Polemik Ikabe Bukittinggi Berujung ke Ranah Hukum


Jumat, 22 Januari 2016 - 03:17:53 WIB

BUKITTINGGI, HALUAN — Ketua Ko­perasi Serba Usaha Ikatan Angkutan Kekeluargaan Bermotor (Ikabe) Bu­kit­tinggi-Agam, Azmi Ahmad menegaskan, pengurus dan anggota Koperasi Serba Usaha Ikabe Bukittinggi-Agam tidak akan mengosongkan kantor Ikabe yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Mang­gih Gantiang, Bukittinggi.

Menurutnya, ultimatum yang dilon­tarkan sesepuh Ikabe, Abdul Muluk Yusuf yang meminta pengurus dan anggota yang menempati kantor Ikabe untuk mengo­songkan kantor tersebut, sangat tidak beralasan karena tanah dan bangunan kantor tersebut menurut Azmi Ahmad, dibeli dengan menggunakan iuran anggota, bukan dana pribadi.

“Kami tidak tahu pasti kenapa sesepuh Ikabe, Pak Abdul Muluk Yusuf, meminta kami mengosongkan kantor. Memang saat pembelian tanah dulu sertifikatnya atas nama Abdul Muluk Yusuf dan Amirson, tapi asal uangnya bukan dari kantong pribadi mereka, tapi berasal dari seluruh anggota Ikabe. Jadi, sampai kapanpun kami tidak akan mengosongkan kantor,” ujar Azmi Ahmad kepada wartawan, Rabu (20/1) malam.

Menurut Azmi Ahmad, saat ini anggota Koperasi Serba usaha Ikabe berjumlah 250 orang, sementara para pengemudi angkutan desa (angdes) dan angkutan Kota (angkot) Bukittinggi-Agam yang tergabung dalam Ikabe ini berjumlah sebanyak 325 orang.

Seluruh anggota ini menurut Azmi Ahmad siap untuk bahu membahu mem­pertahankan kantor mereka dan siap untuk melakukan aksi mogok massal serta meng­ikuti seluruh proses hukum yang akan ditempuh.

Polemik Koperasi Serba Usaha Ikabe Bukittinggi-Agam ini mencuat disaat Abdul Muluk Yusuf bersama Rahma Warni Putri (ahli waris Amirson) melayangkan surat pemberitahuan kepada pengurus dan anggota Ikabe untuk mengosongkan kantor dalam kurun waktu tiga kali 24 jam pada Desember 2015 lalu.

Karena surat tersebut tidak digubris oleh pengurus dan anggota Ikabe, maka pada tanggal 2 Januari 2016, kembali Abdul Muluk Yusuf  melalui kuasa hukumnya Zulhefrimen kembali melayangkan somasi agar pengurus dan anggota Ikabe mengo­songkan kantor selama tujuh kali 24 jam (satu minggu).

Namun lagi-lagi somasi tersebut tidak ditanggapi pengurus dan anggota Ikabe. Polemik ini malah makin melebar, karena pada tanggal 12 Januari 2016, salah seorang warga bernama M. Zein yang beralamat di Ampek Angkek Kabupaten Agam mela­porkan Azmi Ahmad ke Polres Bu­kittinggi. (h/wan)





Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 24 Juni 2019 - 16:37:46 WIB

    Bupati Limapuluh Kota Jawab Polemik Soal Tambahan Belanja Rp 10,7 Miliar

    Bupati Limapuluh Kota Jawab Polemik Soal Tambahan Belanja Rp 10,7 Miliar LIMAPULUHKOTA, HARIANHALUAN.COM - Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi akhirnya menjawab polemik terkait penambahan belanja pada Tahun Anggaran (TA) 2018. Dalam Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Sastri Andiko .
  • Rabu, 07 Februari 2018 - 10:07:26 WIB
    PT KAI: PERNYATAAN ANGGOTA DPD TIDAK BERDASAR

    DPD: Kami Berwenang Urus Polemik Basko

    DPD: Kami Berwenang Urus Polemik Basko PADANG, HARIANHALUAN.COM – Ketua Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI Abdul Gafar Usman menyebutkan, dalam mencari jalan keluar persoalan PT KAI dan Basko, pihaknya telah berjalan lurus dan berkata benar sesuai kewenanga.
  • Senin, 30 Oktober 2017 - 19:24:05 WIB

    Polemik di Limapuluh Kota, Kepala Daerah Berhentilah Berkonflik

    Polemik di Limapuluh Kota, Kepala Daerah Berhentilah Berkonflik PADANG, HARIANHALUAN.COM – Polemik berkepanjangan di birokrasi Kabupaten Limapuluh Kota ibarat bola salju. Menggelinding dan kian besar.Banyak kalangan yang mulai jengah, dan meminta bupati dan wakil bupati berkaca, sebab p.
  • Selasa, 06 Desember 2016 - 01:25:42 WIB

    Pembangunan Gerbang Batas Tuai Polemik

    PAYAKUMBUH, HALUAN — Rencana Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota untuk membangun gerbang batas daerah dengan Kota Payakumbuh yang terletak antara kawasan Ngalau dan Piladang, menuai protes. Gerbang batas kedua daerah yang .
  • Rabu, 24 Agustus 2016 - 12:43:10 WIB

    Sampah Jadi Polemik Padanggelugur

    Sampah Jadi Polemik Padanggelugur PASAMAN, HALUAN — Sejumlah warga Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten Pasaman, mengeluhkan persoalan sampah yang seolah tanpa solusi di daerah itu. Padahal, sampah menjadi momok mena­kutkan bagi kesehatan manusia..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM