MV Boelongan Nederland Diunggulkan

Pessel Kembangkan Wisata Kapal Tenggelam


Kamis, 21 Januari 2016 - 03:54:43 WIB

PAINAN, HALUAN — Pe­m­kab Pessel rancang stra­tegi pengembangan wisata kapal tenggelam. Salah satu­nya adalah bangkai kapal bersejarah MV Boelongan Nederland di Kawasan Wi­sata Bahari Terpadu Man­deh. Diantara strategi yang dapat dilakukan adalah pe­ng­galian dan publikasi se­jarah hingga pendampingan dan fasilitasi kedatangan wisatawan ke spot diving MV Boelongan Nederland.

Kepala Dinas Pariwisata Pessel Gunawan Rabu (20/1) menyebutkan, MV Boe­long­an Nederland adalah potensi wisata bawah laut di daerah itu bila pengelolaan penyelaman diatur dengan baik diprediksi bisa da­tang­kan pendapatan besar bagi daerah itu. “Untuk meng­hasilkan pendapatan besar, bangkai kapal berdimensi 100x11x3,7 meter tersebut sangat bergantung pada stategi pengembangan wi­sata bahari kapal teng­ge­lam,” katanya.

Menurut Gunawan, stra­tegi pengembangan wisata bahari kapal tenggelam perlu ada persepsi dan pe­m­a­haman yang sama tentang sejarah kapal. Sejarah kapal akan menjadi hal yang me­narik untuk dikunjungi se­lain keasrian dan keindahan dilingkungan kapal karam. “KBWT Mandeh akan terus berkembang. Dan salah satu daya tariknya adalah ke­inda­han bangkai kapal MV Boe­longan. Maka kun­jungan dapat berkembang bila stra­tegi pengembangan objek wisata itu harus tepat. Pada beberapa tempat kapal ka­ram pendapatan bisa men­capai ratusan milyar setiap tahun,” katanya.

Gunawan juga men­ye­but­kan, kapal itu harus juga terhindar dari pengrusakan tangan jahil. Bangkai kapal tersebut kini menjadi aset sejarah nasional,  sementara bagi Pessel menjadi asset keindahan bawah laut yang diminati penyelam dunia. “Ini merupakan kekayaan bawah laut di Taman Wisata Laut Mandeh. Selain ber­nilai sejarah bagi dunia, kini berbagai ikan unik juga bersarang disana,” katanya.

Ia juga menyebutkan, kapal legendaris tersebut merupakan kapal untuk mengangkut orang demi kepentingan Belanda. Kapal tersebut karam pada  28 Januari 1942, di Nagari Mandeh, Koto XI Tarusan setelah dibombardir Jepang saat membawa tawanan ber­kebangsaan Jerman. Se­be­lum di bom ia berada diluar Teluk Mandeh, lalu be­rupaya menyelamatkan diri ke dalam teluk.

Kapal tersebut me­ru­pa­ka type chargo ship diesel. Dibuat tahun 1915 dengan berat 1053 grt. Memiliki dimensi 100x11x3,7 meter. Mesin Gcyl workspoor di­esek engine. Kapal itu me­miliki kekuatan 750 b.h.p de­ngan kecepatan 8,25 kn­ots. Boeloengan kini di­jadi­kan spot diving atau pusat menyelam di Taman Laut Mandeh. Bangkai MV Boe­loeng­an merupakan ke­inda­han bawah laut yang ban­yak digemari para pen­yelam. (h/har)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]