SK 4 Tertibkan Penambangan Galian C


Rabu, 20 Januari 2016 - 03:41:12 WIB
SK 4 Tertibkan Penambangan Galian C Tim SK4 menemukan salah satu unit alat berat yang diduga disembunyikan oleh penambang ilegal ketika razia di Sepanjang aliran batang anai, Senin (18/1). (DEDI SALIM)

PADANG PARIAMAN, HALUAN —   Tim ter­padu Satuan Koordinasi Keamanan Ketertiban Kabupaten (SK4) langsung menindaklanjuti Penambangan Galian C dalam Wilayah Kabupaten Padang Pariaman.

Tim yang baru saja ter­bentuk ini, langsung ber­tindak melakukan penertiban pada beberapa lokasi galian C. Sasaran utama penertipan tersebut pada penambang ilegal galian C pada aliran sungai Batang Naras di ke­camatan V Koto Kampung Dalam dan aliran Batang Anai di Kecamatan Lubuk Alung.

“Tim telah turun di dua lokasi dalam empat hari terakhir. Pertama, di Batang nareh mengamankan tiga unit mesin dompeng. Kedua, di Lubuk Alung kemarin, kita minta seluruh alat berat di­keluarkan dari sepajang ali­ran batang anai untuk meng­hindari kerusakan lingkungan yang lebih parah lagi” kata Ketua SK4 Armalis di Lubuk Alung, Senin (18/1). Razia di Lubuk Alung itu juga diikuti oleh Asisten Ekonomi Pem­bangunan Ali Amran, Ka BPMP2T Nurhelmi, Kabid ESDM Mawardi, Kabag Ek­bang Teguh Widodo, Kasat Intel Polreskab AKP Rid­wan, Camat Suhardi dan Kabag Humas Hendra As­wara.

 Ditambahkannya bahwa terdapat tiga kesepakatan tim SK4 untuk pengamanan ak­tifitas galian C di Lubuk Alung yaitu Pertama, Pe­nambang tidak memiliki izin galian C akan diproses hu­kum. Kedua, Penambang yang memiliki izin tetapi tidak menambang pada titik koor­dinat yang telah diten­tukan maka akan diproses hukum juga. Ketiga, bagi penambang yang memiliki izin sesuai dengan titik ko­ordinat, untuk sementara kita minta mengeluarkan seluruh alat berat di lokasi tambang. Pada razia tersebut dite­mukan lima alat berat yang berada di lokasi galian C.

“Secara persuasif kita sudah minta perusahaan un­tuk mengeluarkan seluruh alat berat. Mudah-mudahan hari ini telah dilaksanakan. Jadi moratorium penam­ba­ngan ini berlaku untuk sepu­luh hari kedepan” kata Arma­lis. Pada masa moratorium terbatas ini, Pemerintah Dae­rah akan mengundang For­kopimda, Ninik mamak, pengusaha, LSM, Camat, Wali Nagari, Bundo Kandung serta yang terkait untuk kelanjutan aktifitas penambangan galian C di sepanjang aliran batang anai.

Sementara Bupati Ros­nini Savitri mengatakan razia yang dilakukan Tim SK4 sebagai bentuk keseriusan pemerintah menindaklanjuti aspirasi masyarakat untuk mencegah terjadinya keru­sakan lingkungan. Ia men­dukung langkah tim SK4 yang memproses hukum terhadap perusahaan yang tidak sesuai ketentuan perundang-perun­dangan. “Sa­ya prihatin mel­i­h­at ke­rusakan ling­kungan disepan­jang batang anai. Ali­ran sungai sudah berbelok-belok hingga mengancam ke rumah-rumah penduduk. Apa­­lagi ada jembatan koto buruak yang perlu dise­lamat­kan” kata Perempuan yang terkenal dengan ketegasannya itu.

Ketegasan Pemerintah Daerah terhadap tambang galian C di Lubuk Alung, mendapat apresiasi oleh ma­syarakat. Ia meminta razia terus dilakukan secara rutin karena sudah sangat mere­sahkan dan merusak ling­kungan. “Masyarakat sam­paikan terima kasih kepada Ibu Bupati dan Tim SK4 yang serius me­nangani aktifitas galian C di Lubuk Alung” kata Nentis dan Bundo Yusni yang berada di lokasi razia galian C tersebut.

Dilakukanya penertipan tersebut merupakan tindak­lanjut dari kesepakatan perte­muan antara Pemerintah Ka­bupaten Padang Pariaman dengan Masyarakat Lubuk Alung. Bersasarkan kese­pakatan tersebut Pj. Bupati Rosnini Savitri telah mem­bentuk tim SK4 yang tertuang dalam Keputusan Bupati Padang Pariaman Nomor 6/KEP/BPP/2016 Tanggal 13 Januari 2016. (h/ded)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]