Dana Rp1,1 M Jadi Mubazir

Proyek Bendungan Terbengkalai


Kamis, 21 Januari 2016 - 04:08:44 WIB
Proyek  Bendungan Terbengkalai INILAH proyek pembangunan Bendungan Lubuk Agung sebagai sumber pengairan irigasi di kecamatan IV Jurai Pessel yang masih terbengkalai. (M JONI)

PAINAN,HALUAN — Pembangunan Ben­dung­an Lubuk Agung  di Kampung Luar Laban Salido,   kecamatan IV Jurai Pessel,   hingga kini masih   terbengkalai.  Padahal pem­bangunan tahap awal  sejak tahun  2007  telah menelan dana cukup besar,  sekira  Rp 1,1 Miliar lebih.

Ketua kelompok tani Gapoktan Salido Masri Ma­ns­yur  kepada haluan  ke­marin mengatakan, hingga   kini  proyek pembangunan  bendungan atau  embung  tersebut,  belum bisa dirasakan man­faat­nya  oleh masyarakat.  Akibatnya,  sawah dengan luas  mendekati sekitar se­ri­bu hektar,  membuat  pola tanam yang  terpaksa tum­pang tindih.  “Bagi  masya­rakat yang sawah men­dapat­kan sedikit air,  mereka mulai turun ke sawah.  Te­tapi,  bagi masyarakat yang  sawahnya  kesulitan men­dapatkan air,   terpaksa menunda bercocok tanam,” ujarnya.

Kondisi  tidak ber­fung­si­nya Bendungam n  me­micu sulit bagi petani untuk meningkatkan hasil pro­duksi padi di daerah ke­ca­matan IV Jurai Pessel. Ma­sya­rakat menilai pe­me­rint­ah tidak serius mem­per­hatikan kondisi masyarakat, padahal  hasil produksi sawah merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. “Dengan adanya irigasi yang sumber airnya berasal dari bendungan tersebut,  semes­tinya akan  dapat  mem­bangkitkan ekonomi masya­rakat,” jelasnya.

Walinagari Salido  Ka­mal­luddin yang dihubungi  haluan  membenarkan  ken­ya­taan  itu.  “Hingga  kini kelanjutan  pro­yek pem­bangunan bendungan Lu­buk Agung  tersebut masih  ter­hen­ti dan terbaikan,” te­gasnya. 

Menurutnya,  dalam mu­sya­warah nagari  bendungan itu  merupakan prioritas dalam pembangunan yang diusulkan kepada pe­me­rint­ah. Bila  saja  bendungan tersebur berfungsi , se­tidak­nya ratusan hektar lahan persawahan masyarakat te­raliri air irigasi,  masyarakat akan dapat  turun kesawah dengan pola tanam serentak, guna menghindari dari ber­bagai serangan hama pe­rusak tanaman padi.

Masyarakat  Nagari Sa­lido kecamatan IV Jurai,  kata Kamalulludin, me­ng­harap­kan kepada peme­rint­ah, agar pembangunan  Ben­dungan itu  dapat diram­pung­kan dalam waktu yang tidak la­ma, sehingga nan benar-benar bermanfaat se­bagai­mana  tujuan  pem­bangu­nannya  sejak  awal. “Saat  ini masyarakat masih  sulit menggarap lahan per­tanian karena krisis air  terus ber­ken­panjangan,”  harapnya.

Sementara itu, Camat Ke­c­a­matan IV Jurai, Ali Nasril mengatakan, masya­rakat sa­ngat membutuhkan irigasi yang sumber airnya berasal dari bendungan Lu­buk Agung.

Ia menyatakan,  ke­ingi­nan masyarakat cukup be­ra­lasan.  Sebagain besar ma­sya­rakat enggan  mengarap lahan,  justru   akibat  ke­kurangan  air irigasi.

Sedangkan Kepala Di­nas PSDA Pessel Yusdi Ali Umar yang dikonfirmasi Haluan  melalui Sekretaris  Datuk Zul Arzil me­nga­takan, pem­bangu­nan ben­dungan tersebut akan di­lanjutkan  pada 2016 ini,  yang akan menelan dana se­kitar Rp 5 Miliar lebih  dari APBD Provinsi Sum­bar.  “Bangunan yang lama  hanya  di fungsikan sebagai penahan air dan akan di­bang­un ben­dungan baru yang berjarak  beberapa puluh meter dari pem­ba­ngu­nan semula,”  jelas­nya.   (h/mjn)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]