolonial Belanda sekaligus cerita rakyat yang ber­kem­bang didalamnya, bisa dilirik dikembangkan untuk d­i­ja­dikan dalam sebuah karya film, yang nantinya akan sangat membantu mendorong dan mengangkat serta mem­promosikan wisata Sa­wah­lunto kedepannya, sekaligus mengangkat fakta sejarah dan budaya.

“Saya juga ingin menggali dan mengangkat potensi anak-anak muda di kota ini sehingga menjadi lebih pro­duktif, terutama di bidang pem­buatan film-film pen­dek,” kata Alumni IKJ itu. (h/mg-rki)


Akses harianhaluan.com Via Mobile harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]