Pascasarjana IAIN Bukittinggi

Kembangkan Metode Pembaharuan


Kamis, 21 Januari 2016 - 04:45:32 WIB
Kembangkan Metode Pembaharuan DIREKTUR Pascasarjana IAIN Bukittinggi, Dr. H. Ismail Novel (tengah) saat memoderatori seminar pembaharuan pemikiran Islam bertajuk Islam dan Transformasi Sosial Budaya, (13/11/2015). (HUMAS)

BUKITTINGGI, HALUAN — Sukses dengan pe­ning­katan status dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) pada 2014 silam, IAIN Bukittinggi mulai mengem­bangkan Program Pascasarjana.

Kehadiran Pascasarjana IAIN Bukittinggi memiliki ke­khasan dibanding Pascasarjana di Perguruan Tinggi Islam lain­nya. Pasalnya Pascasarjana yang dibuka IAIN Bukittinggi dikem­bangkan mengusung metode pembaharuan, baik dalam Bi­dang Hukum Islam, Pendidikan Agama Islam maupun dalam bidang Ekonomi Syariah.

Pascasarjana IAIN Bukit­tinggi yang berdiri tahun 2013 lalu itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan IAIN Bukit­tinggi serta memiliki kontribusi yang positif untuk kemajuan IAIN Bukittinggi. Saat ini, Pas­casarjana IAIN Bukittinggi me­miliki tiga Program studi (Pro­di), yakni Prodi Hukum Islam, Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Prodi Ekonomi Syariah.

“Dengan dasar itulah pem­bukaan Prodi Pascasarjana IAIN Bukittinggi. Sebab, Prodi Pas­casarjana yang kita kembangkan berbeda dibandingkan Pasca­sarjana yang terlebih dahulu ada pada IAIN di daerah lain. Karena Pascasarjana yang kita buka dari sisi pembaharuan pemikiran baik dalam Bidang Hukum Islam, Pendidikan Islam maupun da­lam Bidang Ekonomi Syariah,” ujar Direktur Pascasarjana IAIN Bukittinggi Dr. H. Ismail Novel.

Program Pascasarjana IAIN Bukittinggi dikembangkan dari sisi pembaharuan, dikarenakan melihat dari sisi historis kota Bukittinggi yang merupakan salah satu pusat pembaharuan Islam di Minangkabau yang telah melahirkan sejumlah tokoh-tokoh terkenal ditanah air.

 ”Dengan alasan itu pulalah pemerintah pusat memberikan izin atas pembukaan Pasca­sarja­na IAIN Bukittinggi yang sebe­lumnya bernama Pascasarjana STAIN Bukittinggi. Sehingga saat ini masing masing masing Prodi Pascasarjana diorien­tasi­kan ke sisi pembaharuan,” ujar Ismail yang juga selaku peng­gagas pendirian Prodi Pascasa­rajana IAIN Bukittinggi, dan mantan Ketua STAIN Bukit­tinggi selama dua periode itu.

Dicontohkannya, pada pem­ba­haruan dalam Bidang Hukum Islam. Dalam hal ini, katanya, Pascasarjana IAIN Bukittinggi menginginkan Pascasarjana Hu­kum Islam tersebut membawa pemikiran baru tentang Hukum Islam, sekaligus juga meng­harapkan nantinya Hukum Islam tersebut bisa berkontribusi terha­dap hukum pembangunan nasio­nal. Sedangkan mata kuliah  yang disediakan dalam pembelajaran mengarah kesitu seperti Hukum Islam Kontemporer dan Sejarah Pemikiran Hukum Islam.

Begitu juga dengan Ekonomi Syariah Islam yang juga di­orien­tasikan pada sisi pembaharuan, yang saat ini semuanya dalam proses penyempurnaan dalam berbagai aspek. “Kita nantinya menginginkan di Pascasarjana Ekonomi Syariah difokuskan pembahasan kepada Ekonomi Islam Kontemporer. Sebab ba­nyak hal- hal yang oleh sebagian orang dipandang tidak ada beda dengan konvensional yang masih problematik. Karena dianggap masih problematik, maka ke­hadiran Pascasarjana IAIN Bukittinggi ingin menjawab hal tersebut,” jelasnya.

