35 Imigran Mencari Suaka


Sabtu, 23 Januari 2016 - 04:17:04 WIB

BATAM, HALUAN—Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Batam Centre, menyambut kedatangan 35 imigran gelap asal Negara Sudan, Somalia dan Afganistan.

Mereka sengaja men­da­tangi kantor Dirjen Imigrasi Batam  untuk mencari suaka dan perlindungan. Hal itu setelah mereka melakukan perjalanan panjang dari ne­gara mereka, Kamis (21/01) pagi.

Kepala Seksi (Kasie) Pe­nin­dakan Keimigrasian Ba­tam, Oki Drajat, mengatakan, berdasarkan hasil peme­rik­saan dan pendataan pihak Imigrasi, mereka itu berasal dari negara Timur Tengah yang sedang mengalami kon­flik perperangan saat ini.

“Mereka ini berjumlah sebanyak 35 orang imigran, yang terdiri dari pria dan wanita dewasa, remaja dan anak-anak. Selanjutnya me­reka ini akan kita tempatkan dipenampungan sementara. Yaitu di Hotel Kolekta, Ba­tam,” kata Oki, kemarin.

Diterangkan Oki Drajat, atas kedatangan imigran gelap ini pihaknya akan melakukan pendataan, serta mengirim­kan mereka ke sebuah penam­pungan, yang mereka sudah sepakati.

“Hal ini dilakukan, karena kita sudah bekerjasama de­ngan pihak IOM (Inter­nati­onal Organization for Mig­ration) serta United Nations High Commissioner for Re­fugees (UNHCR), untuk mem­bantu mereka menuju ke negara ke tiga. Yaitu ke Ne­gara Australia, Kanada dan Amerika,” terang Oki.

Sementara, Kepala Bi­dang (Kabid) Pengawasan dan Penindakan Kantor Kei­mig­rasian Kelas I Khusus Batam, Rafli SH mengatakan, seb­e­lumnya ada sebanyak 178 orang imigran asal Suria, Somalia, Sudan, Pakistan, Irak dan Mesir, ditampung di Hotel Kolekta, Batam.

“Saat ini, ratusan imigran gelap tersebut masih me­nunggu kabar nasib mereka dari IOM dan UNHCR. Di­tam­bah lagi sebanyak 35 imig­ran yang datang hari ini,” kata Rafli.

Ratusan imigran itu, ter­paksa ditempatkan di Hotel Kolekta tersebut, karena saat ini 13 Rumah Detensi Imig­rasi (Rudenim) yang ada di Indonesia sudah penuh. Bah­kan, ada beberapa dari me­reka sudah menginap di Hotel Kolekta sejak bulan Maret 2015, lalu.

“Mereka ini awalnya ma­suk dari jalur udara. Namun belakangan, para imigran gelap banyak yang masuk lewat jalur laut, dan ada juga yang masuk melalui pela­buhan yang tidak resmi dari Malaysia,” imbuhnya.

Menurut Kabid Wasdakim Batam ini, diduga ada dian­tara mereka itu yang datang ke Indonesia dengan dipa­silitasi oleh pihak oknum dan penyeludup, sehingga mereka masuk batam melalui pela­buhan tikus.

“Yang kita khawatirkan saat ini ialah, bisa saja dari mereka (imigran) itu, meru­pakan pelarian dari organisasi terlarang yang ada di Timur Tengah. Sehingga mereka berusaha untuk menyeludup dan masuk ke Indonesia ber­sama imigran lainnya. Nah, kalau sudah begitu siapa yang akan bertanggungjawab,” te­rang Rafli.

Mengingat situasi dan kon­disi Indonesia yang sem­pat diteror bom, pihak Imig­rasi Kelas I Khusus Batam, telah melakukan komunikasi dengan pihak Pemko Batam.

“Insya Allah, dalam waktu dekat kita akan bertemu de­ngan Walikota Batam dengan mengundang semua pihak terkait (TNI-Polri) serta stage holder lainnya, untuk men­carikan satu solusi atas ke­mungkinan terburuk yang bisa saja tewrjadi di Kota Batam ini,” ungkap Rafli.

Berdasarkan pengalaman kami, ungkapnya, ada dari mereka itu yang datang ke Batam, Indonesia ini dengan memakai visa. Namun setelah over stay, barulah mereka itu mendatangi kantor UNHCR, dan minta didata IOM sebagai pihak pencari suaka,” terang Rafli.

Sambung Rafli, Imigrasi Batam tidak ada wewenang terhadap ratusan imigran gelap ini karena mereka se­mua biaya hidupnya ditang­gung oleh IOM. Hotel Kolek­ta Batam bukan tempat ko­muniti house, tetapi pe­nem­patan sementara bagi imigran Timteng, yang masuk ke Ba­tam.

“Namun, setelah di­fa­silitasi sejak tahun lalu, sudah ada sebanyak 18 orang imigran yang sudah dikirim ke negara ketiga. Yaitu melalui keimigrasian pusat,” tukasnya. (vnr)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]