Warga Padanggelugur Berharap Kontainer


Jumat, 22 Januari 2016 - 03:04:39 WIB

PASAMAN, HALUAN — Se­jumlah warga Padanggelugur, berharap pemerintah setempat menempatkan kontainer sam­pah di wilayah itu guna menam­pung produksi sampah yang makin bertambah.

Warga mengaku, minimnya tempat pembuangan sampah menyebabkan mereka terpaksa membuang sampah semba­ra­ngan, seperti ke sungai, lahan kosong dan tempat lainnya.

“Keberadaan kontainer sam­pah di perumahan warga amat­lah penting seiring dengan lara­ngan membakar, untuk itu diha­rapkan tiap perumahan ada fasilitas tersebut (kontainer),” kata seorang warga Tapus, Mul­kan. 

Menurutnya saat ini kebera­daan kontainer hanya ada dilo­kasi pasar induk Tapus, berjarak sekitar 3 Km dari pemukiman warga setempat. Kondisi itu, kata dia, menyulitkan warganya membuang sampah.  

“Seharusnya ditambah. Truk sampah harus dimobilisasi ke wilayah ini. Pasalnya, belum satu pun kontainer sampah ada. Berbeda dengan wilayah Lubuk­sikaping sekitar,” tukasnya. 

Akibatnya, kata dia, warga tidak memiliki pilihan. minim­nya fasilitas sampah membuat warga menumpuk sampah dibe­berapa titik. Tapi, kata dia, sehingga warga lebih memilih untuk membakar atau mengu­burnya. “Dengan kebiasaan masyarakat tersebut penam­bahan kontainer sampah meru­pakan kebutuhan yang men­desak,” pintanya. 

Manfaatnya, kata dia, selain membantu masyarakat juga meringankan kerja

petugas pengambil sampah sebab dapat melaksanakan de­ngan waktu singkat dan dapat diambil dalam jumlah banyak. 

Senada dengan itu, Anggota DPRD Pasaman, Khoiruddin Simanjuntak menambahkan, adanya kontainer ini dapat men­ce­gah perilaku masyarakat mem­buang sampah sem­bara­ngan. 

Sebab, kata Juntak, ma­sya­rakat akan lebih teratur mem­buang sampah tanpa harus mem­berikan beban secara finansial seperti iuran. 

Disamping itu, katanya me­nam­bahkan, lingkungan alami seperti sungai dapat terjaga kebersihan dan kelestariannya, serta lingkungan tetap asri. Selain dapat mengurangi beban tukang sampah, keberadaan kontainer juga memudahkan dinas terkait (kebersihan dan lingkungan hidup) melakukan analisis dan penghitungan vo­lume sampah, karena mencuplik pada tempat yang jelas dengan kapasitas tertentu. 

Meskipun begitu, ujarnya, perlu analisis dan pertimbangan lingkungan untuk menempatkan kontainer sampah tersebut. 

Terpisah, Kepala Badan Ling­kungan Hidup dan Ke­bersihan Kabupaten Pasaman, Silvia Eva Yanti mengatakan, total kontainer sampah di Pasa­man sudah cukup memadai. 

Ia mengatakan, kontainer sampah ditempatkan disejumlah daerah kumuh, seperti pasar dan pemukiman padat penduduk. “Pengadaan kontainer sampah tahun ini sebanyak delapan unit. Lima unit bersumber dari dana DAK dan tiga unit APBD. Se­mentara 12 unit sudah dipu­tihkan,” ujar Eva. 

Sementara untuk pengadaan kontainer sampah di wilayah Padanggelugur, pihaknya harus melakukan kajian terlebih dahu­lu. Sebab, kata Eva, butuh ang­garan banyak untuk menjangkau wilayah tersebut.

Eva mengakui, bahwa pihak­nya sedikit kewalahan terkait penanganan problem per­sam­pahan di lokasi cagar alam rimbo Panti yang dijadikan tempat pembuatan sampah secara ilegal oleh masyarakat setempat. “Se­mua pihak sudah kewalahan, camat sudah koar-koar tapi tidak diindahkan. Itu prilaku ma­syarakat lagi, yang tidak mau berprilaku hidup bersih dan sehat,” ucap Eva.   (h/col)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]