Kombinasi Warna Cat Kantor Gubernur Terus Dipersoalkan


Jumat, 22 Januari 2016 - 04:01:41 WIB
Kombinasi Warna Cat Kantor Gubernur Terus Dipersoalkan PROYEK rehabilitasi Kantor Gubernur Sumbar yang masih dalam finalisasi. Kombinasi cat merah, kuning, hitam pada kantor ini dipersoalkan sejumlah pihak. (ISRA)

PADANG, HALUAN — Selain mendapat sorotan dari Lem­baga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sum­bar, kombinasi warna pada cat Kantor Gubernur Sumbar juga mendapat sorotan tokoh muda Sumbar. Kali ini datang dari Ketua Badan Eksekutif M­a­hasiswa (BEM) dari dua uni­versitas ternama di Sumatera.

Ketua BEM Universitas An­dalas (Unand) Reido Des­kumar meminta agar peng­gunaan warna untuk kantor pemerintahan tersebut dicari ta­hu kembali agar tidak me­nim­bulkan polemik di ma­syarakat. Karena katanya keti­ka sebuah instansi memakai lambang sesuatu pasti ada mak­na yang tersirat.

“Kalau memang ini me­rujuk kepada warna dari sim­bol adat di Sumbar tentu harus dipergunakan dengan benar. Tapi kalau ini hanya semata hanya warna biasa saja, perlu dijelaskan kepada ma­syarakat,” ungkapnya ketika dihubungi Haluan Kamis (21/1) malam melalui sambungan telepon dari Padang.

Menurut Reido, penjelasan ini sebagai tujuan agar tidak muncul gesekan di masyarakat karena perbedaan interpretasi dari pemakaian warna yang ada. “Sebetulnya ini merupakan hal yang tidak begitu penting untuk di­per­d­ebatkan, hanya saja ke­tika itu memakai simbol dae­rah tentu harus dipakai dan di­pe­r­gunakan dengan benar,” katanya.

Setali tiga uang denga Rei­do, Ketua BEM UNP Galan Victory juga meminta agar penggunaan ornamen apapun un­tuk sebuah gedung pe­me­rin­tahan harus jelas dan mem­punyai makna tertentu. Begitu juga dengan warna kantor gu­ber­nur saat ini yang memang meru­juk ke simbol yang meru­pa­kan kearifan local Mi­nang­kabau.

“Harus jelas maknanya apa. Karena lamang ini tidak bisa dipakai begitu saja, karena hanya akan menimbulkan ber­bagai penilaian dan persepsi di masyarakat,” katanya kepada Haluan kemarin.

Galan berharap pihak pe­merintah atau kontraktor bisa menjelaskan hal ini kepada masyarakat. “Kalau memang memakai lambang adat ten­tunya harus dipergunakan de­ngan benar dan sesuai dengan ketentuan yang ada,” tuturnya.

Sementara itu Ketua LKAAM Sumbar M. Sayuti Dt. Rajo Panghulu mengatakan akan menyurati pihak kon­traktor atau pun dinas terkait perihal warna ini. Menurutnya ini dilakukan agar pemakaian lambang atau symbol tertentu tidak menjadi pembodohan di masyarakat.

”Kalau memang dibu­tuh­kan kita akan segera menyurati pihak terkait agar bisa men­je­las­kan hal ini. Karena ba­gai­mana pun kalau memang me­ru­juk lambang adat atau lam­bing luhak itu sudah salah secara urutannya,” ujar M. Sayuti saat berkunjung ke Haluan Kamis sore kemarin. (h/isr)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]