Biaya Kuliah Tinggi Picu Kurangnya Jumlah Insinyur


Rabu, 20 Januari 2016 - 04:22:28 WIB

PADANG, HALUAN — Biaya perkuliahan yang tinggi menjadi salah satu faktor kurangnya jumlah insinyur yang dihasilkan oleh perguruan tinggi. Menurut data yang dimiliki Persatuan Insinyur Indonesia (PII) sampai saat ini Indonesia hanya memiliki 750 ribu insinyur. Sampai sekarang jumlah mahasiswa teknik dan per­tanian di Indonesia hanya 15 persen dari total mahasiswa. Artinya, masih terjadi kekurangan.

“Salah satu faktor me­nga­pa Indonesia sedikit meng­ha­silkan lulusan perguruan ting­gi yang bertitel insinyur dika­re­nakan biaya perkuliahan yang sedikit lebih mahal di­ban­dingkan dengan ilmu so­sial dan humaniora, sehingga masyarakat cendrung banyak memilih untuk kuliah pada fa­kultas dan jurusan ilmu sosial dan humaniora,” terang Ko­or­dinator Kopertis Wilayah X Ganefri ketika dihubungi Haluan, Selasa (19/1).

Menurutnya, jumlah insi­nyur yang dihasilkan di Indo­ne­sia jauh tertinggal dari yang dihasilkan Negara Malaysia. Malaysia mampu meng­hasil­kan insinyur sebanyak 24 per­sen, Vietnam 25 persen, Ko­rea 33 persen dan Tiongkok 38 persen. Meskipun demi­kian, tidak semua insinyur bekerja pada bidangnya atau yang bekerja menjadi insinyur hanya 40 persen.

Ganefri menyebut ting­gi­nya biaya kuliah ini disebab­kan beberapa faktor. Seperti ketika proses belajar menga­jar, para calon isinyur tersebut menggunakan laboratorium, dimana laboratorium tersebut mulai dari alat-alat yang digunakan samapai biaya perawatannya cukup mahal, berbeda dengan ilmu sosial dan humaniora, labor yang digunakan hanya lingkungan dan masyarakat saja.

Ke depan, untuk mening­kat­kan jumlah insinyur sesuai ke­butuhan masyarakat eko­no­mi ASEAN (MEA), Ko­per­tis mendorong sejumlah fa­kultas di bidang teknologi se­perti teknik dan pertanian me­ningkatkan mutu. Dengan de­mikian, akan mampu me­na­rik calon mahasiswa. Ku­liah di jurusan bidang tek­nologi ini memiliki peluang kerja yang lebih besar hingga saat ini. (h/mg-bay)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 05 Januari 2018 - 19:42:10 WIB

    Istri Wako Bantu Biaya Bersalin

    Istri Wako Bantu Biaya Bersalin PADANG, HARIANHALUAN.COM--Menjadi 'first lady' Kota Padang tidak serta merta membuat Umi Harneli Bahar berjarak dengan warga, justru perhatiannya semakin banyak tercurah untuk kemanusiaan dan kegiatan sosial. Ini dilakukannya.
  • Selasa, 11 Oktober 2016 - 02:40:21 WIB
    DPRD MINTA BPK AUDIT ANGGARAN KONI

    Biaya Pimpinan KONI Rp183 Juta

    PADANG, HALUAN — Anggota DPRD Sumbar mengkritisi penggunaan anggaran oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar. DPRD menilai penggunaan dana banyak yang tak tepat. Karena hal itu juga Audit khusus diminta dilaku.
  • Rabu, 10 Agustus 2016 - 05:01:59 WIB

    Calon Mahasiswa UNP Keluhkan Biaya Kuliah

    PADANG, HALUAN — Sejumlah calon mahasiswa baru jalur seleksi mandiri Universitas Negeri Padang (UNP) mengeluhkan mahalnya biaya kuliah. Untuk bisa kuliah di Jurusan Teknik Mesin, misalnya, mahasiswa harus merogoh kocek sebe.
  • Selasa, 09 Agustus 2016 - 11:28:07 WIB

    Curi Motor Buat Biaya Nikah

    PADANG, HALUAN — Dua orang pelaku curanmor roda dua diamankan oleh Satreskrim Polsek Padang Timur, Minggu (7/8) sekitar pukul 21.00 WIB..
  • Selasa, 19 Juli 2016 - 07:04:15 WIB

    LAZ Semen Padang Bantu Biaya Masuk Sekolah

    LAZ Semen Padang Bantu Biaya Masuk Sekolah PADANG, HALUAN — Lembaga Amil Zakat (LAZ) Semen Padang kembali me­nunjukkan kepedulian ter­hadap pendidikan anak ku­rang mampu. Setelah rutin me­nyalurkan beasiswa setiap semester, kali ini LAZ Semen Padang mem­bantu b.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]