Massa Bakar Permukiman Warga Eks Gafatar


Rabu, 20 Januari 2016 - 04:59:19 WIB
Massa Bakar Permukiman Warga Eks Gafatar Dua orang melepas tiang bendera di lokasi permukiman warga eks-Gafatar yang dibakar massa di kawasan Monton Panjang, Dusun Pangsuma, Desa Antibar, Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalbar, Selasa (19/1). (ANTARA)

MEMPAWAH, HALUAN — Menolak pindah, massa akhirnya melakukan tinda­kan anarkis terhadap 796 warga eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di per­mukiman Moton Panjang, Mempawah Timur, Kabu­paten Mempawah, Kali­man­tan Barat, Selasa (19/1).

Massa yang tidak diben­dung oleh pihak keamanan terus merangsek. Satu per satu pondok milik eks Ga­fatar dirusak dan dibakar oleh massa. Pihak keamanan terpaksa mengevakuasi war­ga eks Gafatar itu di tengah kepulan asap.

Api tetap menyala seka­lipun hujan mengguyur. Petugas pun mempercepat evakuasi, ka­rena massa se­ma­kin beringas. Sementara, rombongan kenda­raan pen­jemputan telat datang.

Mereka kemudian di­eva­kuasi menggunakan mo­bil dalmas mi­lik kepolisian, hingga semua kendaraan penjemputan tiba.

Di tengah hujan deras dan kepulan asap, para eks anggota Gafatar ini dikawal menuju mo­bil evakuasi. Tua muda sampai anak bayi seluruhnya tertimpa hujan. Derai air mata pun tampak di pipi para ibu.

Kapolda Kalbar Brigjen Pol Arif Sulistyanto datang bersama rombongan Panglima Kodam XII Tanjung Pura Brigjen TNI Aris Martono’dan jajaran For­kominda ke lokasi evakuasi warga eks Gafatar di permukiman Mo­ton Panjang, Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kali­mantan Barat,

“Kita akan bawa semua ke tempat aman. Apakah itu di lapa­ngan bola dulu,” ujar Kapolda.

Ia juga memerintahkan kepa­da anggotanya untuk melakukan pengamanan terhadap sisa ba­ngunan dan barang-barang. “Se­muanya lakukan pengamanan, pasang police line, dan lakukan pendataan,” katanya.

Massa hanya menyisakan dua bangunan, yakni pos dan musala.

Sebelumnya, massa juga me­rusak mobil milik warga eks Gafatar. Penumpang mo­bil de­ngan nomor polisi KB 1204 QF ini adalah perwa­kilan Gafatar yang akan mela­kukan dialog ber­sama Forum Koordinasi Pim­pinan Daerah (Forkopimda) Mempawah yang dipimpin lang­sung Bu­pati Mempawah H Ria Norsan.

Rapat yang diagendakan ter­tutup itu, tampaknya terdengar oleh masyarakat yang menolak warga eks Gafatar. Sebab, dalam rapat tersebut, warga eks Gafatar menolak untuk meninggalkan Kabupaten Mempawah, sesuai desakan warga setempat.

Mendengar informasi itu, masyarakat yang sudah terlanjur berkumpul dan menunggu hasil langsung naik pitam. Mereka langsung menyerbu mobil To­yoya Avanza itu dan menghantam dengan kayu serta batu.

“Jadi apa mau mereka ini. Ganti rugi sudah mau dilaku­kan tapi tetap tidak mau. Berarti mereka menginginkan hal lain,” ujar seorang warga Mempawah.

Bupati Mempawah, Ria Nor­san yang menyaksikan langsung aksi pembakaran tersebut, tidak bisa berbuat banyak untuk men­cegahnya. (snc/met)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]