Pasca Banjir Bandang, Infrastruktur Mulai Diperbaiki


Rabu, 20 Januari 2016 - 03:55:55 WIB

Pasaman,Haluan — Pas­ca banjir bandang, se­jum­lah kerusakan akibat bencana tersebut  di Para­man Dareh, Nagari Air Ma­ng­gis, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pa­sa­man, mulai diperbaiki.

Warga pun mulai ter­lihat menata kehidupannya kembali. Rasa trauma ke­tika dihantam banjir ban­dang beberapa waktu lalu, mulai terlupakan  sedikit demi sedikit, seiring ber­jalan­nya waktu.

Sarana peribadatan, fa­silias air bersih, sawah dan beberapa unit rumah warga yang rusak pada waktu ga­lo­do mulai diperbaiki. Bah­kan, alur sungai Batang Pa­raman Dareh yang meng­hanyutkan ratusan kubik tunggul dan potongan kayu sudah dibersihkan.

Kepala Bidang (Kabid) Logistik dan Kedaruratan BPBD Pasaman, Elvi Wardi kepada   Ha;luan kemarin   mengatakan, bahwa pihak BNPB Pusat menga­lokasi­kan dana sebesar Rp2,6 miliar untuk penang­gulang­an bencana Paraman Dareh.

Dana tersebut, kata Elvi Wardi, dialokasikan untuk normalisasi dan perbaikan alur sungai Batang Paraman Dareh, perbaikan intake dan pipa saluran air bersih, per­baikan huntap (hunian te­tap). “Huntap rusak berat 1 unit, rusak sedang 3 unit, rusak ringan 19 unit dan 1 unit perbaikan musholla. Kalau untuk normalisasi sungai kurang lebih se­panja­ng 2 km. Data pastinya ada di PU sebagai pen­ye­leng­gara tekhnis kegiatan,” ujar Elvi.

Dijelaskan, bahwa alo­kasi bantuan dana itu ber­variasi. Tidak semua rumah mendapatkan alokasi sama, tergantung seberapa besar kerusakan. Sesuai ke­ten­tuan­nya, kata Elvi,  rumah rusak berat dibantu Rp25 juta, sedang Rp7,5 juta dan ringan Rp2,5 juta. “Kalau untuk Mushala senilai Rp35 juta. Itu asessmen langsung dari pusat (BNPB). Pem­bangu­nan rumah dikelola lang­sung oleh sipemilik. Uang ditransfer langsung ke re­kening. Tapi diperiksa oleh tim lebih dulu,” kata Elvi.

Ia mengatakan, akan ada tim tekhnis yang me­la­ku­kan pengawasan perbaikan rumah tersebut. Dana ban­tu­an itu tidak boleh dialih fungsikan oleh warga. “Saya berharap, bantuan dari pe­me­rintah tersebut dapat dipergunakan sesuai ke­butuhannya, tidak disalag gunakan,” tuturnya.

Sementara untuk pe­ker­jaan normalisasi alur sungai Batang Paraman Dareh, dikerjakan oleh pi­hak re­kanan, yakni PT Me­ga Duta Konstruksi (Ac­eh Grup). Nilainya mencapai. “Kalau untuk pekerjaan normalisasi dilaksanakan oleh PT Mega Duta Ko­ntruk­si.  Mereka ditunjuk langsung oleh Pj bupati. Tidak perlu lelang, karena darurat,” kata­nya men­jelas­kan.

Dikatakan, bahwa pihak BNPB menetapkan pe­nang­gulangan bencana di Pa­raman Dareh masih dalam tanggap darurat hingga tiga bulan ke de­pan, (Ma­ret). ”Kini dilapangan, nor­ma­li­sasi alur sungai sudah mulai dikerjakan pihak rekanan termasuk pemasangan be­ronjong. Demikian pula dengan perbaikan intake dan perpipaan saluran air bersih,” sebut Elvi. (h/tos)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]