Tersangka Proyek Sinama Ditahan


Jumat, 22 Januari 2016 - 03:58:45 WIB

PAYAKUMBUH, HALUAN — Usai tiga kali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam tindakan dugaan korupsi pelaksanaan kegiatan rehab dan rekonstruksi  pascabencana tahun 2010 lalu senilai Rp 15,6 miliar, Kejaksaan Negeri Payakumbuh akhirnya menahan satu tersangka.

Tersangka itu Ismet Nan­da Mahkota (45) yang posisinya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Limapuluh da­lam proyek fisik tersebut. “Satu tersangka sudah kita tahan,”terang Hasbih  Ke­pala Kejaksaan Negeri Pa­ya­kumbuh pada Kamis (21/1) kemarin.

Nanda yang sudah di­pe­riksa semenjak 2011 lalu, da­tang ke Kejaksaan meng­gunakan kemeja kotak-ko­tak, digiring petugas ke­jak­saan usai menjalani pe­me­rik­saan di ruangan staf pi­dana khusus Kejaksaan Ne­geri Payakumbuh.

Penahanan tersangka berdasarkan  adanya du­gaan korupsi pada proyek yang bersumber dari dana BNPB dan BPBD Kabu­paten Limapuluh Kota te­­r­se­but hingga men­ye­bab­kan kerugian negara.

Dalam perjalanan ka­sus­nya, Pemerintah Kabu­paten Limapuluh Kota men­­dapat ban­tuan sosial berpola hi­bah untuk ke­giatan Re­habilitasi dan Rekontruksi Pasca ben­cana tahun 2010.

Dari bantuan tersebut  Ismet ditunjuk sebagai PPK berdasarkan Surat Ke­putu­san Kepala BNPB Nomor : 147/BNPB/XI/2010 tan­g­gal 24 November 2010. Atas penunjukan tersebut, ter­sang­ka menyiapkan ke­lengkapan dokumen kon­trak dan kontrak pekerjaan jasa konsultasi untuk lima perusahaan pengadaan jasa konsultan dan perencanaan desain tertanggal 29 No­vember 2010.

Dari sana,  seolah-olah pro­ses pengadaan jasa kon­sul­tasi dengan penunjukan lang­sung telah dilak­sa­na­kan. Akhirnya, Kejaksaan mu­lai mencium adanya du­gaan korupasi dari kegiatan tersebut. Satu persatu yang terkait mulai dipanggil ke­jaksaan untuk klarifikasi. Setidaknya, penyidik telah memeriksa 20 rekanan dari 40 kontraktor yang ditunjuk mengerjakan proyek ja­ringan irigasi di 44 titik, 1 unit jembatan, dan 2 unit plat duicker, serta proyek normalisasi Batang Sinamar pasca galodo gunung Sago pada 2010 lalu.

“Kasus ini tetap kita kembangkan. Ber­ke­mung­kinan ada tersangka lain,” terang Hasbih serta Andika Kasi Pidsus Kejaksaan Pa­yakumbuh. (h/ddg)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 03 Juli 2020 - 13:27:32 WIB

    Beredar Surat Pernyataan Tersangka Pencemaran Nama Baik terhadap Mulyadi, Sebut Diperintah Bupati Agam

    Beredar Surat Pernyataan Tersangka Pencemaran Nama Baik terhadap Mulyadi, Sebut Diperintah Bupati Agam HARIANHALUAN.COM - Kasus ujaran kebencian dan pencemaran nama baik terhadap Anggota DPR-RI Mulyadi makin terkuak. Salah seorang tersangka yang merupakan Kabag Umum Pemkab Agam Eri Syofiar (ES) membuat pernyataan secara gambla.
  • Rabu, 24 Juni 2020 - 18:25:32 WIB

    Polda Sumbar Bongkar Peran Masing-masing Tersangka Mafia Sindikat Tanah

    Polda Sumbar Bongkar Peran Masing-masing Tersangka Mafia Sindikat Tanah HARIANHALUAN.COM - Setelah diringkus, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat membeberkan tugas dan peran masing-masing empat tersangka mafia jual beli tanah. Keempat tersangka yakni inisial EPM, LH, MY dan YS yang kini tela.
  • Rabu, 24 Juni 2020 - 17:26:32 WIB

    Polda Sumbar Ringkus Empat Tersangka Mafia Jual Beli Tanah

    Polda Sumbar Ringkus Empat Tersangka Mafia Jual Beli Tanah HARIANHALUAN.COM - Setelah dilakukan penyelidikan, Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda) Sumbar ungkap empat tersangka sindikat mafia jual beli tanah di Kota Padang. Keempat tersangka yakni inisial EPM, LH, MY, dan YS yan.
  • Rabu, 15 April 2020 - 20:42:13 WIB

    Polres Solsel Jelaskan Persoalan Penangkapan Tersangka Curanmor

    Polres Solsel Jelaskan Persoalan Penangkapan Tersangka Curanmor SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN/COM - Kepolisian Resor (Polres) Solok Selatan (Solsel) menyatakan perkara tindak pidana dugaan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) oleh Panut (19) sampa saat ini masih berstatus tersangka. Hal .
  • Kamis, 22 Desember 2016 - 01:13:23 WIB

    Bos Kafe Esek-esek Jadi Tersangka

    PASAMAN, HALUAN — Butet Mainun (50), Bos Kafe Rimbo Aro, Lubuk Sikaping yang diduga sebagai kafe esek-esek, resmi menyandang status tersangka. Ia dijerat atas kasus mempekerjakan anak dibawah umur. Kasus ini mencuat pada pe.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]