Pembersihan Pantai Purus

Rumah Makan dan Lapak Dibongkar


Rabu, 20 Januari 2016 - 04:30:17 WIB
Rumah Makan dan Lapak Dibongkar Sejumlah petugas dari Pol PP dibantu polisi dan TNI membongkar bangunan di sepanjang Pantai Purus, Padang, Selasa (19/1). Bangunan tersebut dinilai ilegal oleh pemerintah. (RIVO SEPTI ANDRIES)

PADANG, HALUAN—Masa tenggang habis, kemarin Selasa (19/1), Pemko Padang menu­runkan 300 petugas dan satu unit alat berat untuk melakukan pembersihan rumah makan dan lapak PKL di sepanjang Pantai Padang tepatnya Simpang Olo Ladang hingga Purus III.

Dalam aksi tersebut sem­pat terjadi adu mulut antara petugas yang terdiri dari per­sonil Satpol Pamong Praja, pihak kepolisian, TNI dan Tim dari Pemko Padang de­ngan sejumlah pedagang ikan.

Bahkan ada diantara pe­dagang ikan yang menga­cung­kan parang pada petugas karena tidak terima lapaknya dibong­kar paksa. Namun kali ini petugas tak lagi bisa men­tolerir, lapak pun dibongkar paksa.

Pantauan Haluan  di lapa­ngan, sebanyak sembilan rumah makan, 26 lapak pe­dagang ikan dan 35 warung PKL sudah dibongkar sendiri oleh pemiliknya karena tak mau dibongkar paksa.

Tetapi masih terdapat bangunan yang belum di­bong­kar oleh pemiliknya, sehingga dilakukan pem­bongkaran oleh aparat ga­bungan dengan me­nggunakan satu unit alat berat untuk merobohkan bangunan.

Sekda Kota Padang Nasir Ahmad yang datang langsung menyaksikan pembongkaran itu mengatakan, ada tiga ke­lompok di Pantai Purus yaitu pedagang rumah makan, pe­dagang ikan serta pe­dagang kaki lima.

“Enam dari pe­­milik ru­mah makan sudah punya tem­pat la­in untuk berda­gang, sedangkan tiga rumah makan lainnya  sudah dianjurkan untuk mencari lahan kosong agar bisa be­r­julan kembali.

Sedangkan untuk 26 pe­dagang ikan dilakukan pe­nataan akan ditempatkan dekat pendaratan nelayan. Nanti akan disiapkan los ikan yang respentatif supaya tem­pat jualan ikan lebih bersih dan hiegenis.

Sementara itu untuk 35 PKL yang warungnya dibong­kar nantinya akan diberikan gerobak dagang multifungi yang ada mejanya, sehingga se­le­sai ber­dagang bisa dibawa pu­lang kembali.

Dengan demikian Pantai Padang bisa lebih cantik. Pembenahan Pantai Padang perlu kerjasama semua pihak. Setelah tempat ini kosong akan dilakukan penataan batu grip pemecah ombak dari balai sungai pro­vinsi,” ujar­nya.

Ia menambahkan, dila­ku­kannya permbersihan ba­ngu­nan sepanjang sisi Pantai Pa­dang sesuai dengan prog­ram Pemko Padang yang ingin men­jadikan Kota Pan­tai Pa­dang sebagai destinasi wisata.

“Karena merupakan kei­nginan masyarakat dan wisa­tawan yang datang ke Kota Padang untuk menikmati pemandangan pantai yang indah tanpa terganggu oleh bangunan di pantai tersebut,” tambahnya.

Sementara itu Kasat Pol PP Kota Padang Firdaus Ilyas mengatakan, waktu yang dibe­rikan kepada para pedagang sudah lewat. “Hari ini harus bersih semua, ka­rena kita sudah mem­berikan tenggat waktu kepada pedagang un­tuk bongkar sen­diri,” jelas­nya.

Ditambahkannya, bangu­nan  yang didi­rikan di atas batu grip sudah menyalahi aturan, karena melanggar tiga Per­da yakni Perda perizinan, Perda Sampah dan Tran­tib”, ujar Firdaus.(h/ows)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]