Mengawasi Warnet dan Game Online di Jam Sekolah


Kamis, 21 Januari 2016 - 04:32:33 WIB

Belum semua sekolah (SLTP/SLTA) mampu menegakkan disiplin bagi sis­wanya. Sebagian sekolah masih ada sis­wanya yang tidak meng­ikuti proses belajar me­ngajar (PBM) dan berkeliaran di luar se­kolah saat jam pelajaran. Tindakan siswa itu bia­sa dikenal dengan sebutan ‘cabut’. Mereka ber­keliaran atau nongkrong di warung-warung yang tak terlalu jauh dari sekolah. Mereka ada yang ngobrol-ngobrol sambil merokok, main ga­­plek/domino, kartu ceki, catur dan sebagai­nya.

Ada pula di antara mereka yang pergi ke war­net main game online, facebook, twitter dan ber­bagai media sosial lainnya. Celakanya, ada ju­ga di antara siswa itu cabut dan datang ke war­net untuk mengakses video porno dan situs-si­tus orang dewasa lainnya. Bahkan ada juga di an­tara mereka yang diam-diam mengkonsumsi nar­koba dan minuman beralkohol. Mereka ma­in kucing-kucingan dengan para guru. Ada se­kolah yang gurunya aktif mengecek para sis­wa yang cabut itu ke warung-warung yang ada di sekitar sekolah. Terkadang sempat terjadi ke­jar-kejaran antara siswa dengan guru terse­but.

Persoalan di atas jamak terjadi di sekolah-se­kolah negeri dan swasta yang kualitasnya me­ne­ngah ke bawah. Sekolah yang cendrung   men­jadi limpahan dari siswa-siswa yang tidak di­terima di sekolah favorit saat tahun ajaran ba­ru. Nyaris di setiap kota/kabupaten dijumpai per­soalan serupa, tidak terkecuali di Kota Pa­dang.

Faktanya memang demikian. Di Kota Pa­dang pada Rabu (20/1), sebanyak 43 siswa yang be­rasal dari beberapa SMP dan SMA di Pa­dang ditangkap oleh petugas Satpol PP Kota Pa­dang. Mereka ditangkap karena tengah asyik main games di jam PBM. Semuanya masih ber­seragam sekolah. Alasan mereka tidak meng­ikuti PBM macam-macam. Ada yang karena terlambat datang ke sekolah dan tidak diper­bo­lehkan  mengikuti PBM dan ada pula yang me­ngatakan guru mereka tidak datang serta ber­bagai alasan lainnya. Yang jelas saat di­tangkap, umumnya mereka tengah asyik ber­main game online di warung internet (warnet).

Perbuatan mereka tercium oleh aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang. Barangkali ada laporan dari masya­rakat yang disampaikan kepada Satpol PP, sehingga Satpol PP langsung bergerak  ke lokasi yang dimaksud. Begitu sampai di lokasi, ternyata personel Satpol PP memang menda­pa­ti puluhan siswa tengah bermain game on­line. Mereka semuanya masih berpakaian sera­gam sekolah. Anggota Satpol PP menggaruk me­re­ka dan membawanya ke Mako Satpol PP Pa­dang di Jalan Tan Malaka Kecamatan Pa­dang Timur.

Melihat para siswa yang suka cabut dan bermain saat jam PBM tengah berlangsung, kita merasa terenyuh. Pertanyaannya adalah, apakah mereka tidak mengetahui dan tidak menghargai kerja keras orang tua mereka masing-masing yang harus banting tulang  dan bekerja siang malam. Tujuan kerja keras, banting tulang para orang tua  itu salah satunya adalah ingin melihat anak mereka bisa berprestasi dan kelak meraih kesuksesan.

Langkah Satpol PP menertibkan siswa yang cabut atau berkeliaran saat jam PBM tengah berlangsung patut mendapat apresiasi. Para orang tua patut berterima kasih kepada Satpol PP. Namun semestinya pemilik warnet, fasili­tas games online dan sejenisnya jangan hanya berpikir mencari uang dan untung saja. Tapi juga berpikirlah dengan cerdas dan gunakan pula hati nurani, jangan rusak genarsi muda atau para pelajar yang jiwa dan pikirannya tengah memasuki masa pancaroba. Perda yang mengatur jam tayang atau jam operasi warnet dan games online. Mari kembangkan rasa tanggung jawab terhadap lingkuangan dan generasi masa depan. **

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]