Aktivitas Tambang Galian C Ditertibkan


Jumat, 22 Januari 2016 - 03:01:39 WIB
Aktivitas Tambang Galian C Ditertibkan Bupati Rosnini Savitri memimpin rapat penanganan galian C ilegal di Lubuak Aluang di Ruang Rapat Bupati di Parit Malintang, Kamis (21/1). Rapat ini yang kedua kalinya melibatkan unsur masyarakat, LSM, pengusaha tambang, perangkat kecamatan dan nagari.

PADANG PARIAMAN, HALUAN — Masyarakat Lu­buak Aluang memberikan apresiasi kepada Pejabat Bu­pati Padang Pariaman, Ros­nini Savitri. Karena menurut masyarakat, pemerintah sa­ngat peduli dan menyikapi terhadap aspirasi masyarakat, serta bisa menjembatani un­tuk pertemuan antara sta­keholders, unsur mas­yarakat Lubuak Aluang dengan pe­ngu­saha tambang.

“Baru sekarang ini kita mengadakan pertemuan se­cara formal duduk semeja antara masyarakat dengan pengusaha tambang untuk mencarikan solusi terkait dampak aktivitas tambang galian C di Lubuak Aluang,” kata Hilman dari Ormas AMU­AK, mengawali per­temuan di Ruang Rapat Bu­pati, Kamis (21/1).

Sementara itu, salah seo­rang tokoh masyarakat Lu­buak Aluang, Sukri Umar menyebutkan, bahwa per­temuan tersebut sebagai mo­mentum untuk membangun silaturahim dan mencari so­lusi yang cerdas dengan me­ng­utamakan kepentingan ma­syarakat. Ia juga sangat me­nyesalkan tidak adanya pu­nishment yang diberikan oleh Pemerintah Daerah terhadap penambang ilegal yang me­rusak lingkungan.

Dia juga mengatakan, pe­nga­wasan terpadu juga tidak dijalankan sesuai amanat peraturan perundang-per­undangan. “Menyikapi per­masalahan tambang galian C yang ada di Lubuak Aluang ini, kita ingin keduanya tidak dirugikan, baik itu dari pengu­saha maupun dari masyara­kat,” kata Wakil GM Padang Ekspress itu.

Dandim yang diwakili Kasdim 0308 P. Simbolon mengatakan, bahwa sebagai warga negara harus mencegah disintegrasi anak bangsa. Menyikapi permasalahan ga­li­an C di Lubuk Alung harus mendahulukan kepentingan umum karena bumi yang di­hu­ni sekarang akan diting­galkan untuk anak cucu nan­tinya.

Pejabat Bupati Padang Pariaman, Rosnini Savitri berharap adanya pertemuan ini masing-masing pihak baik dari masyarakat, maupun pengusaha bisa membuka diri, yang sekaligus menca­rikan solusi terhadap dampak lingkungan yang timbulkan oleh aktifitas tambang. Ia menganggap masalah galian C perlu mendapat perhatian khusus baik pada masa ke­pemimpinannya sebagai Pen­jabat Bupati maupun oleh Bupati defenitif nantinya.

“Walaupun saya menjabat hanya sebentar disini, tapi saya ingin berbuat lebih ba­nyak untuk masyarakat, ka­rena Padang Pariaman adalah kampung kedua saya,” ujar perempuan asal Lintau ber­suamikan Rang Piaman itu.

Dalam pertemuan ter­sebut terdapat beberapa ke­simpulan yaitu Pertama, Mo­ratorium perizinan tambang galian C terkait izin tambang yang berakhir pada tahun 2016. Kedua, Reklamasi Su­ngai Batang Anai dituangkan dalam Peraturan Bupati. Ke­tiga, Membangun sistim pe­rizinan sesuai prosedur ar­tinya aktifitas galian C yang memiliki izin harus sesuai dengan titik koordinat yang telah ditentukan.

Jika melanggar, akan dibe­rikan sanksi yang tegas. Mulai dari teguran, peringatan ter­tulis hingga pencabutan izin. Keempat, Optimalkan peran Satuan Keamanan dan Ke­tertiban Kabupaten (SK4) dalam pengawasan. Kelima, Pemetaan wilayah potensi tambang Galian C oleh Tim Teknis SKPD. Keenam, Pe­ngu­saha tambang dan ma­syarakat menahan diri dalam gejolak terhadap aktifitas tambang.

“Pertemuan tidak ber­akhir pada hari ini saja. Tetapi akan ada tindak lanjut dan kita adakan pertemuan lanjutan membahas Galian C dengan mendahulukan kepentingan masyarakat,” ulas Rosnini.

Sementara Kepala Badan Penanaman Modal dan Pela­yanan Perizinan Terpadu (BP­MP2T) Nurhelmi men­jelaskan terdapat sembilan izin tambang galian C di Padang Pariaman. Dengan rincian delapan izin tambang akan berakhir pada tahun 2016 dan satu izin berakhir pada tahun 2018.

“Bulan Januari ada tiga izin yang berakhir, bulan maret juga tiga izin, bulan september dan Oktober ma­sing-masing satu izin yang akan berakhir. Sedangkan satu izin lagi berakhir pada bulan Mei 2018. Untuk perpan­jangan izin kewenangan bera­da di tangan Pemerintah Pro­vinsi Sumbar,” kata Nurhelmi yang juga Mantan Kabag Or­ganisasi itu. (h/bus)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 21 Juni 2020 - 15:12:32 WIB

    Masyarakat Nagari Limau Purut Minta Aktivitas Tambang Galian C Ditutup

    Masyarakat Nagari Limau Purut Minta Aktivitas Tambang Galian C Ditutup HARIANHALUAN.COM - Puluhan masyarakat di Nagari Limau Purut Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) kembali menyampaikan tuntutannya terkait keberadaan aktivitas tambang galian C yang berop.
  • Sabtu, 30 Mei 2020 - 19:35:11 WIB

    PSBB Tahap III, Pemkab Pessel Mulai Longgarkan Sejumlah Aktivitas

    PSBB Tahap III, Pemkab Pessel Mulai Longgarkan Sejumlah Aktivitas HARIANHALUAN.COM - Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap III di Kabupaten Pesisir Selatan dengan pengurangan sejumlah pembatasan aktivitas dibebagai fasilitas umum..
  • Selasa, 21 April 2020 - 20:11:32 WIB

    Wakil Ketua DPRD Solsel Sebut Aktivitas Mendulang Emas Sulit Dihentikan

    Wakil Ketua DPRD Solsel Sebut Aktivitas Mendulang Emas Sulit Dihentikan SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM -- Wakil Ketua DPRD Solok Selatan (Solsel) Ali Sabri Abbas menyatakan persoalan penambangan emas secara tradisional oleh masyarakat sulit dihentikan, pasalnya merupakan sumber mata pencarian..
  • Senin, 05 Juni 2017 - 15:48:08 WIB

    Aktivitas Galian C di Sungai Naras Kembali Marak

    Aktivitas Galian C di Sungai Naras Kembali Marak PADANG PARIAMAN, HALUAN - Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Padang Pariaman, Rianto, mengajak masyarakat yang tinggal di sepajang aliran Sungai Batang Naras, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, untuk t.
  • Senin, 10 April 2017 - 11:08:39 WIB

    Aktivitas Tambang Resahkan Warga

    PAINAN, HALUAN – Aktivitas tambang galian C ilegal di sepanjang aliran Batang Inderapura, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) semakin meresahkan warga setempat. Pasalnya, akibat penambangan itu, berdampak buruk terhadap laha.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]