Sentra Peternak Unggas Mungka Banyak Mati Suri


Kamis, 21 Januari 2016 - 03:52:35 WIB

LIMAPULUH KOTA, HALUAN — Predikat Mungka sebagai kawasan sentra ternak unggas di Kabupaten Limapuluh Kota mulai sirna. Pasalnya, peternak ayam yang masih bertahan di kawasan itu diperkirakan mencapai belasan Kepala Keluarga (KK) saja, dari puluhan KK sebelumnya.

Sekretaris Pemerintahan Nagari Mungka, Handilala ke­pada Haluan menuturkan, pe­ter­nak ayam di Mungka su­dah banyak yang mati suri dengan berbagai kendala. “Kini tinggal belasan kk saja yang masih bertahan dalam mene­kuni usa­ha ternak ung­gas khu­sus­­nya ayam ras pete­lur,” ulasnya.

Yang saat ini masih ter­tinggal, sebut Handilala, ha­nyalah peternak yang sudah memiliki pengalaman jatuh bangun dalam menjalani usa­hanya. “Biarpun harga telur anjlok, bahan pakan yang sering naik, tak menyurutkan nyali mereka untuk tetap bertahan dalam memelihara ternak unggasnya,” sebut Han­dilala.

Selain bahan pakan ternak sepeti jagung, dedak, kon­sentrat, ikan kering naik, lanjutnya, harga telur di pa­saran masih fluktuatif. Terma­hal Rp1.200 di tingkat pe­ternak. Mereka tetap tekun beternak unggas.

Ketua DPW Perhimpunan Peternak Unggas Indonesia (PPUI) Sumbar, Khazawatul Israr Dt.Gindo Panghulu nan Babudi, dihubungi terpisah kemarin menyatakan, harga jagung pakan ternak akhir-akhir ini melonjak tajam Rp4. 500 hingga Rp5 ribu per kg, jauh meningkat dari bulan lam­pau yang hanya Rp3.600 per kg.

“Naiknya bahan pakan ternak unggas itu akibat pe­me­rintah menutup kran impor jagung. Sehingga peternak dan pihak pabrik pakan ternak rebutan jagung. Tak bisa di­pungkiri, jagung Pasaman saja sudah dibeli oleh pedagang Bengkulu. Dampaknya harga jagung tinggi di pasaran dan akhirnya berujung pada ke­langsungan peternakan, khususnya unggas atau ayam ras petelur,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, kebu­tuhan jagung Limapuluh Kota dan Payakumbuh 300 ton per hari dan Sumbar 500 ton perhari. Sedangkan produksi jagung lokal jauh dari hara­pan. “Kalau begini terus, bukan tidak mungkin jumlah peternak yang ada pada dua daerah bertetangga ini sema­kin menyusut. Pemerintah sudah seharusnya mencarikan solusinya dengan jalan meng­genjot produksi jagung lokal,” imbuh Khazawatul Israr.

Sementara itu, salah seo­rang pengusaha peternakan unggas Munggka, H.Yos Ha­riadi, yang dihubungi terpisah membenarkan, harga jagung saat ini sudah di luar harga normal yakni minimal Rp4.500 per kg. “Jika pakan ternak ini masih terus tinggi, otomatis peternak ayam yang tersisa akan gulung tikar juga,” pungkasnya. (h/zkf)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 01 Juli 2020 - 16:54:58 WIB

    Pesisir Selatan Bersiap Jadi Sentra Jagung di Sumbar

    Pesisir Selatan Bersiap Jadi Sentra Jagung di Sumbar HARIANHALUAN.COM - Kabupaten Pesisir Selatan bakal menjadi Sentra Tanaman Jagung di Sumatera Barat. .
  • Senin, 20 April 2020 - 13:52:56 WIB

    Pemprov Jangan Hanya Terkosentrasi dengan PSBB

    Pemprov Jangan Hanya Terkosentrasi dengan PSBB PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Pusat telah resmi menyetujui Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan di seluruh wilayah Sumbar. Menindaklanjuti ini, Ketua DPRD Sumbar, Supardi mengingatkan gubernur, jangan hanya terko.
  • Jumat, 04 Oktober 2019 - 22:45:59 WIB

    Luar Biasa! Simancuang Menuju Sentra Pertanian Organik

    Luar Biasa! Simancuang Menuju Sentra Pertanian Organik SOLSEL,HARIANHALUAN.COM-“Bali rokok jo bareh, buek rumah jo bareh lo, apo-apo jo bareh sadonyo, nagari cap padi.” Begitu gumam ibu-ibu yang tengah berkumpul di UPPO (Unit Pengelolaan Pupuk Organik) Simancuang..
  • Sabtu, 15 Oktober 2016 - 00:44:55 WIB
    PRODUKSI 100 TON PER BULAN

    Tanah Datar Jadi Sentra Padi Organik

    BATUSANGKAR,HALUAN-Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mengembangkan pertanian organik berbasis alam dan siap penuhi target 100 ton per bulan padi organik dalam menyukseskan program nasional 1.000 desa pertanian organik..
  • Rabu, 03 Agustus 2016 - 11:04:28 WIB

    Malalak Bisa Jadi Sentra Penghasil Gurame

    Malalak Bisa Jadi Sentra Penghasil Gurame AGAM, HALUAN — Wilayah Malalak, Kabupaten Agam, pada masa mendatang bisa menjadi penghasil ikan gurame utama di Kabupaten Agam. Hal tersebut tidak lepas dari ketersediaan air yang melimpah di wilayah itu, dan keinginan kuat.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]