Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Jalan Alternatif dari Boncah - Ketinggian Ambruk


Jumat, 22 Januari 2016 - 03:26:46 WIB
Jalan Alternatif dari Boncah - Ketinggian Ambruk Jalan alternatif Boncah - Ketinggian, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota yang sebelumnya retak-retak, akhirnya ambruk. Proyek pembangunan jalan ini disinyalir dikerjakan asal jadi. (ZUL)

PAYAKUMBUH, HALUAN — Jalan alternatif dari Boncah - Ketinggian, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota yang sebelumnya retak-retak, akhirnya ambruk. Jalan dengan aspal hotmix selebar 6 meter itu kini hanya menyisakan aspal di jalan minimal 1 meter. Panjang jalan yang ambruk mencapai sekitar 80 meter dengan kedalaman sekitar 3 meter.

Masyarakat setempat sudah memprediksi jalan ini akan ambruk saat curah hujan tinggi datang. Sa­yangnya, hingga saat berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda akan ditang­gulangi oleh instansi terkait. Pantauan Haluan ke lokasi, Kamis (21/1), tidak melihat ada rambu rambu larangan untuk lewat yang dipasang oleh instansi terkait, mengi­ngat sebagian kecil jalan yang masih baik juga keli­hatan retak-retak.

“Kami sudah mem­pre­diksi sebelumnya jalan itu akan ambruk. Pasalnya, keti­ka mengalami rengkah, pe­me­rintah setempat belum juga melakukan per­baikan di jalan tersebut. Bila hujan lebat turun lagi, dikha­watir­kan jalan alternatif itu be­nar-benar terputus, sehing­ga tak bisa dilewati lagi,” ungkap pemuka masyarakat Batu Balang, Nasrul Rasyid kepada Haluan.

Mantan anggota DPRD Limapuluh Kota itu me­minta agar pemerintah Ka­bu­paten Limapuluh Kota bisa segera menyikapi keru­sakan jalan alternatif di Bon­cah – Ketinggian ini.

“Saya memprediksi, ke­ru­sakan jalan tersebut dipi­cu oleh ketidakmatangan pe­ren­canaan, seperti tim­bunan badan jalan belum padat, ternyata dipaksakan untuk diaspal. Akibatnya, badan jalan itu tidak berta­han lama, lalu retak, amblas dan kini ambruk. Ada yang menyebut, rusaknya badan jalan yang sedianya akan difungsikan sebagai jalan alternatif Sumbar – R iau atau sebaliknya itu, diduga mutu pekerjaannya kurang baik,” terangnya. 

Meski keberadaan jalan alternatif yang dikerjakan PT. Statika dengan pagu ang­garan sebesar Rp7 miliar be­lum dimanfaatkan se­utuhnya sebagai jalan alter­na­tif, ternyata sudah rusak parah dan bahkan ada yang am­blas. Koordinator LSM Am­pe­ra Sumbar, Syawa­luddin Ayub saat diminta ko­men­tar­nya menyebut, proyek pem­bangunan jalan alter­na­tif  Boncah - Ketinggian itu memang ironis. ”Saya men­duga, proyek jalan al­ter­­na­tif itu tidak didukung de­ngan perencanaan yang ma­tang dan terkesan pro­yek ja­lan ini dipaksa­kan,” sebut­nya.

Sebelum jalan tersebut diresmikan, lanjutnya, kon­disinya sudah rusak. “Se­harusnya, proyek jalan yang dikerjakan sepertinya asal-asalan ini, dari dulu harus disidik oleh aparat pihak Kejaksaan atau Kepolisian, karena diduga proyek jalan tersebut terkesan meng­hambur-hamburkan uang negara,” ulasnya serius. 

Sementara Kepala Di­nas PU Lima­puluh Kota, Edwar hingga berita ini diturunkan belum bisa ke­tika hendak dihu­bungi un­tuk konfirmasi terkait kon­disi jalan alternatif Boncah-Batubalang itu belum dapat dihubungi. Namun, Kabid Bina Marga, Aswandi per­nah menyebut bahwa, ja­lan alternatif itu akan diper­baiki setelah penyelesaian pem­bangunan jembatan. (h/zkf)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]