Terkesan Lips Service

LKAAM Nyatakan Mempelajari ABS-SBK Tidaklah Rumit


Jumat, 22 Januari 2016 - 03:37:10 WIB

PADANG, HALUAN —Kem­bali ke nagari, kembali ke filosofi adat basyandi syarak-syarak basandi kitabullah (ABS-SBK) menjadi ungkapan yang populer saat ini. Tidak hanya di kalangan pendidik, tokoh ma­sya­rakat, bahkan kepala daerah di masa kampanye juga men­demokan kampanye kembali ke adat Minangkabau ini. Lan­tas apa yang dimaksud dengan kembali ke ABS-SBK ini dan seperti apa prosesnya.

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat Sayuti Dt Rajo Pangulu menyatakan pengem­balian ke sejatinya warga Mi­nang­kabau ini kepada mar­wah­nya tidaklah serumit yang di­pikirkan. Aplikasi ABS-SBK ini bisa diterapkan dalam setiap sendi kehidupan.

“Memang banyak yang ti­dak mengerti bagaimana se­jatinya yang dimaksud kembali ke ABS-SBK. Seperti, di ling­kungan pemerintah, dinas pe­kerjaan umum (PU) juga mem­pertanyakan hal tersebut. Pa­dahal tidak rumit. Jika me­nerapkan ABS-SBK, Dinas PU akan menyediakan jalan bagi pejalan kaki, pengendara mo­tor roda dua dan roda empat. Jika PU memiliki perencanaan seperti ini, artinya sudah men­ciptakan keadilan di tengah masyarakat dan mencerminkan rasa saling hormat meng­hor­mati. Mau kaya dan miskin memiliki tempat yang sama di jalan raya. Ajaran ABS-SBK teramalkan,” terang Dt Rajo Pangulu mencontohkan kepada Haluan, Rabu (20/1).

Tak hanya itu, di ruang lingkup keluarga, terangnya, menerapkan ABS-SBK juga tidaklah rumit. Jika sudah mengucap doa maupun mem­baca ummul Alquran sebelum makan, artinya ABS-SBK su­dah diterapkan.

“Penerapan ABS-SBK bu­kan berarti harus meng­gunak­an pepatah-petitih. Bukan berarti setiap hari harus mem­baca tambo Minangkabau, namun cukup aplikasikan apa-apa yang baik terhadap diri sendiri. Je­pang yang tidak memiliki fal­safah ABS-SBK saja bisa hidup sesuai aturan, masa Minang­kabau tidak se­perti itu,” ucap Sayuti Dt Rajo Pangulu.

Sayuti sendiri tidak mem­bantah mewujudkan kembali marwah Minangkabau di era saat ini cukup sulit. Kembali kepada ABS-SBK yang sejauh ini digembar-gemborkan ter­kadang hanya lips service, tidak seiring dengan apa yang dila­kukan. Memudarnya pe­ma­ham­an terhadap ABS-SBK semakin hari semakin terlihat karena digerus berbagai faktor, baik faktor luar maupun internal.

“Tidak lagi dipedomaninya Alquran dalam sendi ke­hidupan menjadi penanda ABS-SBK tidak lagi dipedomani oleh masyarakatnya. Atas dasar ini­lah, ABS-SBK perlu kembali dihidupkan,” terang pria yang sedang menyelesaikan disertasi ini.

Sayuti sendiri menyebut, kembali pada ABS-SBK tidak hanya menjadi tugas LKAAM semata, tapi juga menjadi tang­gung jawab semua pihak. Pe­me­rintah maupun masya­rakat­nya tidak bisa lepas tangan begitu saja.

Harapannya ke depan, se­tiap pribadi muslim di wilayah Minangkabau menggenggam Alquran dan me­nga­p­likasi­kan­n­ya dalam kehidupan sehari-hari.

“Hasil survey kami, dari delapan Alquran, sebanyak del­a­pan Alquran dibiarkan ber­debu. Belum lagi tentang pe­ne­litian yang menemukan banyak remaja tidak pandai membaca Alquran. Ini meng­khawatirkan,” pungkasnya. (h/eni)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 15 Desember 2016 - 02:11:26 WIB
    DPRD DAN PEMPROV JANJIKAN ANGGARAN DI APBD PERUBAHAN

    LKAAM Diminta Berlapang Dada

    PADANG, HALUAN — Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumbar yang mem­bidangi masalah kebudayaan, Nofrizon meminta Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, M Sayuti Datuk Rajo Panghulu mencerminkan sikap sebagai .
  • Rabu, 14 Desember 2016 - 01:41:40 WIB
    ANGGARAN TAK TERSEDIA DI APBD INDUK 2017

    Sayuti: Tutup Saja LKAAM

    Sayuti: Tutup Saja LKAAM PADANG, HALUAN — Ketua Lem­baga Kerapatan Adat Alam Minang­kabau (LKAAM) Sumbar, M Sayuti Datuk Rajo Panghulu meradang ketika anggaran untuk lembaga yang dipimpinnya tak tercantum dalam APBD induk Sumbar 2017. Kondisi yan.
  • Jumat, 30 September 2016 - 03:49:43 WIB

    LKAAM:Ulayat Bukan Penghalang Investasi

    PADANG, HALUAN — Sengketa lahan tanah ulayat masih menjadi momok menakutkan bagi kalangan investor dan niniak mamak sendiri di Minangkabau. Sulitnya penyelesaian sengketa ini, telah menimbulkan beberapa masalah seperti yang.
  • Jumat, 24 Juni 2016 - 05:48:57 WIB
    BAM dan Baca Alquran Terancam Hilang

    LKAAM dan Sekolah Sayangkan Sikap Mendagri

    LKAAM dan Sekolah Sayangkan Sikap Mendagri PADANG, HALUAN—Pembatalan sejumlah peraturan daerah (Perda) di Sumatera Barat oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) cukup me­ngun­dang perhatian banyak pihak. Salah satu Perda yang menjadi sorotan adalah Perda Nomor 2 tahu.
  • Ahad, 15 Mei 2016 - 16:05:30 WIB

    Banyak KAN di Daerah Kurang Responsif Terhadap Himbauan LKAAM

    PADANG, HALUAN--Lembaga Kerapatan Adat Minangkabau (LKAAM) Sumbar menyayangkan sikap sejumlah daerah yang tidak merespon himbauan LKAAM untuk melaporkan kelengkapan struktur, sarana, dan kegiatan Kerapatan Adat Nagari (KAN) y.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]