Pembunuh Anak Bos Toko Bangunan Buka Suara

“Kesabaran Saya Sudah Habis”


Kamis, 21 Januari 2016 - 04:39:39 WIB

PADANG, HALUAN — Tersang­ka pembunuhan anak pengusaha Toko Bangunan Semarang Jaya, Mardiansyah Zaluhu (26), buka suara. Ia mengaku membunuh Rita Mulyap (26) Selasa (19/1) karena tak kuasa menahan uca­pan korban.

Kepada Haluan, dengan gam­blang ia menceritakan runut kejadian tersebut. Menurut ter­sangka, awalnya ia dimintai oleh Rita Mulyap (26), bosnya di tempat ia bekerja tersebut untuk memasukkan mobil ke dalam ruko. Namun ketika hendak me­ma­sukkan mobil ada motor yang terletak di dalam ruko tersebut.

Korban lalu meminta agar Mardiansyah juga menggeser motornya tersebut, tapi tak dilak­sanakan tersangka. Ia beralasan sedang lelah karena bekerja seharian.

“Saya memang tidak mengin­dahkan permintaan dia (Rita Mulyap, red) ketika dia meminta tolong kepada saya. Namun, setelah itu terlontar dari mulut­nya dengan kata-kata, ‘kamu ini memang kurang ajar yah’, begitu katanya bang. Kejadian ini terjadi pada Senin (18/1) malam, setelah itu saya langsung pergi untuk pulang. Saya masih sabar saat itu,” ungkapnya.

Lanjutnya, ketika keesokan harinya pada Selasa (19/1) ia masuk kembali kerja seperti biasanya. Ketika ia hendak me­minta uang makannya, Rita malah tidak memberikannya.

“Saya tanya alasannya apa, ia tidak bisa menjelaskan dengan jelas. Selain itu, ia masih menga­takan saya dengan sebutan kurang ajar. Sabar saya sudah habis pada saat itu. Akhirnya saya ambil sebilah pisau dalam tas yang selalu saya simpan untuk jaga-jaga. Setelah itu, saya langsung menusuk lengan dan lehernya,” tuturnya.

Setelah menusuk Rita, kata Zaluhu lagi, ia sempat ingin dihajar oleh suami korban. Keja­dian ini tak sempat berlanjut setelah dilerai oleh seorang warga yang tidak kenalnya.

“Setelah itu saya menyerah­kan diri sendiri ke Pos Polisi yang tak jauh dari tempat saya bekerja dengan tangan masih berlumuran darah,” lanjutnya.

Ia mengakui, perbuatannya tersebut salah. Tapi dia tidak tahan dengan ucapan yang dilon­tarkan oleh majikannya tersebut dan ditambah dengan uang ma­kan yang tak kunjung dibayarkan.

“Sebenarnya bukan karena masalah gaji, namun lebih kepada uang makan sebesar Rp. 60 ribu yang tak dibayarkan oleh korban bang,” akunya kepada Haluan.

Pendiam

Sementara itu, rekan kerja korban, Darma Utama (28) kepa­da Haluan mengatakan, sehari-harinya pelaku tidak banyak bicara dan tidak pernah menge­luhkan masalah keuangan di tempat ia bekerja. “Saya sendiri merasa kaget kenapa yang ber­sang­kutan bisa tega membunuh majikannya sendiri hanya karena uang makan yang tidak diba­yarkan,” ungkap Darma.

Dari pantauan Haluan, satu hari pasca penusukan Rita Mul­yap (26) oleh Mardiansyah Zalu­hu (26), terlihat tidak ada akti­fitas di toko Semarang Jaya, Jalan Pemuda tersebut. Tidak ada satupun pihak keluarga korban yang bersedia diwawancarai Haluan(h/mg-adl)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]