Halnya sama juga terjadi pada hukum islam di Minangkabau yang masih problematik. Orang masih membicarakan dan mem­paradokkan antara Hukum Islam dengan Hukum Adat. Sebe­narnya kedua hukum tersebut bisa diharmoniskan tambahnya, sebab Hukum Islam tersebut tidak bertentangan dengan Hu­kum Adat Minangkabau.

 Memang untuk mengkaji itu semua, perlu ada sebuah institusi yang menjawab hal tersebut, jelasnya. Sebab dalam pandangan umum di masyarakat masih saja dilihat bahwa Hukum Adat Mi­nangkabau bertentangan dengan Hukum Islam, padahal Hukum Adat Minangkabau tidak berten­tangan dengan Hukum Islam. Oleh karena itu, Program Pasca­sarjana IAIN Bukittinggi ingin mem­berikan jawaban tentang hal itu.

“Kehadiran Pascasarjana IAIN ingin memberikan jawaban tentang pandangan yang masih menjadi problematik Sebab tidak ada paradok sebenarnya antara adat Minangkabau dengan Hu­kum Islam. Dengan demikian kehadiran Pascasarjana IAIN Bukittinggi sesuai dengan visi pembaruan, pemikiran untuk tiga bidang Prodi Pascasarjana ter­sebut,” ungkapnya.

Hal yang sama juga terjadi pada Program Pendidikan Aga­ma Islam (PAI), dimana PAI masih ada anggapan bahwa PAI yang dikembangkan diperguruan tinggi agama belum mampu menjawab kebutuhan masya­ra­kat. Pasalnya materi yang diajar­kan di PAI itu adalah mate­ri materi yang sifatnya ketinggalan.

Oleh sebab itu, PAI Pasca­sarjana IAIN diharapkan dapat memberikan solusi terhadap hal tersebut. Sehingga nantinya bisa memperkaya sisi konten materi ajar, dan metode pembelajaran yang didukung oleh sarana IT. Diharapkan mahasiswa Pasca­sarjana PAI IAIN menguasai materi pembelajaran mereka juga diharapkan bisa menguasai tek­nologi pembelajaran dengan mengunakan sarana IT tersebut.

Sejak dibuka pada 2013, Pro­di Pascasarjana Hukum Islam IAIN, sudah menamatkan 7 orang Magister Hukum Islam. Sedangkan untuk PAI diha­rap­kan semester ini sudah ada yang tamat karena para mahasiswa tersebut sudah dua tahun Prodi Pascarjana PAI berjalan. Apalagi, lama pendidikan di Pascasarjana ini yakni 2 tahun.

Begitu juga dengan tenaga pengajar untuk Pascasarjana. Dikatakannya, saat ini dosen di Pascasarjana IAIN Bukittinggi sudah memenuhi dan memadai dengan gelar dosen Doktor dan Profesor. Namun demikian, pi­haknya masih tetap menggu­nakan tenaga dari luar untuk memperkuat Pascasarjana IAIN dengan melibatkan dosen dari UNAND, UNP dan IAIN Pa­dang. Sekarang ini untuk Doktor di Pascasarjana IAIN sudah ada 20 orang dan satu Professor dengan jumlah mahasiswa di tiga prodi tersebut sebanyak 181 mahasiswa Pascasarjana.

Untuk tahun Akademik 2016 ini, Pascasarjana IAIN Bukit­tinggi akan membuka peneri­maan mahasiswa baru. Diren­canakan penerimaannnya masing masing Prodinya sebanyak dua lokal, dengan jumlah mahasiswa sekitar 20 orang perlokal dengan total keseluruhannya berjumlah 120 orang mahasiswa.

Menurut Ismail, minat maha­siswa untuk melanjutkan ke Pro­di Pascasarjana ini grafiknya cukup positif dari tahun ke tahun dan meningkat. Mahasiswa yang melanjutkan itu pada umumnya berasal dari Sumbar Bagian Uta­ra seperti dari Bukittinggi, Agam, Payakumbuh, Pasaman, dan Pa­dang Panjang. Mereka yang me­lanjutkan ini sebagiannya sudah menjadi praktisi di bidangnya masing masing.

Ismail juga berharap kepada lulusan Pascasarjana, bagi Pas­casarjana yang telah bekerja dapat memberikan kontribusi bagi institusinya masing masing. Bagi yang belum bekerja menjadi modal baginya untuk bisa mema­suki dunia kerja. “Sebab kita menyiapkan alumni yang siap

untuk berkompetisi di inst­i­tusi institusi ditempat mereka bekerja ataupun di intitusi baru yang dimasukinya,” sebut Ismail.

Ke depan, IAIN Bukittinggi juga sedang menyiapkan proposal penambahan Prodi Pasca­sara­jana. Adapun Prodi tersebut yakni Prodi Manajemen Pen­didikan Islam, Prodi Hukum Ekonomi Islam/Syariah dan Prodi Manajemen Perbankan Syariah. Diupayakan tiga Prodi tersebut bisa ber­kem­bang, dan ditargetkan penerimaan mahas­iswa baru untuk tiga prodi ini bisa tahun depan. 

“Keberadaan Pascasarjana IAIN ini untuk mewadahi alum­ni, karena IAIN telah banyak melahirkan alumninya sesuai dengan prodinya masing masing. Sebab sebagian lulusan SI IAIN Bukittinggi ada yang langsung masuk S2 di Pascasarjana ini,” pungkas Ismail.(h/ril)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 07 Maret 2020 - 17:57:37 WIB

    Investor Ajak Masyarakat Kembangkan Pariwisata di Kawasan Mandeh

    Investor Ajak Masyarakat Kembangkan Pariwisata di Kawasan Mandeh PAINAN, HARIANHALUAN.COM – Guna kemajuan Kabupaten Pessisir Selatan membutuhkan kepedulian semua elemen masyarakat. Selain itu, dorongan investor juga dibutuhkan untuk menjalankan investasi dalam berbagai usaha yang mampu m.
  • Kamis, 23 Januari 2020 - 20:50:54 WIB

    Objek Wisata Alam Sungai Dadok Berpotensi Dikembangkan

    Objek Wisata Alam Sungai Dadok Berpotensi Dikembangkan LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM—Dana desa/nagari yang tersedia di nagari telah mampu membuat pemerintahan nagari bersama perangkatnya untuk mengembangkan objek wisata, termasuk Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh. Ob.
  • Kamis, 19 September 2019 - 17:41:24 WIB

    Pessel Fokus Kembangkan KawasanTransmigrasi

    Pessel Fokus Kembangkan KawasanTransmigrasi PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan terus berbenah mengembangkan segala potensi yang ada. Tak hanya di bidang pariwisata dan infrastruktur, daerah berjuluk Negeri Sejuta Pesona itu, juga fokus meng.
  • Senin, 12 Agustus 2019 - 16:07:38 WIB

    Pemkab Solsel Bakal Kembangkan Perpustakaan Inklusi

    SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM - Membudayakan literasi di Solsel, Pemkab setempat bakal mengembangkan perpustakaan berbasis inklusi sosial hingga ke tingkat nagari. Sebagai permulaan, sedikitnya ada lima nagari yang akan dij.
  • Ahad, 28 Juli 2019 - 20:49:51 WIB

    Pengurus Koperasi Dituntut Kreatif Kembangkan Usaha Seiring Kemajuan Teknologi Informasi

    Pengurus Koperasi Dituntut Kreatif Kembangkan Usaha Seiring Kemajuan Teknologi Informasi PADANG, HARIANHALUAN.COM — Terhitung hingga Desember 2018, total koperasi yang ada di Sumbar mencapai 3.624 unit, dengan jumlah anggota sekitar 600.000 orang. Dengan jumlah sebanyak ini, koperasi diklaim telah berhasil menc.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]